
Pagi itu Daniel Smith meminta keluar dari Rumah Sakit tempat ia dirawat. Bukan hanya karena merasa sudah sangat sehat dan juga kuat sebagai alasan utamanya melainkan karena Suzanne.
Selama dua hari menghabiskan waktu di tempat itu Suzanne samasekali tidak pernah datang menjenguknya. Dan itu membuat hatinya sangat kesal dan marah.
Apalagi ElRasyid setiap datang berkunjung ke Rumah Sakit pria itu selalu menceritakan keseruannya bersama dengan para gadis keluarga Vedran Sean Kingston. Marah dan kesalnya semakin menjadi-jadi.
Rasanya ia ingin segera bertemu dengan gadis manja yang sangat ia rindukan itu dan mengurungnya untuk menjadi miliknya sendiri.
Pagi menjelang siang ini, Aisyah dan Alex sudah bersiap-siap untuk keluar dari Rumah Sakit. Elmira ditemani oleh Harry yang mengurus administrasinya. Sedangkan ElRasyid tidak ketahuan entah dimana rimbanya. Pria itu hanya meminta izin ingin berjalan-jalan bersama dengan para gadis Auckland.
"Bagaimana kalau kita langsung kembali ke Moskow sayang?" usul Aisyah saat membereskan pakaian putra keduanya itu. Daniel menatap sang Mommy dengan wajah tak rela.
Pria itu sungguh tidak ingin meninggalkan kota Auckland sebelum bertemu dengan Suzanne.
"Aku setuju dengan Mommymu. Urusan di tempat ini sudah selesai. Jadi ada baiknya kita segera pulang ke Moskow. Aku ada banyak pekerjaan dalam beberapa hari ke depan." timpal Alex menyetujui keinginan istrinya.
Daniel menarik nafas panjang kemudian menjawab," Tidak sopan rasanya kalau kita langsung kembali ke Moskow tanpa berpamitan pada keluarga Kingston, Dad." Aisyah tersenyum maklum.
"Tentu saja Daniel. Kita akan mampir di tempat mereka sebelum pulang ke tanah Air. Kamu tidak perlu khawatir." Daniel pun tersenyum karena perempuan yang telah melahirkannya itu sangat mengerti dirinya.
Mereka pun pulang dengan menggunakan satu mobil saja. Harry yang bertindak sebagai pengemudi di sini. Sebagai Tuan Rumah ia memilih untuk meninggalkan semua pekerjaannya untuk sementara waktu.
__ADS_1
Ia benar-benar menyediakan waktunya untuk keluarga Daniel sang sahabat. Apalagi ia saat ini sedang melakukan pendekatan pada Elmira.
Pria muda itu sudah merasa sangat cocok dengan gadis pemalu seperti Elmira dan bersedia untuk menikahinya.
"Harry, kapan kamu ke Moskow lagi?" tanya Alex saat mereka sedang dalam perjalanan ke Mansion keluarganya. Harry yang sedang menyetir tersenyum kemudian menjawab,
"Untuk saat ini Aku tidak ada pekerjaan di Moskow Uncle. Tetapi Aku akan kembali ke Kotamu dalam waktu dekat." Pikiran Harry sekarang tertuju pada Elmira. Ia akan datang khusus ke Moskow untuk melamar gadis itu pada orangtuanya.
"Oh bagus itu. Aku rasa Daniel akan suka kalau kamu datang berkunjung, iyyakan Daniel?" Alex menatap putranya lewat layar kecil di atas dasbor mobil itu.
Daniel tersenyum kemudian mengangkat jempolnya. Pria itu lebih senang lagi kalau Harry membawa serta adiknya yang sangat manja itu.
Mereka pun mengobrol dengan santai sampai tidak terasa sudah tiba di depan Mansion besar dan luas milik keluarga Kingston.
Keluarga Smith dari Moskow itu tidak merasa kaget dengan suasana seperti itu. Karena di Rumahnya di Moskow pun tak jauh beda tampilannya dengan yang ada di sini.
Mereka pun masuk dengan langkah gembira. Daniel Smith yang ingin dipapah oleh Harry langsung memukul tangan sahabatnya itu dengan ekspresi kesal.
"Kamu pikir Aku sudah tidak sanggup berjalan sendiri hah?!" Harry tertawa terbahak-bahak melihat Daniel yang berubah pemarah seperti itu.
"Hey, kamu kalau marah tidak perlu seperti itu. Nanti tidak ada seorang gadis yang betah bersama denganmu." Harry semakin gencar menggoda Daniel yang tampak sangat kesal melihat Suzanne dan ElRasyid sedang duduk menikmati makanan sejenis sup di ruang keluarga itu.
__ADS_1
"Ah iya. Kalau tidak ada yang betah akan ku paksa mereka Harry." geram Daniel dengan tangan mengepal di kedua sisi tubuhnya.
Matanya tak lepas dari dua gadis cantik yang tertawa lepas dengan lelucon-lelucon yang disampaikan oleh ElRasyid, sepupunya.
"Ramy, Apakah Aku bisa meminta bantuanmu?" pintanya pada gadis yang sedang duduk di samping Suzanne itu.
"Oh tentu saja Daniel. Ada apa?" Ramanda langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Daniel.
"Aku juga ingin makan sup seperti yang kalian makan."
"Oh tentu saja. Kamu bisa duduk di sini. Aku akan meminta pelayan untuk membuat dan mengantarkannya kesini." Ramanda langsung berlalu dari hadapan pria Moskow itu setelah mempersilahkan pria itu duduk.
Daniel pun duduk di samping Suzanne yang sedang berusaha untuk tidak menyapanya. Gadis itu meraih sebuah mangkuk yang berisi makanan sejenis sup itu dan berniat untuk menikmatinya. Ia sedang ingin berpura-pura sibuk dan menunjukkan kalau ia tidak peduli pada Daniel.
"Hey, itu makananku!" Suzanne tersentak kaget karena Daniel mengambil paksa mangkuk ditangan gadis itu dan memakan isinya sampai habis. Ia tidak sadar kalau sudah memakan makanan yang penuh dengan paprika itu.
"Kamu Tuan Rumah yang tidak punya perasaan!" ujar Daniel Smith dengan tatapan kesal pada gadis itu. Suzanne terlongo bingung. Sementara Daniel menahan untuk tidak berteriak kepedesan.
🍀
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍