Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Perkiraan


__ADS_3

Setelah melepas rindu, Rizki mandi membersihkan dirinya. Terlihat bayangannya di balik kaca, wajahnya terlihat kusam, kulitnya berubah hitam dan jenggotnya juga tumbuh. Rizki tersenyum sebulan ini dia tidak pernah bercermin, ternyata dirinya begitu berantakan bahkan saat bertemu Manda.


Rizki membuka pintu kamar mandi, didepan Manda sudah menunggu dan menyiapkan pakaian untuk Rizki. Mereka duduk bersama disamping jendela, Manda terus menggenggam tangan Rizki sesekali melihat wajahnya.


" jangan menatapku seperti itu !" kata Rizki


" kenapa ? Kenapa aku tidak boleh menatap wajah suamiku ?" tanya Manda sambil terus menatap Rizki


Rizki memalingkan wajahnya, sedangkan Manda menyentuh wajah Rizki menghadapkannya ke wajahnya, Manda semakin mendekat dan mencium lembut bibir Rizki. Rizki melihat Manda yang begitu tulus mencintainya, dia meraih wajah Manda dan mereka pun kembali berciuman.


Hari sudah sangat malam, mereka harus pergi beristirahat karna besok pagi-pagi harus pergi ke kota untuk melakukan pemeriksaan rutin. Rizki meneluk Manda, dia merasakan tubuh Manda yang berubah lebih berisi, perutnya juga sudah besar. Dia tersenyum berfikir kalau bayinya tumbuh sehat katika dia tidak ada.


" terima kasih." bisik Rizki


Manda tidak berkata apa pun dia berbalik dan menatap Rizki seakan bertanya apa maksudnya.


" Terima kasih sudah menungguku, dan menjaga bayinya tumbuh sehat." kata Rizki

__ADS_1


Manda tersenyum dan memeluk Rizki, entah sejak kapan dia begitu sangat mencintai pria yang ada dihadapannya itu. Dia juga merasa bersyukur mendapat begitu banyak cinta dan kasih sayang dari Rizki dan keluarganya.


Pagi-pagi sekali Manda sudah bersiap, Rizki juga keluar Manda melihat Rizki berubah, dia telah mencukur bersih jenggot dan berpakaian rapi. Mereka pun berangkat ke kota tanpa berpamitan karena semua orang masih tidur, mereka tidak ingin mengganggu yang lain.


Mobil melaju dengan cepat ke kota, suasana hati Manda sangat baik, dia terus saja tersenyum sepanjang perjalanan. Sesekali Rizki menggenggam tangan Manda, mereka merasakan kehangatan dalam kebersamaan itu.


Setelah singgah untuk sarapan, mereka melanjutkan perjalanan lagi. Siang hari mereka baru sampai di rumah sakit. Manda segera mengantri, tidak lama namanya pun dipanggil. Ketika masuk keruangan dokter segera menyapa dengan hangat kepada Manda.


Semua pemeriksaan menunjukkan bayi tumbuh dengan sehat dan baik, terlihat di layar USG bayi bergerak dengan lincah, semua lengkat, tumbuh kembang baik, ibu juga sehat. Insyaallah bayi berjenis kelamin laki-laki.


Mendengar perkiraan dokter sambil melihat layar, keduanya begitu senang. Bayi laki-laki yang akan melengkapi keluarga kecil mereka. setelah memberikan resep Manda dan Rizki pun keluar. Mereka sangat senang, meskipun bayi itu bukan laki-laki tapi seorang bayi perempuan pun mereka juga sangat bahagia. Yang penting bayi dan ibunya sama-sama sehat.


" Aku akan berkerja lebih giat lagi, suatu saat nanti kita akan mengunjungi mereka. Do'a kan yang terbaik ya." kata Rizki


Mendengar perkataan Rizki, Manda sedikit lega. Tapi masih ada keraguan di hatinya. Dia takut kalau suatu saat nanti dia datang, dia tidak lagi dianggap sebagai anak oleh papanya.


" apa lagi yang kamu pikirkan. Aku yakin hati papa kamu akan luluh setelah melihat cucunya yang begitu manis." kata Rizki

__ADS_1


Manda akhirnya tersenyum. Apa pun yang akan terjadi nanti, suatu saat Manda akan kembali. Bukan hanya rindu, tapi juga rasa bersalah yang selama ini membebani Manda. Melakukan sebuah kesalahan dan meninggalkan keluarga tanpa pernah mengucapkan kata maaf.


Ketika perjalanan pulang, Manda melihat babyshop yang berada disebrang jalan. Usia kandungan Manda saat ini 6 bulan. Manda ingin membeli beberapa perlengkapan bayi untuk bayinya kelak. Tidak tahu kapan dia akan mampir kesini lagi nanti.


Sepasang kaos kaki mungil menarik perhatian Manda, kaos kaki berwarna biru dengan rendan putih di bagian atasnya. Rizki langsung membelikan sepasang kaos kaki itu untuk Manda. Tidak hanya itu mereka juga membeli beberapa perlengkapan bayi.


Manda sangat lelah berjalan kesana kemari memilih barang, dia beristirahat di sebuah bangku dan memijat kakinya walau tangannya tidak sampai. Rizki melihat dari kejauhan dia berjalan mendekat dan duduk didekat Manda. Rizki mengangkat kaki Manda meletakkannya dipangkuan Rizki dan memijatnya pelan.


Manda merasa tidak enak, dia tidak ingin Rizki memegang kakinya. Tapi Rizki mengabaikan Manda, dia memijat Manda dengan lembut dan kasih sayang. Manda pun terdiam dan tersenyum.


" kelak jika tidak bisa menjangkaunya bilang padaku, aku akan memijatnya." kata Rizki


" tapi...."


Rizki menghentikan Manda dengan mengecup bibir Manda


"jangan terlalu sungkan kepadaku. Aku ini suamimu." kata Rizki

__ADS_1


Wajah Manda merah karena tiba-tiba Rizki menciumnya. Tapi dia juga sangat bahagia. Dia terus melihat Rizki yang masih memijat kakinya. Rasa cintanya tumbuh semakin hari semakin besar. Semoga hari-hari seperti ini terus terjadi kedepannya. Itu lah harapan Manda.


__ADS_2