Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
#Part 28 Asmara SP


__ADS_3

Vedran Sean Kingston yang baru saja memasuki Ruang keluarga langsung ikut bergabung bersama anggota keluarga lainnya.


Pria paruh baya itu menyapa Daniel Smith dan juga Elmira dengan wajah bahagia.


"Selamat datang di kota Auckland Smith Junior." sapanya dengan tangan menyalami pria muda dari Moskow itu.


Ia tidak menyangka akan kedatangan tamu-tamu yang sangat berjasa bagi kehidupan putrinya yang pernah mendapatkan satu masalah besar sewaktu berada di Moskow.


"Terimakasih banyak uncle," jawab putra dari Alexander Smith itu. Ia sangat senang karena pria itu menyambutnya dengan sangat baik.


'Bagaimana kabar Daddymu?"


"Baik uncle. Ia mengirim salam untukmu."


"Oh, sampaikan padanya kalau Aku sangat senang akan kedatangan kalian berdua di sini."


"Anda dokter Elmira?" Vedran ikut menyapa Elmira putri Omar setelah melihat kalau ada sosok lain lagi di dalam ruangan itu.


"Iya Tuan. Aku Elmira."


"Wah sebuah kehormatan besar bisa kedatangan tamu hebat seperti kamu. Apakah kalian datang bersama?"


"Iya Tuan. Kami datang bersama. Daniel menemaniku karena ada urusan pekerjaan di kota Auckland ini.":


"Oh iya bagus itu. Perempuan keluar rumah harus selalu dikawal oleh pria yang bertanggung jawab seperti Daniel putra Alexander ini, benar 'kan hahahaha?" Vedran tertawa seraya menepuk bahu Daniel. Yang lain pun ikut tertawa.


"Karena Daniel sang pengawal yang sangat bertanggung jawab," imbuh Shania ikut menambahkan.


"Bertanggung jawab apaan?" timpal Suzanne dengan bibir mencibir. "Meninggalkan tugas di tengah jalan. Itu bukan bertanggung jawab Mom. Itu namanya pecundang!' lanjutnya dengan tatapan kesal pada Daniel.


"Suzanne?!" Shania dengan cepat menegur putrinya yang kelihatan tidak sopan itu.


"Shan. Sudahlah sayang." Vedran memandang istrinya agar tidak menegur putri kesayangannya itu di depan semua orang. Ia khawatir kalau Suzanne akan malu dan berakhir menangis.


Shania tersenyum maklum. Ia sadar kalau Suzanne sang putri pasti sedang terganggu lagi perasaannya saat ini karena ada pria itu di tempat ini. Ia sangat mengenal putrinya dengan sangat baik.


"Ah ya, Ramy sayang, kamu bisa mengantarkan Dokter Elmira ke ke kamar tamu untuk beristirahat," pinta Shania pada putri Alma yang sejak tadi hanya diam saja di dalam ruangan itu. Ia ingin mengalihkan pembicaraan segera agar Suzanne bisa menyamarkan perasaannya.


"Iya Onty. Mari Dokter. Saya akan mengantar anda untuk beristirahat." Ramanda segera mempersilahkan Dokter cantik itu untuk melangkah bersamanya.


"Terimakasih banyak." Elmira pun pergi dari ruangan itu bersama dengan Ramanda. Ia memang butuh istrinya sekarang ini. Ingin meluruskan punggung setelah berjam-jam duduk di dalam ruang pertemuan.


"Ayo Daniel. Kita akan berbagi kamar." Harry menarik tangan sahabatnya itu menuju kamarnya sendiri diiringi anggukan kepala sang pemilik Mansion, Vedran dan Shania.

__ADS_1


"Kita ke kamar juga ya sayangku. Entah kenapa seharian ini Aku sangat merindukanmu," bisik Vedran disela-sela rengkuhan tangannya pada pinggang sang istri.


"Aku juga Vedran," balas Shania tersenyum menggoda. Mereka saling mengikis jarak dan mulai saling menyentuhkan bibir mereka berdua. Saling ******* dan membelit lidah.


Mereka lupa kalau masih ada Suzanne di dalam ruangan itu sedang nampak sangat kesal karena ditinggalkan oleh semua orang.


"Mommy Daddy!" teriak Suzanne karena semakin kesal kedua orangtuanya menunjukkan kemesraan di depan hidungnya sendiri.


Vedran dan Shania tersentak kaget. Mereka berdua saling melepaskan dengan cepat.


"Suzanne?" Shania langsung menyembunyikan dirinya di dalam pelukan suaminya. Ia sangat malu karena kedapatan bermesraan di depan putrinya sendiri.


Vedran Sean Kingston langsung mengangkat tubuh istrinya yang nampak sangat malu itu ke dalam kamarnya.


Pria itu tidak perduli dengan kekesalan Suzanne, sang putri. Yang paling penting baginya saat ini adalah menuntaskan hasratnya sekarang juga pada sang istri.


Sepekan tidak bertemu karena urusan pekerjaan membuatnya lupa akan keadaan sekeliling. Ia begitu rindu menenggelamkan dirinya kedalam arus kenikmatan dengan Shania yang sudah merupakan candu baginya.


Suzanne menghentakkan kakinya semakin kesal karena diabaikan oleh semua orang. Gadis itu langsung berlari ke kamarnya sendiri untuk menenangkan perasaannya yang sedang sangat kacau saat ini.


"Vedran, Aku malu pada Suzanne sayang," ucap Shania diantara sentuhan-sentuhan lembut dari tangan dan bibir sang suami diatas permukaan kulitnya.


"Aaaaakh," ia mendessah tertahan karena begitu menikmati apa yang sedang dilakukan suaminya padanya.


"Suzanne sudah dewasa sayang. Ia juga sebentar lagi akan menikah. Jadi kamu tidak usah memikirkannya ya," bisik pria kemudian mengulumm lembut bibir sang istri.


"Tapi Ved, aku...Aaaakh." Pria itu kembali melanjutkan kegiatannya menyapu leher jenjang sang istri dengan menggigit dan menghisapnya sangat lembut.


Shania merasakan dirinya mulai terbakar. Tubuhnya meremang dengan rasa yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata. Untuk sejenak ia ingin melupakan kekesalan sang putri.


Mereka berdua saling melepaskan hasrat yang sudah lama tertahan selama beberapa hari ini.


Vedran Sean Kingston seperti biasa akan selalu buas menyerang titik-titik sensitifnya sampai ia merintih-rintih nikmat dan memohon agar suaminya memasuki inti permainan.


Rupanya usia matang sang mantan Gengster tidak membuatnya cepat dalam setiap kunjungannya. Ia tetap saja seperti dulu yang selalu mampu membuat Shania tak berkutik dalam kenikmatan.


🍀


Suzanne membuka hadiah dari Javier dengan senyum mengembang diwajahnya. Kekesalannya pada semua orang ia ingin alihkan ke sesuatu yang menyenangkan.


Sebuah jam tangan mahal dan mewah ia dapatkan di dalam kotak hadiah itu. Dengan wajah gembira, ia langsung membuka jam tangannya sendiri dan menggantinya dengan pemberian dari pria asal Moskow itu.


"Cantik juga," ujarnya dengan mata berbinar memandang hadiah itu. Ini adalah hadiah pertama dari seorang pria padanya.

__ADS_1


Gadis itu sangat bahagia meskipun hatinya sangat mengharapkan kalau Daniel lah yang memberikan hadiah padanya sekecil apapun itu.


cekrek


Ia pun mengambil gambar tangannya yang sedang memakai benda itu kemudian mengirimkannya pada nomor Javier dengan ucapan Terimakasih.


Setelah itu ia pun segera keluar dari kamarnya untuk mencari Ramanda sang sahabat. Ia ingin menunjukkan pada gadis itu tentang hadiah yang baru didapatnya dari Javier Mascherano.


Gadis yang ia cari kebetulan juga sedang berjalan ke arahnya. Dengan wajah bahagia, ia menunjukkan jam tangan pemberian Javier itu ke depan wajah Ramanda.


"Lihat Ramy, hadiah dari Javier. Cantik sekali 'kan?" tanyanya dengan ekspresi yang sangat senang. Ramanda ikut senang melihat sahabatnya itu bahagia. Gadis kemudian berucap, "Wah cantik sekali Suzanne!"


"Terimakasih. Javier pintar memilih barang cantik." balas Suzanne masih dengan senyum diwajahnya.


"Tetapi sepertinya Jam tanganmu yang lama lebih bagus dan mahal, Maafkan Aku ya, karena Aku mengatakan hal yang sebenarnya." Bibir Suzanne yang sudah mengembang tersenyum berubah menjadi melengkung ke bawah karena kecewa.


Gadis itu langsung menurunkan bahunya karena kurang bersemangat lagi.


Ia langsung meninggalkan Ramanda yang nampak bingung dengan sikapnya. Gadis itu mengabaikan Suzanne dan melanjutkan langkahnya ke arah lain.


"Awwwww!" Suzanne yang berjalan dengan menunduk itu begitu kaget karena tangannya tiba-tiba ditarik oleh seseorang ke arah tempat kosong di lorong itu.


"Hey, apa-apaan ini?!" tanyanya dengan mata melotot tajam pada Daniel yang sedang menarik tangannya dengan kasar.


"Lepaskan jam tangan itu!" sentak Daniel dengan wajah datarnya. Suzanne menggelengkan kepalanya keras pertanda ia menolak.


Daniel mengerang kesal dan langsung membuka paksa benda penanda waktu yang sedang terpasang cantik pada tangan kanan gadis cantik itu.


Ternyata pria itu sudah lama berdiri tak jauh dari kamar Suzanne sejak tadi. Dan ia menyaksikan sendiri bagaimana bahagianya gadis itu menerima hadiah dari seorang pria asing bernama Javier itu.


"Tapi kenapa?"


"Karena Aku tidak suka!"


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


Eits, mampir sini dulu dong sebelum nutup aplikasi,

__ADS_1



__ADS_2