
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Hari ini pengumuman diterima atau tidaknya Manda diuniversitas yang dia dambakan.
Beberapa waktu yang lalu, dia telah mendaftarkan diri lewat email. Dan sudah mengikuti ujian masuk universitas.
" Bagaimana apa kamu siap ?" tanya Dira
Manda menghela nafas panjang dan mengerakkan tangannya diatas komputer.
" jangan gugup, kamu pasti diterima " kata Ayu
Hermansyah hanya berdiri dibelakang Manda melihat dengan matanya sendiri apa hasilnya.
Sebuah senyuman terlihat dari wajah mereka semua. Manda Novitasari telah diterima di Universitas A dengan nilai yang sangat baik.
Manda berdiri dan memeluk semua keluarganya. Air mata menetes di kedua matanya, tapi senyuman terpancar diwajahnya.
"alhamdulillah... Terima kasih pa, ma, Dira kalian telah mendukungku sampai disini."
" ini baru permulaan, Nanti kamu harus berjuang lebih keras disana, apa lagi kamu sendirian disana." kata Hermansyah
" jangan khawatir pa... Manda akan sering-sering memberi kabar, kita bisa setiap hari Vidio call kan." kata Manda
" hanya satu pesan mama, jangan baik-baik diri kamu disana, meskipun kamu sudah dewasa, kamu harus tetap menjaga nama baik papa dan keluarga kamu disana." kata Ayu
__ADS_1
" Siap..."
Manda melihat Dira hanya diam saja, dia terlihat sedih tapi mencoba untuk tersenyum.
" aku akan sering menelponmu." kata Manda sambil meraih Dira dan memeluknya
"Sebenarnya aku tidak ingin kamu pergi, aku akan benar-benar mengambil semua dari mu kalau kamu pergi." kata Dira
" kamu kan tahu, mimpiku adalah mengembangkan hotel papa, disana aku bisa belajar lebih baik. Aku janji setelah berhasil aku akan segera pulang." kata Manda
Hari berlalu, besok Manda harus berangkat ke London. Dia sedang berkemas dan menyiapkan apa saja yang akan dibawa ke London.
"Disana udaranya sangat dingin, bawa baju yang hangat. " Dira memasukkan semua baju hangat kedalam koper.
" Bawa juga makanan ringan, kamu kan suka semua ini, disana tidak ada makanan seperti ini." Dira memasukkan snack kedalam koper
" Dira aku akan pergi belajar, bukan piknik, kita bawa yang penting saja." Manda mengeluarkan lagi
Dira terdiam, dia menatap koper didepannya. Air mata Dira terus mengalir semakin lama semakin banyak.
Manda mendekat dan memeluk Dira
" Jangan pergi, aku akan mengambil semuanya nanti. " Kata Dira sambil menangis
__ADS_1
" kamu boleh mengambil semuanya dari ku, kasih sayang papa dan mama, kamarku, barang-barangku. Tapi jangan ambil Yuda dari ku. " kata Manda
" Mana mau aku sama dia, aku tidak suka laki-laki seperti Yuda, lagi pula aku sudah menyukai orang lain, dia sangat tampan. "kata Dira
" oh ya... Kenapa tidak cerita kepadaku ? "kata Manda kaget
" kamu jangan pergi, aku akan memperlihatkan dia kepadamu nanti. " kata Dira
Manda tersenyum, mungkinkah ini hal yang asal-asalan dikatakan Dira untuk menghentikan Manda. Pikir Manda
" aku akan melihatnya nanti saat kembali." kata Manda
Akhirnya mereka selesai berkemas, Hermansyah, Ayu dan Dira mengantar Manda ke bandara. Tidak lupa juga pak Eko, karena dia sudah lama melayani Manda dia juga ingin melihat Manda berangkat.
Manda memeluk Papa, mama dan Dira. Dia juga melihat ke arah pak Eko
" kamu jaga diri baik-baik disana."kata Ayu
" jangan sungkan- sungkan bilang pada papa kalau kamu membutuhkan sesuatu." kata Hermansyah
" jangan lupa kasih kabar kepadaku, harus setiap hari." kata Dira
Manda hanya mengangguk dan melambaikan tangan. Meskipun berat dia melangkah dengan percaya diri. Dia menuju negara yang asing yang akan membesarkan namanya.
__ADS_1
Manda berhenti dan berbalik, melihat keluarga mereka untuk yang terakhir dan melambaikan tangannya.