
Shania Galdwin Kingston tersenyum melihat putrinya sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Hari-hari yang buruk sudah Suzanne lewati dengan penuh perjuangan.
Setelah beberapa bulan berada dalam keadaan fisik dan mental yang sangat buruk, gadis itu kini kembali ceria seperti sedia kala dengan sifat manja yang masih mendominasi kesehariannya.
Sang Mommy bersyukur karena putrinya juga sudah mau keluar Rumah dan masuk Universitas. Cita-citanya yang ingin bekerja sebagai seorang wanita karir membuatnya bersemangat lagi untuk belajar banyak hal.
"Mom, aku berangkat ya," ucapnya seraya mencium pipi perempuan cantik kesayangan semua orang yang ada di dalam Mansion besar itu.
"Iya hati-hati sayang. Harry sudah menunggumu di luar." ujar Shania dengan senyum diwajahnya.
Perempuan cantik itu sudah menugaskan putra pertamanya untuk mengantar Suzanne mumpung masih berlibur di negara ini.
Suzanne langsung naik ke mobil kakaknya yang sudah lama menunggunya di depan pintu.
"Kenapa lama sekali?" tanya Harry dengan wajah mulai kesal. Rencananya ke suatu tempat setelah mengantar Suzanne ke Universitas bisa terhambat karena adiknya itu.
Suzanne tidak menjawab tetapi langsung naik ke mobil kakaknya yang sudah lama menunggunya di depan pintu.
"Jangan marah-marah seperti itu Kak. Jodohmu nanti pergi meninggalkanmu kalau wajahmu seperti itu."
"Bukan jodohku yang akan pergi jauh. Tapi jutaan dollarku, Suzanne." jawab Harry dengan wajah tak sabar. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar tidak terlambat ke sebuah pertemuan bisnis dengan teman lamanya.
__ADS_1
"Maafkan Aku kak.Tapi jangan mengemudi mobil seperti ini. Aku kan takut." ujar Suzanne dengan dada berdebar. Ia merasa dejavu dengan momen seperti ini.
Ingatannya tiba-tiba kembali pada Daniel Smith yang punya kebiasaan membawa mobil seperti seorang pembalap formula 1.
"Tapi kita harus cepat sampa Suzanne. Jadi pastikan Seatbelt mu terpasang dengan baik, okey?" ujar Harry dengan menambah lagi kecepatan laju kendaraannya.
Brummm
Suzanne menutup matanya dan mulai berteriak keras memanggil nama seseorang yang selalu muncul di kepalanya akhir-akhir ini.
"Daniel Stop!"
"Daniel, Aaaaaa stop it!"
"Suzanne? kamu memanggil nama Daniel?" tanya Harry dengan wajah penasaran. Gadis cantik itu langsung membuka telapak tangannya yang sedang menutupnya wajahnya itu.
Suzanna tersenyum meringis kemudian menjawab, "Aku pikir Daniel yang membawa mobil dengan kecepatan seperti ini, kak."
"Suzanne?" otak Harry sudah mulai menduga-duga sesuatu. Ia menatap wajah adiknya itu dengan tatapan intens.
"Eh, jangan menatap seperti itu kak. Salahmu sendiri menitipkan Aku pada temanmu yang sangat menyebalkan itu. Aku kan jadi trauma." ujar gadis itu dengan pipi menghangat. Ia berharap sekali kakaknya tidak bisa menebak apa yang sedang ia rasakan saat ini.
__ADS_1
"Ah iya, Daniel Smith memang sering mengikuti balapan di sirkuit. Caranya mengemudi bisa membuat orang sepertimu sport jantung, Suzanne."
"Dan kamu hanya beda tipis dengan dirinya. Huhh." Suzanne pura-pura menampilkan wajah kesalnya pada sang kakak agar pria itu tidak bisa menebak perasaannya.
"Akan aku sampaikan keluhanmu Suzanne, pria itu memang harus mendapatkan pelajaran sedikit dengan kebiasaannya itu hahaha."
"Iya kak. Tolong sampaikan padanya kalau gara-gara dia, aku jadi gampang gelisah dan khawatir terus." ujar sang adik dengan bibir manyun.
"Apa yang kamu katakan Suzanne? kamu gelisah karena Daniel?"
"Ah tidak, eh iya." wajah Suzanne langsung berubah gugup. Ia langsung turun dari mobil kakaknya dan membanting pintu dengan keras.
Bugh
Harry Sean Kingston tertawa terbahak-bahak karena sudah mulai mencurigai sesuatu.
🍀
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍