
Suzanne langsung berlari mencari air putih untuk membantu Daniel yang sedang kepedesan. ElRasyid sendiri hanya bisa menelan salivanya kasar karena merasa kaget dengan apa yang terjadi dihadapannya.
ElRasyid tahu kalau sepupunya itu tidak suka dengan makanan yang pedas tetapi menyaksikannya memakan yang berbahan paprika itu membuatnya yakin kalau Daniel benar-benar sedang menunjukkan perasaannya saat ini.
"Daniel, cepat minum airnya." Suzane memberikan segelas air putih pada pria itu dengan wajah yang sangat khawatir. Tidak berpikir lama, pria itu langsung menghabiskan minuman itu dengan beberapa teguk.
"Kamu kenapa memakannya hah? andai Aku tahu kalau kamu tidak suka makanan yang seperti ini, Aku pasti tidak akan membiarkan siapapun untuk membuatnya ada di sekitar sini." Daniel hanya tersenyum samar dengan ucapan gadis itu.
Suzanne semakin menunjukkan kekesalannya pada Daniel seperti seorang ibu yang sedang marah pada anaknya. Ia terus marah tidak jelas pada pria itu dan membuat Daniel bersorak senang.
Pria itu merasakan dadanya menghangat karena merasa diperhatikan. Sedangkan Suzanne akhirnya pergi meninggalkan pria itu menuju kamarnya. Ia kesal karena Daniel tidak memberikan reaksi seperti yang ia inginkan.
"Dasar tidak punya perasaan!" gerutunya seraya melemparkan tubuhnya keatas ranjangnya.
"Aaaaaaaa!" Gadis itu bangun kemudian memukul bantalnya seperti biasa ketika ia merasa hatinya sedang galau.
"Aku jadi tampak bodoh dan seperti sangat menginginkannya, ih kamu menyebalkan Daniel! Aku tidak suka!"
Suzanne terus-menerus menyalahkan dirinya yang sangat menyukai pria dingin itu. Ia sampai ingin menenggelamkan dirinya ke dalam lubang yang paling dalam karena semua orang di rumah itu akhirnya tahu isi hatinya.
Tok
Tok
Tok
Suzanne berdiri dari posisinya kemudian melangkah ke arah pintu kamarnya. Di sana ada Ramanda dan Elmira menatapnya dengan wajah gembira.
"Ada apa?" tanyanya pada dua gadis cantik yang sudah sangat akrab dengannya itu.
"Coba tebak, kami bawa kabar apa?" tanya Ramanda dengan ekspresi penuh teka-teki.
__ADS_1
"Apakah kamu dapat hadiah dari saudara kembar Kak Elmira? kamu kan suka padanya," jawab Suzanne dengan ekspresi santai.
Ramanda langsung memukul lengan sahabatnya itu karena malu. Suzanne begitu blak-blakan menyampaikan apa yang ada di dalam kepalanya padahal ada Elmira ada di sana.
"Suzanne! kamu ya?" pipi putri dari Conan Doyle itu langsung menghangat karena malu.
"Lalu apa? katakan saja padaku kabar baik apa yang kalian berdua mau sampaikan." Suzanne kali ini mengalihkan pandangannya ke arah Elmira yang tersenyum samar karena ulah dua sahabat barunya ini.
"Kak Mira? Apakah Kak Harry memberimu juga hadiah?" Elmira menggelengkan kepalanya dengan senyum diwajahnya. Ia juga sangat berharap Harry memberinya satu komitmen agar hatinya tak mudah goyah.
"Lalu berita apa yang kalian ingin sampaikan? kenapa disembunyikan?" Suzanne menatap dua gadis itu bergantian dengan wajah tidak sabar.
"Kamu baru saja dilamar oleh Daniel, Suzanne!" Ramanda dan Elmira menjawab secara bersamaan dan langsung membuat mata gadis Auckland itu membulat tidak percaya.
"Ap apa?" Suzanne bertanya dengan mulut megap-megap tidak percaya. Ia sampai memegang dadanya yang ia rasakan sesak dan tidak bisa bernafas dengan baik.
"Ulangi lagi Ramy!"
"Daniel baru saja meminta kepada uncle Vedran untuk menjadikanmu istrinya, Nona Kingston yang sangat manja!" jawab Ramy dan langsung memeluk tubuh sahabatnya itu dengan perasaan ikut bahagia.
"Hey, kenapa tidak mau? bukannya kamu sangat menyukai sepupuku Sue?" Elmira mengikuti langkah gadis itu kedalam kamar untuk menanyakan alasan gadis itu menolak.
"Aku tidak percaya! Daniel tidak pernah manis sedikitpun padaku!" Ia pasti hanya ingin mempermainkan Aku!" Suzanne menghentakkan kakinya dengan perasaan campur aduk.
"Suzanne, tidak mungkin Daniel berani bermain-main dengan Daddymu hah? kamu ingin kepalanya pecah meskipun ada uncle Alex di sini?" Suzanne terdiam. Ia ikut membenarkan kata-kata sahabatnya itu.
"Tapi Aku tetap tidak mau. Katakan padanya Aku tidak ingin menikah dengan pria dingin dan tidak punya perasaan seperti itu."
Ramanda dan Elmira tersenyum kemudian meninggalkan kamar itu dengan saling memberi kode khusus. Ada Daniel yang tiba-tiba muncul di kamar itu untuk melamar sang gadis impian dengan cara khusus.
"Jadi kamu tidak ingin menikah denganku Nona Kingston?" Suzanne yang sedang berdiri menghadap ke arah dinding itu langsung tersentak kaget.
__ADS_1
Ia merasa sedang bermimpi karena pria yang baru mereka perdebatkan itu ternyata ada di dalam kamarnya.
Suzanne berbalik dan memandang pria tampan yang sedang berdiri dihadapannya itu sedang tersenyum miring.
"Kamu? kanapa masuk ke kamarku? Dan dimana Ramy serta Kak Mira?" Suzanne panik. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Ia mencari dua gadis yang baru saja ada di dalam kamar itu.
"Aku tanya padamu Nona Kingston. Kenapa kamu tidak ingin menikah denganku?" tanya Daniel seraya melangkah mendekati gadis yang sudah mulai panik itu.
Daniel tersenyum samar karena Suzanne tidak bisa menjawab. Gadis itu malah memundurkan tubuhnya ke belakang karena ia begitu sangat gugup dengan keadaan yang begitu tiba-tiba ini.
"Ayo jawab Aku. Kenapa kamu tidak ingin menikah denganku hah? Apakah ada pria lain yang kamu inginkan Nona Kingston?"
"Iya, Ada," jawab Suzanne dengan cepat. Tubuhnya sudah terdesak ke dinding dan ia merasakan dadanya berdebar kencang. Tubuhnya juga ikut gemetar karena jarak antara tubuhnya dengan Daniel sudah sangat terkikis sekarang.
Daniel tersenyum miring dengan jawaban gadis itu. Ia tahu kalau gadis itu hanya menyukainya seorang. Dengan cepat ia meraih pinggang ramping Suzanne dan merengkuhnya.
"Siapa?" tanyanya dengan wajah ia buat sedatar mungkin. Ia suka sekali melihat wajah gadis itu yang nampak tegang.
"Siapa?" tanya Daniel lagi dengan bibir yang sudah begitu dekat dengan bibir gadis itu. Suzanne merasakan tubuhnya kaku. Aroma nafas Daniel sudah bisa ia rasakan menyentuh pipi dan bibirnya.
"Katakan padaku siapa yang kamu inginkan!" Suzanne merasakan dadanya tercekat. Dengan sekuat tenaga ia mendorong pria itu hingga terlepas dari dirinya.
"Aku menginginkan pria yang manis tidak seperti dirimu! kamu menyebalkan Tuan Smith!" teriak gadis itu dengan nafas tersengal-sengal menahan gelenyar aneh yang menyerang pertahanannya.
"Kamu suka mempermainkan perasaanku!" lanjut gadis itu kemudian ingin berlari keluar dari kamar itu tetapi tangannya langsung diraih oleh Daniel. Pria itu menariknya lagi ke dalam pelukannya.
"I love you, Suzanne Sean Kingston!"
🍀
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍