
Moskow, Rusia.
Suzanne Sean Kingston membuka kelopak matanya dengan pelan kemudian menutupnya lagi. Ia berusaha mengumpulkan nyawanya kemudian membuka matanya kembali.
Gadis itu berusaha menyesuaikan pencahayaan yang ada di dalam ruangan luas itu dengan penglihatannya yang masih terasa kabur.
Cukup lama ia menatap ruangan yang tampak asing di sekitarnya itu kemudian ia bangun dengan cepat.
"Dimana aku?" tanyanya dengan suara pelan. Bayangan kencangnya mobil yang dikendarai oleh Daniel Smith tiba-tiba ia rasakan kembali dan membuatnya langsung berteriak kencang.
"Aaaaaaaa!" kepalanya kembali pusing seolah-olah kejadian itu terulang kembali.
Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Tubuhnya juga gemetar karena bunyi tembakan dan ledakan ikut menghantui pikirannya. Ia seperti kembali ke situasi yang sangat menegangkan pada saat itu.
"Hey ada apa sayang?" tanya Aisyah dengan wajah khawatir. Perempuan cantik berjilbab itu langsung meraih Suzanne kedalam pelukannya untuk memberikan ketenangan.
"Aku takut onty. Mereka mengincar nyawaku, huaaa." jawab Suzanne seraya menangis histeris. Gadis itu membalas pelukan Aisyah padanya. Ia merasa sangat nyaman karena seperti sedang berada dalam pelukan mommynya sendiri.
"Tenanglah sayang, kamu aman di sini." jawab Aisyah dengan tangan mengelus lembut punggung gadis itu. Lama mereka berpelukan seperti itu sampai gadis itu melepaskan dirinya karena perasaannya sudah lebih baik.
Ia memandang kembali ruangan itu kemudian bertanya, "Dimana Daniel? apakah ia selamat dari ledakan itu Onty?" tiba-tiba ia merasa khawatir karena pria yang menyelamatkannya itu tidak berada di sekitarnya.
Suzanne takut sebuah hal buruk terjadi pada pria yang sangat menyebalkan itu.
Aisyah tersenyum seraya melirik putranya yang ternyata ada disana tapi tak terlihat oleh gadis cantik itu.
"Kamu mencariku?" tanya Daniel dengan senyum sinis diwajahnya. Suzanne tersentak kaget dan sedikit malu karena kedapatan mengkhawatirkan pria itu.
"Hey, jangan percaya diri seperti itu. Aku hanya ingin memastikan kamu masih hidup atau tidak!" timpal Suzanne dengan bibir mengerucut karena kesal.
Sedangkan Daniel semakin menampakkan wajahnya yang tidak bersahabat kemudian menjawab,
__ADS_1
"Tentu saja aku masih hidup untuk menjaga gadis manja dan keras kepala seperti kamu. Dan juga supaya kamu tidak mati konyol!"
Suzanne mengerang kesal kemudian meremas udara di hadapannya seolah-olah sedang meremas wajah pria menjengkelkan itu.
"Ish! kamu tidak pernah diajar oleh orang tuamu untuk bicara baik-baik ya?" tantang Suzanne dengan wajah semakin kesal.
Aisyah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan bingung. Ia pikir gadis ini adalah kekasih Daniel sang putra. Tetapi sepertinya tebakannya salah. Dua orang ini tidak tampak akur sama sekali.
"Jaga mulutmu gadis manja! Dan jangan asal bicara!"
"Daniel, sudahlah nak. Sekarang kamu bisa keluar. Mommy dan Asma yang akan menemani gadis cantik ini."
"Mommy?" tanya Suzanne seraya menatap Daniel dan Aisyah bergantian. Aisyah tersenyum kemudian mengangguk seolah-olah menjawab pertanyaan gadis itu.
Suzanne langsung tersenyum meringis karena sudah menyalahkan orang tua Daniel atas kejengkelannya pada pria itu.
"Maafkan aku Onty," ujar Suzanne seraya melipat tangannya di depan dadanya. Ia merasa bersalah karena sudah tidak sopan pada perempuan cantik itu.
🍀
Kashmir.
Sore ini semua prajurit terlatih dari pasukan perdamaian PBB berpatroli ke sekeliling kamp-kamp pengungsian korban perang antar dua negara itu. Keamanan dan kenyamanan rakyat Kashmir menjadi prioritas mereka.
Berada di tempat yang terbuka dalam keadaan takut dan cemas terkadang membuat rakyat itu sering mengalami trauma yang mendalam akan kejadian buruk yang terjadi pada mereka.
Anak-anak yang paling rentan mengalami hal seperti ini. Dan inilah salah satu tugas dari pasukan perdamaian PBB di sini.
Mereka bukan hanya sebagai penengah dalam setiap konflik tetapi mereka juga menjadi teman ataupun sahabat dalam menyembuhkan trauma itu.
Harry Sean Kingston terdiam di tempatnya sampai tertinggal dengan rombongan teman-temannya. Pria itu terlalu fokus memperhatikan seorang perempuan yang sangat mirip dengan seseorang yang ia temui semalam.
__ADS_1
Perempuan itu sedang mendiamkan seorang bayi kecil yang sedang menangis dipangkuannya. Perempuan itu sampai menyanyikan lagu tidur untuk bayinya dengan sangat merdu. Dan entah kenapa Harry sampai terbuai dibuatnya.
"Kapten Harry. Apa yang anda lakukan di sini?" tanya seorang prajurit yang kebetulan sedang lewat di sampingnya. Pria asal New Zealand itu tersentak kaget kemudian tersenyum.
"Aku sedang memperhatikan perempuan itu yang sedang menenangkan putrinya. Kurasa dia adalah orang ibu yang baik." jawab Harry tanpa mengalihkan pandangannya pada sosok cantik yang sedang duduk di depan tenda pengungsian itu.
Kerudung yang ia gunakan sedikit menutupi wajahnya tetapi Harry yakin perempuan itu adalah perempuan yang semalam ia temui.
"Dia adalah Zara Mukesh. Anak itu bukan putrinya tetapi ia asuh karena orangtuanya meninggal dalam perang kemarin di Perbatasan." jelas Ivanovic dengan tatapan terarah pada Zara.
"Oh, begitu ya?" Harry tersenyum dengan debaran semakin kencang di dadanya. Ia semakin yakin kalau perempuan itu selain cantik ia juga sangat baik dan penyayang.
"Apa kamu tertarik padanya Harry?" tanya Ivanovic dengan alis terangkat. Ia sudah mencurigai ada yang tidak beres dengan tatapan pria itu pada perempuan yang bernama Zara Mukesh itu.
Harry tidak menjawab. Ia hanya tersenyum kemudian meninggalkan tempat itu. Ia harus melaksanakan tugas bersama teman-temannya sekarang.
Dan ia berjanji, lain waktu, ia akan mencari informasi lebih banyak tentang perempuan yang bernama Zara Mukesh itu. Ia cukup tertarik dengan perempuan yang ia temui pada malam sebelumnya.
🍀
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
Eits, mampir dulu dong disini sambil menunggu update berikutnya.
Mampir Mampir Mampir 😅 dikarya teman othor nih. Bagus banget.
__ADS_1