Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 32 Asmara SP


__ADS_3

Pagi itu Suzanne terbangun dari tidurnya dengan perasaan yang sangat senang. Semalaman memikirkan Daniel membuat hatinya selalu berdebar tak karuan. Dan tak sabar akan pagi segera tiba.


Meskipun begitu, perasaan malu kini menyerang hatinya. Ia tidak ingin bertemu lagi dengan pria datar dan dingin itu. Pria yang telah mencuri ciuman pertamanya dan berhasil membuatnya berpikir macam-macam semalaman.


Setelah sholat subuh Suzanne pun segera keluar dari kamarnya untuk mencari Ramanda dan juga Elmira. Ia ingin mengajak dua gadis itu untuk melakukan senam dan olahraga ringan sesuai janjinya pada malam sebelumnya.


Para gadis itu terobsesi dengan tubuh seksih para gadis di luar sana yang suka berolahraga. Apalagi pembicaraan mereka semalam sebelum Daniel datang menggangunya, topik mereka adalah bagaimana mendapatkan tubuh ideal yang akan disukai oleh para suami mereka nantinya.


"Ramy, ayo bangun!" teriaknya pada gadis cantik yang masih betah bergulung di dalam selimut tebalnya itu.


"Sue, Aku masih mengantuk. Biarkan Aku tidur dulu ya, Please," Ramanda memohon seraya menutup wajahnya dengan selimut itu.


"Tapi ini sudah siang Ramy, memangnya kamu tidak ingin sholat subuh?" Suzanne menarik selimut itu supaya sahabatnya itu bangun. Tetapi Ramanda menariknya kembali.


"Aku sedang berhalangan, jadi Aku masih ingin tidur 10 menit lagi."


"Hum baiklah. Tidurlah lagi dan jangan berharap kamu bisa menyamai tubuhku yang seksih nantinya." Suzanne mendengus kesal dan segera meninggalkan kamar gadis itu.


Langkahnya ia arahkan ke Kamar dokter Elmira. Ia ingin mengajak gadis itu sesuai rencana mereka semalam. Ia pun mengetuk kamar sang dokter dari Moskow itu dengan pelan.


Tidak seperti pada kamar Ramanda, untuk tamu istimewa ini ia harus menunjukkan sikap sopan dan santun. Karena dokter cantik ini banyak berjasa padanya meskipun ia cemburu pada gadis itu yang sangat dekat dengan Daniel.


"Kak Mira, apakah sudah siap untuk berolahraga pagi ini?" tanyanya pada dokter cantik yang sudah kelihatan sangat siap dengan setelan pakaian olahraganya.


"Tentu saja Sue, Ayo kita mulai," jawab Elmira dengan senyum khasnya. Ia begitu sangat cantik pagi itu sampai rasa cemburu Suzanne kembali menyeruak ke permukaan. Ia takut kalau Daniel benar-benar ada hubungan dengan gadis itu meskipun ia tahu kalau mereka satu keluarga.


"Hey, kenapa melamun? Ayok?" ajak Elmira seraya menarik tangan gadis itu untuk keluar dari kamarnya yang ia tempati sekitar dua hari saja karena akan segera kembali ke Moskow esok harinya.

__ADS_1


"Tunjukkan dimana tempat Gym di Mansion ini." pinta Elmira berusaha mengimbangi langkah Suzanne yang begitu cepat.


"Kita akan menuju tempat yang kamu mau Kak," jawab Suzanne dengan wajah kembali ceria. Ia berusaha menepis rasa cemburunya karena Daniel sudah menciumnya. Itu berarti pria itu ada perasaan juga padanya meskipun itu masih sangat diragukan.


"Apakah Ramy tidak ikut kita?"


"Ramy sedang datang bulan. Ia mungkin akan ikut senam kalau sudah merasa lebih baik."


"Oh iya, terkadang beberapa orang merasakan tubuhnya sangat tidak nyaman kalau lagi kena period seperti itu. Tetapi kalau rajin berolahraga insyaallah tubuh akan selalu segar dan begitu pun dengan darah haidnya pasti akan lancar." jelas Elmira dengan antusias.


"Iya kak. Aku bisa merasakannya, kalau sedang datang bulan atau period begitu, Aku tidak merasakan sakit yang berarti dan juga darahnya lancar dan cepat tuntas. Aku yakin itu pasti karena Aku rajin berolahraga." timpal Suzanne tak kalah antusias.


"Nah benarkan. Kita para perempuan ya keluhannya pasti saat sekali sebulan seperti itu. Itu adalah hal yang biasa yang harus disikapi dengan perasaan yang baik. Meskipun ada istilah PMS yang sering mengganggu sesaat sebelum masa periode itu tiba."


"Ah, ya. Dan Ramy selalu mengeluhkan itu. Apakah karena Ia lebih senang tidur sepanjang hari saat masa periodenya tiba ya kak? Apalagi kalau tidak ada kelas, ia akan berada di tempat tidur seperti beruang yang sedang berhibernasi, hihihi."


"Silahkan Kak Mira," ujar Suzanne seraya mendorong pintu yang terbuat dari kaca itu. Sebuah ruangan yang sangat mewah dengan segala peralatan olahraga yang lengkap ada di dalamnya.


"Terimakasih banyak Nona Kingston," ucap Elmira dengan senyum di wajahnya. Mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan itu dan memilih mencari tempat untuk melakukan olahraga dengan menggunakan treadmill terlebih dahulu. Sebelum melakukan senam.


Dua pria tampan yang sedang melakukan hal yang sama di dalam ruangan itu menatap dua gadis cantik itu tidak berkedip. Mereka berdua tidak menyangka akan bertemu dengan penyegar mata dipagi yang masih sangat dingin ini.


Keduanya memakai pakaian tertutup tetapi entah kenapa bagi dua pria dewasa yang lagi sendiri itu merasa seperti kedatangan bidadari yang sangat cantik dari kayangan.


Dua gadis itu juga merasakan hal yang sama. Pemandangan dua pria yang hanya menggunakan celana pendek tanpa kaos dihadapan mereka membuat pikiran mereka berkelana kemana-mana.


Otot-otot perut yang ditampilkan oleh Daniel Smith dan juga Harry Sean Kingston membuat dua gadis itu lupa berkedip. Mereka saling menghantarkan rasa asing tetapi sangat menggangu perasaan mereka.

__ADS_1


"Hey! kalian melupakan Aku?!" teriak Ramanda yang baru muncul di depan pintu dengan nafas terengah-engah karena berlari dari kamarnya menuju Ruangan gym yang lumayan jauh dari letak kamar-kamar di dalam Mansion itu.


Keempat orang itu tersentak dan saling melepaskan tatapan mereka.


"Oh Ramy, kami belum mulai kok, ayo masuk." ujar Elmira dengan wajah memerah karena malu sudah bertatapan begitu lama dengan Harry.


"Bisakah kalian membagi treadmillnya pada kami?" tanya Suzane pada dua pria itu yang nampaknya belum juga kembali ke Bumi. Padahal kaki keduanya sedang mengikuti laju mesin olah-raga itu dengan cepat tetapi otak mereka sedang berada pada para gadis cantik dihadapannya.


"Ah iya." jawab Daniel segera. Ia menurunkan kecepatan laju alat itu sampai berhenti bergerak. Pria itu turun dan mempersilahkan para gadis itu memakai alatnya.


Harry pun sama. Ia memberikan alat treadmillnya pada Elmira dan membantu gadis itu menyetel kecepatannya sesuai kebiasaannya selama ini.


"Terimakasih Harry," ucap Elmira tersenyum.


"Sama-sama," jawab Harry balas tersenyum. Pria itu pun mengajak Daniel memakai alat yang lain di dalam Ruangan Gym itu.


Para gadis itu akhirnya berolahraga dengan cukup seru karena begitu ribut melanjutkan gosip mereka semalam. Yakni membicarakan pria tampan dengan body mereka yang membuat mereka histeris.


Daniel dan Harry saling bertatapan dengan wajah kesal. Karena sepertinya body mereka kalah dengan pria-pria imajinasi dalam pikiran gadis-gadis itu.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2