
Restoran Halimah Eisi Sky Tower.
Harry melangkah masuk ke dalam Restoran itu seraya mencari meja yang sedang diduduki oleh Daniel Smith. Rupanya pria asal Moskow itu sudah lama berada di tempat itu dengan wajah tidak sabar.
"Apa ada berita terbaru dimana Javier sekarang?" tanya Daniel dengan tatapan tajam ke arah Harry yang baru saja duduk di hadapannya.
"Ya, untuk sementara pria itu sepertinya sedang berada di sekitar tempat ini. Lihat ini!" Harry memperlihatkan handphonenya yang sudah ia modifikasi untuk melacak pergerakan pria bajingan itu.
Alat itu sudah bisa menyambung tiga titik sekaligus. Pada dirinya sendiri, pada Jam tangan itu dan juga pada pria yang sedang mengikuti kemana pemegang penanda waktu itu bergerak.
"Tapi, kenapa pria itu ada disini Harry?" tanya Daniel dengan perasaan yang sangat tidak nyaman. Ada rasa khawatir yang tiba-tiba muncul dari dalam hatinya. Sesuatu yang tidak ia tahu tetapi sangat membuatnya gelisah.
Harry terdiam kemudian mulai menghubungkan fakta yang ada di layar handphonenya. Seketika ia terlonjak kaget.
"Titik hitam ini adalah pelacak yang mengarah pada jam tangan itu. Lalu kenapa bisa ada juga disekitar tempat ini?"
Daniel melompat dari duduknya dan mengingat kalau sekilas tadi ia melihat jam tangan yang sama sedang dipakai oleh Elmira.
"Elmira yang sedang memakai jam tangan itu Harry!" teriak Daniel seraya meraih pistol dari dalam saku jasnya.
"Apa?!" Harry ikut kaget dan langsung mendidih emosi. Ia tidak menyangka kalau pria itu telah menyadari apa yang mereka lakukan. Dan sekarang ia pasti sedang mengincar nyawa gadis yang tak tahu apa-apa itu.
"Kita harus ke tempat itu sekarang juga!" Harry meraih handphonenya dan segera berlari keluar dari Restoran itu. Mereka hanya perlu 10 menit untuk mendahului pembunuh itu.
🍀
Conan Doyle yang sedang duduk di samping Vedran Sean Kingston menatap layar handphonenya yang sedari tadi berteriak-teriak minta diangkat.
"Dari siapa Doyle? kenapa tidak kamu jawab?" tanya Vedran dengan tatapan tanya pada orang kepercayaannya itu.
"Dari Ramy. Ada apa anak itu menghubungiku di saat sedang belajar seperti sekarang?" Conan Doyle menjawab seraya menerima panggilan yang tampak sangat tidak sabar itu.
"Suzanne hilang Dad!" teriak Ramanda dari ujung telepon sesaat setelah sambungan telepon itu terjawab.
"Bicara yang jelas Ramy!" sentak Conan pada putrinya itu. Ramy terdengar terisak-isak di ujung telepon itu membuat Conan Doyle meminta sopir yang sedang membawa mereka ke Bandara menghentikan mobilnya.
"Suzanne baru saja dibawa kabur oleh seseorang Dad. Aku ingat mobilnya."
"Apa?!"
"Iya Dad. Pria itu adalah Javier. Aku akan kirimkan gambar pria ltu dan juga ciri-ciri mobilnya." Ramanda segera mencari foto pria itu sewaktu mereka ada di Sky Tower.
Selanjutnya ia kirimkan foto kendaraan pria itu yang sempat ia ambil sewaktu pria itu membawa Suzanne pergi darinya di depan gerbang kampus mereka beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada Suzanne!" teriak Vedran karena mendengar secara sepintas pembicaraan pria kepercayaannya itu dengan Ramanda lewat telepon.
"Pria ini menculik putrimu!" jawab Conan Doyle seraya memperlihatkan gambar seorang pria muda yang baru dikirimkan oleh Ramanda sang putri.
"Brengsek! Batalkan perjalanan ini. Nyawa putriku lebih penting saat ini!" Vedran segera meraih handphonenya dan menghubungi orang-orang kepercayaannya.
Gambar kendaraan dan juga foto Javier ia sebarkan agar segera mereka menangkap penculik itu saat mereka bertemu dengannya di jalan.
"Kemana Harry dan Daniel?! apa saja yang mereka lakukan sampai tidak menjaga Suzanne!" geram Vedran dengan emosi diwajahnya.
Ia meminta sopirnya untuk menyisir kota Auckland dimulai dari kampus tempat Suzanne belajar.
🍀
Daniel dan Harry tiba di depan gedung pertemuan tempat Elmira berada. Mereka berdua memperhatikan keadaan sekeliling sembari terus memperhatikan titik hitam yang bergerak dilayar handphone Harry.
"Dia sedang berada dibagian barat tempat ini Daniel," ujar Harry dengan suara pelan. Daniel bersiap membidik sebelum pria mencurigakan itu mendapatkan Elmira, sepupunya.
Mata tajam Harry terus memperhatikan gerak-gerik seorang pria yang sangat mencurigakan sesuai arah yang ditunjuk oleh pelacak itu.
Drrrt
Drrrt
"Oh Sial! Aku harusnya mengunakannya handphone yang lain yang tidak bisa dihubungi!" geram Harry dengan emosi.
Pria itu langsung mengangkat panggilan yang sangat penting itu yang ternyata dari Vedran Sean Kingston sang Daddy.
"Ya haloo Dad." jawabnya seraya menyentuh bahu Daniel agar tetap waspada.
"Suzanne diculik oleh pria yang bernama Javier itu. Cepat cari pria itu sampai dapat!"
Tuut
Harry menatap Daniel dengan pandangan tak terbaca. Ia merasa menjadi orang paling bodoh saat ini. Ternyata pria itu sengaja mengecohnya dengan alat pelacak itu.
"Ada apa Harry?!" tanya Daniel dengan wajah penasaran.
"Suzanne diculik oleh Javier sementara kita berada di sini seperti orang bodoh! Pria brengsek itu menipu kita Daniel!" geram Harry seraya mengepalkan tangannya disamping kiri kanan tubuhnya.
"Apa?" Daniel merasakan bahwa kekhawatirannya kini terbukti. Ia segera berlari ke arah mobilnya dan meminta Harry menjaga tempat itu. Ia harus mencari Suzanne sekarang juga.
"Jaga Elmira disini. Aku tahu dimana pria itu membawa Suzanne!" Daniel segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
__ADS_1
Door
Door
Harry tersentak kaget dengan bunyi tembakan yang baru saja ia dengar.
"Oh sial!" umpatnya dengan marah. Pria itu segera berlari ke dalam gedung pertemuan itu. Kekacauan terjadi di dalam gedung itu. Semua peserta pertemuan berteriak panik dan ketakutan.
Mereka semua berlarian keluar untuk menyelamatkan diri. Harry yang baru sampai di depan pintu gedung itu tanpa sengaja menabrak seorang pria yang baru keluar dari ruangan itu.
Pria yang sangat mencurigakan karena tidak menggunakan pakaian dokter seperti semua peserta yang berlarian panik keluar ruangan.
Tiit
Tiiit
Handphone yang ada di dalam saku jasnya mengeluarkan bunyi nyaring yang menandakan kalau pria inilah yang sedang mengancam keselamatan Elmira.
Bugh
Satu pukulan telak ia sarangkan langsung pada perut pria itu hingga ia terjungkal ke belakang. Harry melompat dan mencengkeram kerah jaket pria itu dengan tangan kirinya kemudian tangan kanannya memberikan pukulan beruntun pada wajah pria itu.
"Apa yang kamu lakukan di dalam sana brengsek!" geram Harry kemudian memberikan satu tendangan keras pada tubuh pria itu lagi sampai ia jatuh ke lantai.
Pria itu segera meraih pistol dari dalam jaketnya karena emosi. Ia mengarahkan senjatanya itu ke arah Harry dengan seringai diwajahnya.
"Aku melakukan ini,"
Bush
Cling
"Aaaaaakh!"
🍀
"Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Tarik nafasss Huuuft
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
__ADS_1