
Elmira Omar Yusuf memukul kepalanya pelan saat mengingat kejadian lucu beberapa jam yang lalu. Bibirnya tak berhenti tersenyum-senyum sendiri saat membayangkan seorang pasiennya yang ia temui semalam dalam kondisi yang cukup aneh.
"Dia pikir gampang menipu seorang dokter, Hem?" tanyanya pada diri sendiri. Ingatannya kembali melayang pada kejadian yang membuatnya tak sadar tertawa cekikikan.
Pria asing itu menabrak pintu berkali-kali padahal mengaku sebagai salah satu prajurit terbaik di negaranya. Dan juga menyatakan bahwa ia adalah orang penting yang baru tiba dari daerah konflik di sebuah negara.
Elmira menganggap bahwa pria itu pasti sedang dalam keadaan tertekan atau sedang dalam masalah besar dalam hidupnya hingga bisa asal bicara padahal tidak sedang mabuk.
"Elmira, ada apa denganmu sayang?" tanya Anna yang baru masuk di dalam kamar putrinya itu. Perempuan paruh baya itu sudah mulai melihat putrinya nampak aneh karena tersenyum dan berbicara sendiri.
"Elmira!" seru Anna dengan suara yang mulai meninggi karena putrinya itu tidak memperhatikan panggilannya.
Gadis itu tersentak kaget akan kehadiran perempuan yang telah melahirkannya itu di dalam kamarnya. Ia langsung berdiri dan memperbaiki letak pakaiannya.
"Mommy sudah lama di dalam sini?" tanyanya dengan wajah kaget dan bingung.
"Tentu saja. Kamu sedang memikirkan apa sampai tidak memperhatikan sekelilingmu?" Anna memandangi wajah putrinya dengan intens. Elmira tidak menjawab. Ia hanya menjalin jari-jarinya dengan senyum meringis.
"Apa ada hal yang ingin kamu bagi kepada mommy sayang?" tanya Anna dengan merubah tampilan wajahnya menjadi seorang sahabat bagi putrinya. Elmira kembali tersenyum kemudian berucap,
"Aku hanya mengingat akan kejadian lucu semalam Mom. Dan itu sangat menghibur buatku, hihihihi." Elmira menutup mulutnya kemudian tertawa cekikikan.
"Hey, berceritalah terlebih dahulu kemudian tertawa." Anna semakin penasaran dengan tingkah putrinya.
"Lihatlah Mom!" gadis itu memperlihatkan Sebuah tas pakaian kepada sang Mommy seraya tersenyum penuh makna.
"Itu tas milik siapa, Mira?" tanya Anna seraya memandang tas yang nampaknya milik seorang laki-laki itu.
"Tas pasienku Mom, tertukar dengan milikku karena sesuatu hal. Dan kamu tahu pasien itu mengaku sebagai salah satu anggota pasukan perdamaian PBB yang selalu punya konsentrasi yang baik." jawab Elmira dengan kembali tersenyum.
Entah kenapa tingkah pria tampan itu selalu mengganggu pikirannya dan selalu berakhir membuat hatinya merasa sangat lucu.
"Lalu?" Anna menatap putrinya berusaha menarik makna dan pesan dari cerita Elmira.
__ADS_1
"Ia mengaku sebagai orang yang teliti dan cermat, serta selalu jeli akan sesuatu tetapi ia menabrak pintu sampai berkali-kali Mom hahahhaha, Padahal ia tidak sedang mabuk," Elmira kembali tertawa mengingat tingkah Harry.
Semalam setelah memeriksa kesehatan pria itu. Harry merasa sudah lebih baik dan tidak mengeluhkan sebuah penyakit, kecuali adalah dadanya yang terasa sangat sesak. Dan ketika pria itu keluar dari ruangan Elmira kembali ia menabrak pintu lagi.
Elmira yang merasa pria itu pasti tidak baik-baik saja langsung memaksa agar pria itu menginap di sebuah kamar pasien. Dan dia sendiri entah kenapa mau saja menemani pria itu sampai pagi.
"Dan apa lagi yang terjadi sayang?" tanya Anna sudah mulai tertarik dengan cerita putrinya.
"Dan kamu tahu Mom? aku yang sekarang menertawakan diriku sendiri karena pulang ke rumah dengan membawa tas pria itu." Anna tercekat dan menatap putrinya tak percaya.
"Tapi kenapa bisa? kamu kan tidak pernah seperti ini Mira? Apakah ikut-ikutan sakit seperti pria itu?" Elmira mengangkat bahunya kemudian menjawab,
"Entahlah Mom. Aku juga bingung kenapa ini bisa terjadi. Apakah karena aku selalu menertawai pria yang mengaku sebagai pria sempurna itu dan akhirnya berbalik kepadaku."
"Kalau begitu kembalikan tas pria itu sayang. Jangan sampai gara-gara ini ia jadi memakai pakaianmu dan berubah jadi perempuan hahaha." Anna ikutan merasa lucu dan tertawa terbahak-bahak membayangkan hal itu terjadi.
Elmira ikut tertawa dengan khayalan sang Mommy. Pasalnya isi tas pria ini adalah beberapa potong pakaian begitupun isi tasnya yang tertukar itu, ia seringkali membawa beberapa pakaian ganti ke Rumah Sakit jika sedang bekerja lembur seperti itu.
"Ada apa Mira?" tanya Anna ikut kaget dengan teriakan kecil dan ekspresi putrinya itu.
"Bagaimana dengan underwearku Mom. Apa pria itu juga akan memakainya?"
"Hahahaha, jadi kamu masih memikirkan pria itu membuka isi tasmu?" tanya Anna dengan senyum diwajahnya. Elmira mengangguk dengan pipi mulai menghangat.
"Sebaiknya kamu kembali ke Rumah Sakit dan kembalikan tas itu secepatnya sebelum pria itu pergi. Jangan sampai bayanganmu benar-benar menjadi kenyataan," ujar Anna dengan senyum menggoda.
Perempuan cantik itu sudah mulai curiga kalau Elmira pasti menyukai pria itu. Buktinya adalah ia tidak berkonsentrasi bekerja dan malah mengambil tas pria itu pulang.
"Ah iya Mom. Aku sebenarnya masih masuk saat siang. Tapi baiklah. Aku akan kesana sekarang sebelum pria itu pergi dari Rumah Sakit." Elmira pun berpamitan pada perempuan yang telah melahirkannya itu dengan membawa kembali tas pria itu ditangannya.
Meskipun ia masih ingin beristirahat di kasurnya yang empuk tetapi demi menebus kesalahannya ia harus kembali ke Rumah Sakit sekarang juga.
Sesampainya disana ia sudah tidak menemukan pria itu di dalam kamar perawatannya. Dengan langkah cepat ia menuju ke bagian administrasi dan informasi untuk menanyakan keberadaan pria itu.
__ADS_1
"Tuan Harry Sean Kingston baru saja membayar administrasi rawat inapnya dokter." jawab sang perawat dengan sopan.
"Apakah kamu tahu kemana lagi pria itu pergi?"
"Ah iya. Tuan Kingston menanyakan letak kamar Nona Suzanne Sean Kingston. Katanya ia adalah kakak kandung Pasien itu dokter."
"Oh syukurlah kalau begitu. Terimakasih banyak."
"Eh iya dokter. Pria itu juga menanyakan jadwal Anda tadi." ujar staf itu setelah mengingat bahwa pria tampan itu juga menanyakan tentang dokter perempuan yang ada di hadapannya itu.
"Ah, iya. Terimakasih banyak. Aku akan segera kesana sekarang." ujar Elmira dengan senyum cerahnya. Masalahnya sekarang sudah teratasi.
Dengan langkah ringan ia pun menuju lantai dimana kamar Suzanne Sean Kingston berada. Ia ingin meminta maaf pada pria itu karena telah ceroboh dan membuat pasien jadi tidak nyaman.
"Selamat datang dokter." sapa Shania dengan senyumnya saat Elmira sudah sampai di dalam kamar itu.
"Iya Nyonya. Terimakasih." jawab Elmira seraya mencari seorang pria yang bernama Harry itu.
"Hai dokter. Akhirnya kamu datang juga membawa tasku." ujar Harry yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Elmira.
"Eh, iya Tuan. Maafkan aku. Aku kurang fokus hingga salah mengambil tas." ujar Elmira dengan wajah tak nyaman.
"Lain kali fokuslah dalam bekerja dokter. Karena gara-gara itu aku jadi ingin memakai pakaian yang ada di dalam tasmu ini."
"Apa? jadi kamu sudah membukanya?" Elmira tercekat dengan mulut membentuk huruf O. Harry langsung tersenyum miring.
🍀
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
__ADS_1