
"Harry, Aku percayakan Elmira padamu, sekitar 1 jam lagi acaranya di Hotel itu akan selesai, sedangkan Aku harus memastikan keadaan Suzanne." ujar Daniel Smith lewat sambungan telepon.
Sebelum lawan bicaranya membalas Daniel sudah mematikan telepon itu dan segera melaju mengikuti arah kendaraan pria yang sangat mencurigakan itu.
"Oh, Shi*t!" Daniel memukul kemudinya karena sudah berjalan jauh tetapi tidak menemukan jejak kendaraan pria itu.
Kota Auckland adalah kota yang baru buatnya meskipun ia sudah pernah berkunjung ke kota ini satu kali tetapi ia belum menguasai betul keadaan daerah ini.
Akhirnya ia putuskan untuk mengarahkan kendaraan itu menuju Mansion Keluarga Harry Sean Kingston. Ia berharap Suzanne saat ini sudah sampai di sana dengan selamat.
🍀
"Kenapa kita terburu-buru sekali Javier? kita bahkan belum cukup 1 jam berada di Sky Tower." ujar Suzanne dengan tanda tanya dihatinya.
Yang ia ingat, Javier sangat bersemangat ingin ke tempat itu tetapi kenapa sekarang malah sangat ingin membawanya pulang.
"Iya, Aku bahkan belum sempat melihat semuanya," timpal Ramanda menyetujui perkataan sahabatnya itu.
"Itu karena Aku sangat kasihan padamu Suzanne." jawab Javier dengan menunjukkan ekspresi rasa bersalah.
__ADS_1
"Aku minta maaf ya karena Aku membawamu ke tempat itu padahal kamu ada phobia dengan ketinggian," lanjut pria itu lagi.
"Seharusnya kan Aku meminta kalian ke tempat yang lain yang tidak berbahaya bagi Suzanne." Dua gadis itu tersenyum maklum. Mereka terdiam dan memikirkan bahwa kata-kata Javier benar adanya.
"Karena kalian masih ada waktu, bagaimana kalau kita ke tempat yang lain." usul Javier setelah lama terdiam.
"Kemana?" tanya Suzanne dan Ramanda bersamaan.
"Ke Rainbow's End Theme Park." jawab Javier dengan seringai diwajahnya.

Rainbow’s End Theme Park merupakan sebuah taman bermain yang terletak di 2 Clist Crescent Manukau, Auckland, Selandia Baru. Luas tanahnya memang tidak terlalu besar, namun Rainbow’s End Theme Park menjanjikan pengalaman berlibur yang super seru.
"Aku yakin kita bisa bersenang-senang dan menemukan berbagai macam wahana di tempat itu yang tak kalah seru jika dibandingkan dengan Universal Studio maupun Disneyland."
"Kami tentu saja pernah ke tempat itu Javier karena kami adalah orang asli Auckland. Tetapi karena tempat itulah yang awalnya membuat Suzanne jadi trauma dan phobia pada ketinggian," jelas Ramanda seraya menggenggam tangan Suzanne yang kembali terasa dingin.
"Oh maafkan Aku kalau begitu. Jadi kita akan kemana setelah ini?"
__ADS_1
"Kita pulang saja," jawab Suzanne yang tiba-tiba merasa tidak bersemangat lagi. Ingatannya kembali kepada Daniel Smith yang muncul di hadapannya tadi di Sky Tower.
Dalam hati ia terus bertanya-tanya apa yang dilakukan pria itu di tempat yang sama yang ia kunjungi tadi. Apakah pria itu datang ke Kota ini bersama dengan seseorang?
"Hem, baiklah. Akan Aku antar kalian pulang. Dan besok kalian harus menunjukkan padaku tempat wisata terbaik di Kota ini sebelum Aku kembali ke Moskow."
"Iya, tentu saja Javier." jawab Suzanne dan Ramanda bersamaan.
Javier akhirnya membawa kedua gadis itu pulang ke rumah mereka karena tidak berhasil melakukan rencana jahatnya.
Sebenarnya ia sudah hampir membuat gadis itu berada di dalam kuasanya saat di Sky Tower tetapi seseorang datang mengacaukan yang sudah ia rancang dengan baik.
Pria itu cukup terganggu dengan kedatangan Daniel Smith yang tiba-tiba muncul di tempat itu juga. Ia pikir pria itu sedang sibuk di Moskow tetapi ternyata ia juga berada di sini saat ia juga baru sampai.
Rencana harus ia ubah. Saat ini ia harus meraih hati Suzanne terlebih dahulu sebelum melenyapkan gadis itu untuk dendam sang kakak yang mendapatkan hukuman mati di Moskow, Rusia.
🍀
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍