Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 52 Asmara SP


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan penuh drama. Akhirnya Daniel benar-benar harus pergi ke Moskow bersama dengan keluarganya yang lainnya. Urusan pekerjaan yang sangat mendesak membuatnya harus meninggalkan istrinya meskipun ia tidak rela.


"Aku akan cepat kembali kalau pekerjaanku selesai sayangku," ujar Daniel kemudian memeluk dan mencium istrinya yang sedang merajuk manja.


"Cepat selesaikan pekerjaanmu dan kembali kemari," rajuk sang istri dengan sangat manja.


"Iya, sayangku. Aku pasti merindukanmu Sue." Daniel pun melepaskan pelukannya kemudian segera keluar dari kamar itu. Ia meninggalkan Suzanne yang menangis di dalam kamar itu sendirian.


Ia tidak bisa lagi berlama-lama karena pesawat jet pribadi keluarga Smith sudah lama menunggu mereka semua.


Perempuan muda yang tidak lagi gadis itu tak mau mengantar Daniel untuk pergi siang itu. Ia hanya tinggal di kamarnya dengan perasaan yang sangat sedih.


Sungguh tidak rela ditinggalkan oleh pria yang baru saja menikahinya itu. Akan tetapi ia juga tidak bisa ikut ke Moskow saat ini karena ia ada kelas untuk satu bulan ke depan sebelum final test.


"Hey, jangan menangis seperti itu. Moskow dan New Zealand hanya berjarak beberapa jam. Jadi kamu tidak perlu khawatir seperti itu sayangku," Shania langsung memeluk putrinya yang belum juga berhenti menangis.


"Aku tidak tahu Mommy, tetapi air mataku tidak mau berhenti, hiks."


"Sudahlah sayang. Sekarang kamu keluar dari kamar ini dan bergabung dengan Ramy."

__ADS_1


"Hibur dirimu ya." Shania menepuk bahu putrinya memberi semangat. Ia tahu putrinya sudah sangat mencintai pria muda asal dari Moskow itu hingga membuatnya sangat sedih seperti itu.


"Iya Mom. Aku akan bergabung dengan yang lainnya," ujar gadis itu kemudian menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya agar tidak tampak terlalu tampak sembab.


Shania tersenyum senang karena putrinya mau mendengarkan kata-katanya. Mereka berdua pun keluar dari kamar itu menuju ke Ruang keluarga.


Masih banyak orang disana. Ada Conan Doyle dan juga istri dan anaknya hingga Mansion itu tidak langsung terasa sepi.


Suzanne berusaha untuk tersenyum dan segera bergabung dengan Ramanda yang sedang menyanyi menirukan penyanyi favoritnya yang ada di dalam layar kaca.


🍀


Omar sang Daddy sudah lama meminta Elmira kembali ke Moskow setelah urusan pekerjaannya selesai. Akan tetapi peristiwa kecelakaan yang dialami oleh Daniel justru membuat ElRasyid ia utus ke Auckland untuk melihat keadaan keponakannya itu.


"Apa semuanya baik-baik saja sayang?" tanya Anna pada putrinya yang baru saja sampai.


"Iya Mom. Semuanya baik-baik saja. Daniel pun sudah menikah dengan Suzanne putri dari Uncle Kingston." Elmira menjawab dengan pipi bersemu merah.


Hatinya tiba-tiba berdesir lembut hanya karena mengingat kenangan-kenangan manisnya bersama dengan salah satu keluarga Kingston yaitu Harry.

__ADS_1


"Ah iya. Kami juga mendengar hal itu sayang. Dan sayang sekali karena kami tidak bisa menghadiri pernikahan itu." timpal Omar seraya mendudukkan dirinya di depan dua perempuan kesayangannya itu.


"Pestanya akan menyusul kalau Daniel sudah menyelesaikan proyeknya di negara ini, Daddy. Kamu bisa mengambil tugas di sana."


"Iya Aku tahu. Dan kamu pun sudah harus mempersiapkan dirimu untuk lamaran putra sahabatku," ujar Omar santai dan langsung membuat Elmira terlongo tidak percaya akan pendengarannya.


"Apa maksudmu Dad?" tanyanya untuk memastikan apa yang baru saja ia dengar.


"Apakah yang tadi sangat tidak jelas Mira?" Omar balik bertanya dengan tatapan tajam pada sang putri. Elmira merasakan lehernya tercekat. Ia langsung meninggalkan tempat itu dan berlari ke dalam kamarnya. Ia butuh mencerna kata-kata Daddynya.


"Aaaaaa tidak. Aku tidak mau menikah dengan orang lain Dad!" Elmira membenamkan wajahnya kedalam bantal dan menangis sejadi-jadinya. Ia hanya ingin menjadi istri dari Harry Sean Kingston.


"Harry, apa kamu bisa mendengarkan isi hatiku saat ini? kumohon datanglah dan lamar diriku, kalau kamu benar-benar menginginkan aku." Elmira terus menangis dan berharap Harry mendengarkan apa yang sedang bergejolak di dalam hatinya.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2