Autumn In Heart

Autumn In Heart
Part 50


__ADS_3

Aku melambai pada Briyan yang menutup kaca mobil. Setelah itu aku mengambil kunci dari dalam tasku. Samar-samar aku bisa mendengar suara berisik dari dalam rumah. Siapa? mana mungkin, aku pasti salah dengar.


Ku masukkan kunci ke dalam lubangnya, akan tetapi belum sempat aku memutar anak kunci di tanganku, pintu sudah terbuka.


Ulah siapa ini?


Aku mendorong pintu perlahan dan masuk ke dalam. Dan seseorang sudah bertatap muka denganku, Sena!


"Ka—kakak?!" Sena terbelalak melihat kehadiranku.


Seorang laki-laki yang tengah mabuk menghampiri Sena.


"Sayaanng, kamu ngapain di sini? aku suruh kamu beli makanan...." Si laki-laki itu mengalihkan pandangan nya. "Hei... siapa kamu? kenapa kamu ada sini? ini rumah ku, he he he he he he he." Si laki-laki tertawa.


Aku tak banyak berpikir, hanya mengambil kunci dan mengunci pintu. Kemudian aku berjalan ke arah Sena dan laki-laki yang sedang mabuk itu.


Aku menatap mereka berdua dengan tatapan menyeringai. Sena ketakutan dan berbicara gagap.


"Ka—kakak, maafkan aku... aku cuma berusaha mencari kakak, Ben yang sudah mengantarkan ku. Ta—tapi, kakak nggak ada di rumah."


Aku tak menghiraukan apa yang Sena katakan. Aku hanya memperhatikan tingkah laki-laki bernama Ben di samping Sena yang juga ikut menyeringai kepadaku.


"Sayang, ini benar kakak mu? tampang nya seperti preman. Sama sekali nggak sesuai denganmu." Ucap Ben berkacak pinggang dan menunjuk kepadaku.


Buuugghh!!


Buuugghhh!!


Buugghhhh!!

__ADS_1


Aku membuat Ben terjatuh karena pukulan ku.


"Kakak...!! jangan pukul dia!!" Sena berteriak hampir menangis.


"Kenapa? kamu mau aku pukul juga?!" Aku menyeringai pada Sena yang berusaha membantu Ben berdiri.


Akan tetapi aku menendang tangan Sena dengan kaki ku.


Bugh!


"Aduh! kakak.. sakit!!" Sena menangis mendapat tendangan dariku. Ia berlutut memegangi tangannya.


"Siapa yang mengizinkan kalian berdua masuk ke dalam rumah ini?"


"Ma'afkan aku kak...." Sena menangis dan merintih kesakitan.


"Masuk rumah orang lain tanpa izin itu sangat tidak ber-etika, kamu tahu?"


"Apa aku harus menelpon Briyan untuk hal menjijikan seperti ini? atau melaporkannya pada ketua RT?" Tanyaku menatap Sena tajam.


"Ja—jangan kak, jangan..!" Ucap Sena terus memohon.


Aku menarik sebuah kursi plastik yang ada di ruangan itu dan duduk.


"Aku yakin sekali di seluruh rumah ini dipenuhi sampah dan minuman keras, sekarang bersihkan seluruh rumah ini setelah


itu pergi dari hadapanku dan bawa kekasih mu yang menjijikan ini pergi bersama mu!"


"I—iya kak!"

__ADS_1


Setelah mengucapkan itu Sena dengan sigap membersihkan seluruh ruangan hingga bersih, dan mengepel lantai nya. ia nampak bolak balik di hadapanku. Sesekali ku injak dan ku tendang kepala Ben yang telah terbangun dan berusaha bangkit. Akan tetapi aku tidak akan memberikan dia kesempatan.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Ben kembali tak sadarkan diri di lantai.


"Kakak... kalau kamu pukuli terus dia bisa mati!" teriak Sena bersama dengan tangisannya.


"Kamu benar! semakin lama kalian di sini dia akan semakin cepat mati!"


Bugh!


Aku memberikan tendangan terakhirku dan kembali duduk di kursi. Aku sama sekali tak perduli dengan tatapan atau tangisan Sena. Bagiku, keduanya terdengar dan terlihat menjijikan!


Sena kembali dengan aktivitas bersih-bersih nya.


Setelah 2 jam kemudian, ia selesai membersihkan segalanya dengan baik.


"Kakak, aku sudah selesai..."


"Bagus, sekarang dengar Sena... aku sudah merekam perbuatan kalian, dengan mudah aku bisa melaporkan mu ke polisi dan juga pada warga atas kelakuan kalian berdua ini. Jadi, jangan berpikir untuk mengulangi perbuatan kalian ini! kamu dengar?!"


"Ma'afkan aku kak...." Sena berusaha membantu Ben berdiri, ia setengah sadar. sekarang. Sena membawanya keluar rumah dan mencari sebuah taksi untuk mereka gunakan.


Mereka berdua cukup membuat malu dengan jadi tontonan warga.

__ADS_1


Aku memeriksa seluruh rumah untuk memastikannya benar-benar bersih. Mengingat kejadian tadi membuatku sangat muak. Bahkan karena kejadian itu aku harus membeli kunci rumah baru karena yang lama telah di rusak dan dibobol oleh Ben.


__ADS_2