Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 23 Asmara SP


__ADS_3

Harry Sean Kingston memasuki sebuah Cafetaria di jejeran pertokoan di kota Auckland pagi itu. Ia berharap tidak terlambat karena sebuah urusan sepele dengan sang adik.


Penanda waktu di pergelangan tangannya ia tatap untuk memastikan kalau ia mungkin hanya terlambat sekitar beberapa menit.


"Huffft." Harry menarik nafasnya panjang kemudian mencari nomor meja yang sudah ia sepakati dengan teman-temannya dari beberapa daerah di Auckland. Langkahnya terhenti karena di hadapannya seorang sahabat tersenyum padanya seraya merentangkan tangannya ingin memeluknya.


"Ya Ampun Daniel? kamu ada di sini hah?" ujar Harry dan langsung memeluk tubuh tinggi pria tampan dari Moskow itu.


"Kamu tidak memberitahuku kalau kamu mau datang,' lanjut pria itu seraya menepuk bahu putra kedua Alexander Smith itu.


"Aku sebenarnya tidak mau datang tapi kamu lihat siapa yang meminta aku untuk mengawalnya ke negara ini?" balas Daniel seraya melepaskan pelukan sahabatnya itu.


"Siapa?" tanya Harry penasaran. Ia memandang berkeliling untuk mencari tahu siapa yang dimaksud oleh Daniel Smith.


"Elmira sedang ke Toilet. Eh itu dia, sepupuku. Putri uncle Omar." Daniel menunjuk seorang gadis cantik yang baru keluar dari sebuah ruangan sekitar 7 meter dari tempat mereka berada sekarang ini.


Harry dan Elmira saling bertatapan dengan tersenyum canggung. Seketika mereka berdua mengingat momen pertemuan mereka berdua sewaktu di Moskow.


"Hai dokter Elmira. Selamat datang di Kota New Zealand." sapa Harry dengan senyum samar diwajahnya. Entah kenapa jika bertemu dengan dokter cantik ini bibirnya selalu ingin tersenyum karena beberapa pengalaman lucu yang mereka alami berdua.


"Hai, Tuan Kingston." jawab Elmira dengan senyum canggungnya.

__ADS_1


"Mohon maafkan Aku. Karena ada Meeting dengan beberapa teman di sebuah meja di sudut tempat ini. Aku tinggalkan untuk beberapa saat ya." Harry merasa tidak nyaman karena harus meninggalkan sahabatnya itu karena urusan bisnis yang akan ia lakukan.


"Tidak apa Harry. Aku dan Elmira baru juga sampai," ujar Daniel Smith seraya mempersilahkan Harry untuk melanjutkan kegiatannya.


"Baiklah. Jangan kemana-mana. Aku akan menemui kalian lagi," ujar Harry seraya mengangkat jari telunjuknya agar Daniel mendengarkan apa yang ia katakan.


"Iya, lakukan segera pekerjaanmu. Aku juga masih ingin mencoba kopi buatan Auckland." ujar Daniel seraya mempersilahkan Elmira untuk duduk.


Elmira Omar Yusuf memandang punggung lebar Harry yang semakin menjauh dari meja mereka dengan hati berdebar kencang. Ia tidak menyangka akan bertemu dengan pria itu lagi disini setelah beberapa bulan berlalu.


"Mira, kamu mau pesan apa?" tanya Daniel secara tiba-tiba dan berhasil membuatnya tersentak kaget. Gadis itu langsung tergagap kemudian membaca daftar menu dihadapannya.


Tetapi sayangnya konsentrasinya tidak berada di sana. Entah kenapa wajah Harry dan senyumnya yang khas itu membuatnya tidak tahu harus memesan makan apa.


"Ah iya. Aku pesan yang kamu pesan Daniel." ujarnya seraya menyodorkan daftar menu itu kembali ke atas meja. Daniel hanya tersenyum melihat perubahan ekspresi pada sepupunya itu.


Pria itu pun memesan makanan sesuai seleranya dan berharap kalau Elmira menikmati yang ia pesan. Sepupunya itu adalah gadis yang sedikit pemalu jika memasuki daerah baru.


Untuk itu Uncle Omar memintanya untuk menemani sang putri untuk menghadiri pertemuan dengan para dokter muda seluruh dunia di kota Auckland itu.


"Wow, rasa kopinya sangat nikmat Daniel. Rasanya beda dengan kopi orang Moskow." ujar Elmira dengan ekspresi yang sangat lucu bagi Daniel. Pria itu tersenyum karena berhasil membuat gadis itu meminum kopi.

__ADS_1


"Memangnya kamu pernah meminum kopi sebelum ini Mira?" tanya Daniel dengan alis terangkat. Ia sengaja menggoda sepupunya itu yang sepertinya tidak fokus lagi.


"Astagfirullah. Kamu mempermainkan aku Daniel. Kamu kan tahu kalau aku tidak pernah meminum kopi sebelum ini." Elmira langsung mendorong cangkir kopi itu menjauh dari hadapannya dengan wajah kesal.


"Hahahaha, aku tahu sesuatu pasti terjadi padamu Mira. Kamu sering seperti ini jika kamu tidak fokus." Elmira mencibir semakin kesal.


"Kamu harus Fokus Mira. Kamu seorang dokter. Akan berbahaya pada pasienmu nantinya." tegur Daniel dengan senyum diwajahnya.


Ia tahu gadis itu langsung berubah tidak fokus hanya karena bertemu dengan Harry sang sahabat.


"Ish!" Elmira semakin kesal karena ketahuan oleh Daniel.


Gadis itu berusaha meredakan debaran didadanya karena matanya tiba-tiba bertemu pada satu titik dengan mata biru Harry dari sudut meja di ruang Cafetaria itu.


Sementara itu Harry Sean Kingston yang sedang menjelaskan tentang sebuah bisnis dengan teman-temannya di meja itu merasakan hal yang sama hanya karena tak sengaja bertemu pandang dengan dokter cantik itu.


Harry tersenyum kemudian melambaikan tangan ke arah Elmira. Ia berharap akan ada waktu untuk bersama dengan gadis itu setelah urusannya selesai di Cafetaria itu.


🍀


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2