Asmara Sang Pengawal

Asmara Sang Pengawal
# Part 60 Asmara SP


__ADS_3

Suzanne begitu kaget karena Daniel mengikutinya ke dalam kamar mandi. Ia sampai menutupi dua bagian depannya yang sangat menarik dimata Daniel itu dengan kedua telapak tangannya.


"Kamu mau apa Daniel?" tanya dengan pandangan tanya. Daniel tersenyum kemudian menghampiri sang istri tercinta.


"Aku ingin mandi bersamamu sayang, bolehkan?" Pria itu terus melangkahkan kakinya ke arah Suzanne yang sudah nampak tegang dan juga deg-degan.


Perempuan itu memundurkan langkahnya dan tak sadar sudah menabrak dinding kamar mandi yang begitu sangat dingin menyentuh punggungnya.


"Hey, kamu takut padaku sayang?" tanya Daniel seraya meraih tangan istrinya yang sedang menutupi dua buah asetnya yang sangat ingin dicicipi oleh Daniel.


Pria itu mengangkat tangan Suzanne ke atas kepalanya dengan satu tangannya ke dinding kamar mandi. Sedangkan tangan yang satu memberikan remasan pada salah satu benda kenyal itu.


Suzanne tersenyum dengan wajah bersemu merah. Ia menutup matanya saat salah satu miliknya yang lain sedang dimainkan di dalam mulut suaminya.


"Aku tidak takut Dan, Aku cuma sedikit gugup karena kamu mengikutiku ke sini sayang, Aaaaakh," Jawab perempuan cantik itu seraya mendessah tertahan. Ia tak sadar mengeluarkan suara-suara lucknut yang membuat Daniel diatas angin.


Daniel melepaskan tangan Suzanne dari atas dinding dan memutar kran shower di dalam kamar mandi itu. Seketika tubuh mereka berdua basah dari guyuran air dari atas tubuh mereka.


Sebuah lanjutan kegiatan yang lebih ekstrim pun mereka dibawah guyuran air itu. Sekali lagi mereka mereguk nikmatnya bercinta sepanjang sore itu. Hasrat yang menggelora diantara keduanya mereka hempaskan di dalam tempat yang dingin itu sampai mereka kelelahan.


Menit berikutnya, Suzanne sungguh sudah tidak berdaya. Ia tumbang dan tak mampu lagi berdiri. Daniel pun membawanya keluar dengan perasaan bersalah. Ia merutuki dirinya yang tidak ada puasnya melepaskan dirinya di dalam tubuh sang istri.


"Tidurlah sayangku. Maafkan Aku ya," ujar Daniel kemudian membungkus tubuh polos sang istri yang sedang menggigil kedinginan itu. Suzanne tidak menjawab. Perempuan itu langsung tertidur karena kelelahan.


🍀


Malam pun datang. Ruangan makan yang biasanya cukup sepi kini berubah sangat ramai. Hampir semua keluarga besar Smith hadir di tempat itu. Mereka menyediakan waktunya untuk menyambut kedatangan tamu spesial yang datang malam itu.


Albert dan Reisya juga hadir di tempat itu begitupula dengan Maksim dan juga Istrinya. Mereka sangat bahagia karena kakak tertua mereka sudah hampir menikahkan lagi putri bungsunya setelah Daniel yang menikah di Auckland secara dadakan.


Victor Sergey Abdullah datang bersama dengan keluarganya melamar Asma untuk dijadikannya istrinya. Sedangkan Omar yang juga hadir disana dan tidak tahu dia diundang bersama dengan istrinya hanya bisa menatap Sergey Abdullah dengan pandangan tak terbaca.


Mereka berdua saling pandang dan menertawakan kebodohan mereka berdua. Omar menepuk bahu Sergey kemudian berucap,


"Kita hampir saja melakukan kesalahan Sergey, dan membuat dua anak kita menderita, Hehehehe."

__ADS_1


"Ya ya kamu betul sekali. Dan ternyata Tuhan memilki rencana lain yang sangat unik. Kita masih tetap menjalin hubungan keluarga melalui adikmu Aisyah."


"Ya kamu betul sekali. Ternyata Victor menyukai Asma keponakanku dan bukannya putriku Elmira," ujar Omar dengan senyum diwajahnya. Pria paruh baya itu pun melanjutkan seraya memperhatikan interaksi Elmira dan juga Asma yang sangat akrab.


"Sebuah hal yang sangat mengejutkan tetapi membuatku sangat bahagia dan tenang." Omar menarik nafas lega karena gagal menyakiti putrinya yang sangat ia sayangi.


Bisa ia bayangkan kalau niat mereka berdua dipaksakan untuk terjadi maka bisa dipastikan akan membuat banyak hati yang terluka.


Sekali lagi ia bersyukur karena mempunyai Anna sebagai istri yang bisa memberikannya masukan yang sangat berharga.


Mereka semua pun menikmati acara makan malam itu dengan perasaan yang sangat bahagia. Rasanya kumpul keluarga itu begitu bermakna diantara kesibukan mereka semua dengan pekerjaan dan keluarga masing-masing.


"Selamat ya Asma. Aku tidak menyangka kalau kamu ada hubungan dengan Victor selama ini," ujar Elmira seraya memeluk tubuh sepupunya itu.


Asma tersenyum kemudian menjawab, " Aku juga tidak tahu kalau ternyata Victor menyukaiku. Kami selama ini selalu bersama sebagai rekan kerja di Perusahaan Daddy. Dan kamu tahu? ia baru menyatakan perasaannya padaku beberapa hari yang lalu."


"Hem pantas saja ia menolak perjodohan kami, karena ternyata ia mencintaimu Asma hihihi," jawab Elmira dengan tawanya yang cekikikan.


"Dan kamu bersyukur kan karena kamu bisa bersatu dengan Harry," imbuh Asma seraya melirik Harry dan beberapa pria lainnya yang sedang mengobrol santai.


Harry yang merasa sedang diperhatikan dari jauh oleh Elmira langsung menghentikan kegiatannya. Ia datang menghampiri gadis kesayangannya itu dan membawanya dari hadapan Asma.


Pria itu menarik tangan Elmira untuk dibawanya ke kolam renang yang bersisian dengan ruang makan yang mereka semua tempati.


"Hey, kenapa kamu membawaku keluar Harry? Aku tidak enak dengan para keluarga di dalam sana," protes Elmira dengan wajah malu. Ia juga takut pada Daddy dan Mommynya yang pasti melihat mereka berdua.


"Tidak Apa Mira. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang melanggar aturan sayang. Aku hanya ingin berdua denganmu saja sambil memandang langit," jawab Harry tersenyum.


Ia pun meminta gadis cantik itu untuk duduk di depan kolam kemudian meminta Elmira memandang ke atas langit.


Boom


Elmira tersentak kaget dengan suara besar yang meledak dari atas langit hitam malam itu. Harry ternyata meledakkan kembang api di atas langit dan membentuk sebuah tulisan yang sangat indah.


I Love you Elmira

__ADS_1


Harry mengingat masa kecilnya di Auckland ketika bersama dengan uncle Conan Doyle saat menyatakan perasaannya pada Onty Alma. Dan sekarang ia juga ingin menyatakan perasaannya yang membuncah pada Elmira.


"Wow!"


Semua orang ada di dalam rumah ikut keluar ke tempat mereka berada saat mendengar bunyi ledakan di Udara. Mereka semua takjub dengan apa yang mereka saksikan di langit.


Mereka semua tak bisa berkata-kata dengan kejutan yang dibuat oleh Harry Sean Kingston pada Elmira.


Hanya kata Wow yang keluar dari mulut mereka saat putra dari Vedran Sean Kingston itu meledakkan kembali kembang apinya di atas langit.


Boom


Elmira You are my Destiny


Semua orang bertepuk tangan melihat aksi Harry yang menyatakan perasaannya dengan sangat manis seperti itu.


Boom


Will You Marry me at this Moment?


Elmira menatap Harry dengan tatapan tak percaya. Hatinya berdebar kencang saat membaca tulisan itu. Ia yakin sekali kalau Harry pasti bercanda dengan kalimat terakhir yang ada di atas langit malam itu.


*Elmira, I love you : Elmira, aku mencintaimu.


"Elmira, You are my Destiny: Elmira, Kamulah takdirku.


*Will You Marry me at this Moment? : Maukah kamu menikah dengan aku saat ini?


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2