
Daniel Smith berhasil melepaskan jam tangan itu dan menyimpannya di dalam saku jaketnya. Pria itu lalu membalikkan tubuhnya ingin meninggalkan Suzanne tetapi tangannya ditarik oleh gadis itu.
"Berikan jam tangan itu Tuan Smith!" seru Suzanne dengan tangan ia tadahkan di depan wajah pria itu.
"Tidak!" jawab Daniel singkat dan tegas. Pria itu langsung menangkap tangan gadis itu dari depan wajahnya dan menggenggamnya erat. Suzanne memberontak tidak terima.
"Itu hadiah dari Javier padaku dan Aku ingin memakainya Tuan Smith!"
"Sudah kukatakan kalau Aku tidak suka kalau kamu memakai pemberian pria itu, mengerti kamu?!" Daniel masih bertahan dengan alasannya itu. Lidahnya keluh untuk mengakui perasaannya yang sebenarnya.
"Tapi Aku suka. Dan kamu tidak punya hak untuk melarangku!" gadis cantik itu sudah mulai kesal.
"Dia pria manis dan baik hati. Tidak seperti kamu yang tidak punya perasaan!" Mata Suzanne sudah tampak berkaca-kaca karena emosi. Pria dingin itu samasekali tidak mengerti perasaannya.
"Sekarang berikan hadiah Javier padaku. Aku harus memakainya." Gadis itu berusaha menarik jaket Daniel Smith dan memasukkan tangannya ke dalam sakunya. Ia ingin mengambil kembali jam tangan itu dan memakainya.
Daniel Smith semakin kesal karena gadis dihadapannya ini sangat keras kepala. Pria itu tidak tinggal diam.
Tangannya dengan cepat merengkuh pinggang ramping Suzanne kedalam tubuhnya agar gadis itu tidak bisa menggerakkan tangannya kemana-mana.
Tubuh mereka berdua yang tak berjarak membuat kedua insan itu seakan bisa merasakan detak jantung masing-masing.
Suzanne menggerakkan tubuhnya berusaha melepaskan dirinya tetapi tetapi sepertinya pria itu tidak membiarkannya. Ia semakin merapatkan rengkuhannya hingga wajah mereka hanya berjarak sekitar lima sentimeter.
Deru nafas keduanya pun bisa mereka rasakan. Suzanne menutup matanya karena tak sanggup menatap mata biru Daniel yang seakan ingin menenggelamkan dirinya didalam cahaya biru itu.
__ADS_1
"Javier pria berbahaya buatmu Nona Kingston! jadi jangan sampai ia mengambil keuntungan darimu!" ucap Daniel Smith dengan nada rendah. Setelah itu ia melepaskan tubuh Suzanne dan meninggalkannya.
Ia sangat takut berlama-lama dengan gadis itu atau ia akan lupa diri dan menerkam gadis cantik itu di dalam daerah kekuasaan Vedran Sean Kingston. Bisa-bisa ia tidak akan bisa kembali utuh ke Moskow.
Suzanne membuka matanya dan merasakan dirinya kembali ke dunia nyata. Beberapa detik yang lalu pikiran kotornya sudah berharap Daniel Smith akan menciumnya tetapi ternyata pria itu hanya memberinya kalimat peringatan.
"Dasar pria tak punya perasaan!" teriaknya dengan menghentakkan kakinya kesal. Gadis itu kembali ke kamarnya dengan perasaan yang sangat marah.
Ia tidak tahu harus menjawab apa ketika handphonenya berbunyi menandakan ada panggilan yang masuk.
"Javier?" Suzanne menatap layar handphonenya itu dengan tatapan horor. Ia tidak ingin menjawab panggilan itu karena takut pria itu akan menanyakan tentang jam tangan pemberiannya.
Gadis itu pun menyembunyikan benda elektronik yang masih masih terus memanggil dirinya di bawah bantalnya sampai berhenti berbunyi.
Ia berharap pria itu segera menghentikan panggilannya karena ia tidak ingin menceritakan tentang nasib hadiah pemberiannya itu. Daniel Smith sudah mengambilnya hanya dengan alasan tidak suka.
Ada pesan dari pria itu. ujarnya membatin.
Tangannya pun segera membuka pesan pria itu yang cukup membuatnya bingung.
Kamu sangat cocok memakai jam tangan itu. Sangat cantik seperti dirimu.
Suzanne tersenyum dengan pesan dari pria itu. Ia kemudian membuka pesan lainnya.
Supaya lebih cantik, tekan tombol kecil seperti permata itu pada ujung atas arah jarum jam 12.
__ADS_1
Suzanne tersenyum kecut karena ia belum berhasil melakukan perintah dalam pesan itu dan jam tangannya sudah diambil oleh si wajah datar Daniel Smith.
Ia sudah ingin membalas pesan itu tetapi Ramanda tiba-tiba datang ke kamarnya bersama dengan Elmira. Dua gadis itu datang untuk mengajak Suzanne untuk mengobrol ringan.
Sementara itu, Daniel Smith yang sudah kembali ke kamar Harry langsung memperlihatkan jam tangan milik Suzanne pada sahabatnya itu.
"Pria bernama Javier itu memberikan benda ini pada adikmu." ujar Daniel Smith seraya menyerahkan benda itu pada Harry yang sedang sibuk di depan layar laptopnya.
"Benarkah? bagaimana kamu bisa mendapatkannya Daniel? Kamu tahu 'kan Suzanne itu bagaimana?" Harry bertanya dengan maksud menggoda sahabatnya itu.
"Aku memaksanya dan ia tidak bisa berkutik. Pria itu sangat mencurigakan Harry."
"Lihatlah jam tangan ini. Merknya saja tidak kita kenal padahal pria itu tampak seperti orang kaya." ujar Daniel Smith seraya mendorong penanda waktu itu lebih dekat ke arah sahabatnya itu.
Harry pun mengalihkan pandangannya dari arah layar laptop. Ia menatap jam tangan berwarna hitam campur coklat itu yang nampaknya sangat mencurigakan.
Entah kenapa matanya selalu tertuju pada biji permata yang menempel di bagian atas jam tangan itu.
"Apa menurutmu ada yang aneh Harry?" tanya Daniel seraya memandang objek yang sama dengan kecurigaan yang sama pula pada hati mereka. Harry mendongak dan menatapnya.
Pria itu mengangguk.
🍀
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍