Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 51 Asmara SP


__ADS_3

Suzanne keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah sangat segar dan nyaman. Seharian berada pada situasi yang cukup menguras pikiran dan perasaannya rupanya membuatnya kegerahan juga.


Seraya mengeringkan rambutnya ia memandang ke sekeliling ruangan kamarnya yang luas itu. Ia mencari sosok suaminya yang ia tinggalkan tadi saat sedang ingin menaklukkannya.


"Kemana Daniel?" tanyanya dengan perasaan khawatir.


"Apa mungkin ia marah padaku?" tanyanya lagi kemudian berdiri dari duduknya. Ia menyimpan hairdryer yang ia gunakan di atas meja riasnya kemudian berjalan berkeliling mencari suaminya.


"Awwwww!" Gadis itu berteriak keras karena cukup kaget. Tubuhnya di gendong secara tiba-tiba oleh Daniel Smith dan dibawanya ke atas ranjang.


"Kamu mencariku Sue?" bisik Daniel dengan tatapan langsung pada mata istrinya. Suzanne menggelengkan kepalanya tidak mau mengaku.


"Untuk apa Aku mencarimu? Aku biasa tidur sendiri. Dan ini juga sudah sangat larut." jawabnya tanpa mau menatap mata biru sang suami. Ia sungguh takut tergoda lagi.


Daniel tersenyum samar kemudian meletakan tubuh istrinya itu di atas ranjang. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh Suzanne kemudian berucap, "Tidurlah. Besok Aku akan membawamu Ke Moskow."


"Hah? Aku tidak mau. Aku masih ada kelas sampai sebulan ke depan." Daniel Smith tidak menjawab. Ia baru saja mendapatkan kabar kalau pekerjaannya di Moskow harus ia selesaikan besok dan itu tidak bisa ia tunda.


"Kalau kamu mau pergi. Pergi saja sendiri!" Suzanne masih berusaha untuk menolak dan tidak mau mengikut apa yang dikatakan oleh suaminya. Ini terlalu mendadak dan ia belum siap untuk meninggalkan kesibukannya selama ini.


Pria itu mengabaikan perkataan istrinya. Ia juga naik ke tempat tidur dan berusaha untuk tidur. Ia juga begitu kaget dan tidak percaya kalau ia harus kembali ke Moskow padahal ia baru menikah beberapa jam yang lalu.


Sebuah proyek besar konstruksi yang ia kerjakan bersama dengan teman-temannya di Moskow dan ia harus berada di sana untuk menyelesaikan pekerjaan itu.


Ia tidak bisa tidur bukan hanya karena hal itu saja. Melainkan ini pertama kalinya ia tidur bersama seorang gadis cantik yang sangat ingin ia sentuh, tetapi ia takut kecewa. Sifat Suzanne yang manja dan tidak bisa ditebak membuatnya tersiksa.


Suzanne merasakan hal yang sama. Ia sudah berusaha untuk memejamkan matanya tetapi ia juga tidak bisa tidur. Ada perasaan khawatir kalau Daniel benar-benar pergi meninggalkannya besok pagi. Dan ia yakin ia pasti tidak bisa hidup.


Kedua orang itu saling membelakangi dengan segala pikiran yang bergejolak di dalam hati mereka. Ruangan itu sepi. Hanya detak jantung keduanya yang terasa sangat ribut menunjukkan kegelisahan mereka.


Daniel akhirnya mengalah dan ia benar-benar telah kalah. Ia sangat ingin menenggelamkan dirinya pada diri Suzanne sang istri untuk meredakan kekacauan pikirannya saat ini.

__ADS_1


Perlahan ia dekatkan tubuhnya ke tubuh sang istri. Tangannya pun mulai bergerak memeluknya dengan sangat posesif.


"Aku tidak bisa tidur Sue," bisiknya dengan suara bergetar. Pria itu mulai mencium belakang telinga istrinya yang nampak tidak meresponnya.


Ia akan minta maaf nantinya kalau ia sudah menggangu tidur gadis itu. Yang jelasnya malam ini ia harus meredakan gejolak hasratnya yang semakin menyiksanya.


Suzanne menggeliat karena merasa geli dan nikmat secara bersamaan. Ia jadi bergerak tidak nyaman ketika bibir dan lidah suaminya benar-benar membuat bulu kuduknya meremang.


"Sue, sayangku," bisik Daniel dengan gairah yang sudah tidak terbendung. Ia bangun dari posisinya dan menatap wajah sang istri dengan penuh cinta.


"Dan," Suzanne membuka matanya dan balas menatap mata biru sang suami yang sudah menunjukkan kilat penuh hasrat. Gadis itu tersenyum dan menyentuh wajah suaminya yang sedang berada di atas tubuhnya.


"Aku sangat menginginkanmu sayangku," bisik Daniel kemudian menyentuhkan wajahnya pada sang istri. Bibirnya mulai meraih bibir Suzanne dan mengulumnya sangat lembut.


Suzanne membalasnya dengan tak kalah lembutnya. Mereka saling memagut dengan tangan Daniel yang sudah bergerak kemana-mana.


Suzanne merasakan pasokan oksigennya habis tak tersisa. Ia mendorong dada bidang suaminya agar segera melepaskannya. Dada gadis itu tampak turun naik dengan jutaan rasa bahagia yang ia rasakan.


Dan tak lama kemudian mereka berdua pun sudah tampak polos dan siap untuk melanjutkan kegiatan mereka yang akan menguras peluh sepanjang malam itu.


Daniel memperlakukan istrinya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. Seluruh inci tubuh Suzanne ia sentuh untuk memberikan rasa nyaman pada gadis itu.


Ia tidak ingin terburu-buru. Sampai Suzanne sendiri yang merengek memintanya untuk ke inti permainan ia baru melakukannya.


"Dan, plisss," permintaan istrinya yang sudah sangat siap menyambut dirinya membuatnya segera menyerang pertahanan sang istri.


Keduanya saling bertatapan dengan penuh cinta saat ia benar-benar berhasil merobek selaput istrinya dengan satu kali hentakan. Selanjutnya hanya dessahan dan erangan nikmat yang memenuhi udara di dalam kamar itu.


🍀


Pagi pun datang menjelang. Semua penghuni Mansion itu bangun dengan semangat baru. Mereka semua akan melanjutkan segala pekerjaan yang tertunda. Karena Ada banyak pekerjaan yang harus mereka lakukan setelah pesta pernikahan dadakan ini selesai.

__ADS_1


Dua keluarga besar itu bertemu di meja makan. Mereka sarapan pagi bersama sekaligus untuk mengucapkan perpisahan. Keluarga Smith akan kembali ke Moskow pagi itu juga.


Hanya Daniel dan Suzanne yang tidak ikut bergabung bersama dengan para anggota keluarga itu. Dan semuanya sangat maklum karena pengantin baru itu pastinya sedang kelelahan setelah melaksanakan ritual malam pengantin.


Ada banyak canda dan tawa yang mereka lakukan di dalam ruang makan itu. ElRasyid sendiri sudah bisa berbesar hati atas menikahnya Suzanne dengan sepupunya. Ia tahu ia terlambat karena hubungan Suzanne dan juga Daniel sudah lama terjalin sebelum ia datang.


Dan sekarang ia sedang menatap seorang gadis yang tak kalah menariknya dengan Suzanne Sean Kingston. Gadis itu adalah Ramanda Conan Doyle.


"Putriku adalah seorang yang sangat Aku jaga. Jadi jangan pernah berniat untuk bermain-main dengannya," ujar Conan Doyle dengan suara rendah. Ia sedang berdiri di samping ElRasyid yang sejak tadi memandangi putrinya.


ElRasyid tersentak kaget dengan kata-kata Ayah dari gadis itu. Ia langsung tersenyum dan menyatakan terus terang kalau ia juga ingin menikahi gadis itu.


"Bagus itu. Tapi pastikan dulu kalau putriku juga menyukaimu. Paham?"


"Eh iya Uncle. Aku akan menanyakan pada Ramy, apakah ia bersedia menikah denganku." Conan Doyle tersenyum dan menepuk bahu anak muda itu.


Sementara itu didalam Kamar pengantin. Daniel Dan Suzanne masih bergulat di tempat tidur dengan rasa yang tidak bisa mereka gambarkan dengan kata-kata.


🍀


Vote


Vote


Vote


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2