Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Selamat tinggal


__ADS_3

Setelah mempersiapakan semuanya Intan mengantar Indra dan Manda ke bandara. Disana dia terus memeluk Shaka dengan erat, dia tidak ingin berpisah dengan Shaka. Perlahan Intan melepaskan dekapannya dan memberikan Shaka kepada Manda. Mereka harus segera naik ke pesawat karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas.


Lambaian tangan Intan mengiringi langkah kaki Manda dan Indra. Air mata Intan tidak henti menetes. Yang tidak diharapkan terjadi, Bella tiba-tiba ada di bandara dia melihat Manda berjalan dengan pria lain. Bahkan dia juga memotret Manda.


" Safa.... Aku menemukan Manda. " kata Bella.


Safa sangat terkejut, dia sangat antusias menayakan keberadaan Manda.


" lebih baik kita tidak menghentikannya." kata Bella


" kenapa kak.... kenapa... Aku sangat ingin bertemu dengan kak Manda." kata Safa.


" dia sudah akan pergi, dan... Sepertinya kita tidak usah lagi mengganggu Manda karna dia bersama laki-laki lain, mungkin dia yang sudah mengajak Manda pergi, dan mungkin dia lebih bahagia bersama laki-laki itu dari pada bersama kita." kata Bella


Begitu bagus perkataan Bella sehingga membuat Safa ragu untuk mengejar Manda. Bella juga menunjukan Foto Manda sedang mengendong anak dan memegang tangan seorang laki-laki di sampingnya. Terlihat Manda tersenyum.


" Aku senang kak Manda bahagia, tapi kenapa rasanya sakit." kata Safa sambil terus menitikan air matanya.


Safa berjalan keluar menuju tempat parkir, dari sana dia melihat pesawat sedang lepas landas tepat di atasnya. Safa menitikan air mata sambil terus menatap pesawat itu, pesawat yang membawa Manda pergi untuk selamanya.


" Semoga suatu saat nanti, tuhan mempertemukan kita lagi kak." kata Safa


Intan keluar meninggalkan bandara, di depan dia melihat Safa, sepertinya dia mengenal gadis itu. Intan mencoba mengingat-ingat kembali. Ketika dia mengingat siapa gadis itu, intan menhentikan mobilnya dan melihat kebelakang.

__ADS_1


" bukankah itu wanita yang bersama Manda waktu itu, haruskah aku menemui dia ? Tapi.... Manda pergi untuk meninggalkan masa lalunya. Aku biarkan saja lah." kata Intan lalu melajukan mobilnya kembali.


Bella terlihat sangat senang karena Manda telah pergi meninggalkan kota ini, dia berharap semoga Manda meninggalkan kota ini untuk selamanya.


Sedangkan Safa terlihat sangat sedih, meskipun dia rela kalau Manda meninggalkan tempat ini, tapi dia kecewa karena Manda pergi tanpa sepatah kata pun dia pergi begitu saja tanpa berpamitan.


Setelah sampai di perkebunan, Safa menghampiri ayahnya. Dia memberitahu Kardi bahwa dia telah bertemu dengan Manda di bandara. Mungkin dia telah meninggalkan kota ini.


" apa kamu berbicara dengan dia ?" kata Kardi


Safa hanya dia sambil mengelengkan kepalanya, dia masih terlihat kecewa dan sedih karena kepergian Manda yang seperti itu.


" Jangan sedih... Mungkin ini yang terbaik untuk Manda dan anaknya, berdoalah semoga mereka selalu bahagia dimana pun mereka berada." kata Kardi


"padahal aku sangat ingin bertemu dengan keponakanku." kata Safa


Safa menghela nafas panjang dan mencoba tersenyum, benar yang di katakan ayahnya kalau ini memang yang terbaik untuk Manda dia akan ikhlas.


" aku akan berdoa, suatu saat nanti aku akan bertemu dengan kak Manda dan anaknya." kata Safa lalu pergi meninggalkan Kardi.


Kardi tersenyum, sama dengan Safa. Kardi juga berharap suatu saat nanti dia akan bertemu dengan Manda dan anaknya.


Di lain tempat, Bella telah berbincang dengan para pekerja. Dia memberitahu mereka kalau Manda telah pergi meninggalkan kota ini bersama dengan seorang laki-laki.

__ADS_1


" Mungkin dia pacar baru Manda, mereka terlihat sangat mesra." kata Bella


Semua orang berbisik sambil menjelek-jelek kan Manda. Bella terlihat sangat puas karena nama baik Manda telah hancur di mata para pekerja.


" Tidak mungkin mbak Manda seperti itu, kalian jangan percaya perkataan nenek sihir ini." kata Tini


" apa kamu bilang.... Siapa yang nenek sihir.... Aku mengatakan yang sebenarnya, kalau kamu tidak percaya coba lihat sediri." kata Bella sambil menunjukkan foto diponselnya.


Tini dan ferry melihat ponsel Bella, memang benar ada beberapa foto Manda dan seorang laki-laki dan benar mereka terlihat sangat bahagia. Tini dan Ferry saling memandang, benar kalau Manda telah pergi tapi mereka tidak setuju dengan perkataan Bella kalau Manda telah melupakan Rizki.


" Benar ini mbak Manda, dan benar dia terlihat bahagia disana. Tapi jangan berkata sembarangan kalau mbak Manda dan laki-laki itu memiliki hubungan spesial." kata Tini


" memangnya kamu tahu apa yang dilakukan Manda, jangan-jangan dia adalah ayah dari bayi yang di kandung Manda selama ini. Dia sengaja menjebak Rizki." kata Bella


Tini sangat marah dengan perkataan Bella dia sangat ingin sekali menjambak dan merobek mulutnya yang sangat tajam. Tapi Ferry menghentikan Tini.


" kenapa kamu marah, apa kamu bersekongkol dengan Manda selama ini. kamu terus saja membela Manda selama ini. Kamu pasti tahu kalau dia memiliki hubungan dengan laki-laki lain." kata Bella


" Mbak Manda tidak seperti itu." teriak Tini


" sudah akui saja kalau selama ini Manda selingkuh dari Rizki." kata Bella


Mereka terus berdebat dan menimbukan keributan, sebagian membela Manda, sebagian lagi menyalahkan Manda.

__ADS_1


" kalian berhentilah, Bella cukup, dan Tini, bebaiknya kamu diam. Kalian semua tahu, benar Manda telah meninggalkan perkebunan, tapi bukan berarti dia berbuat yang aneh-aneh di luar sana. Kalau kali-laki itu memang pacar Manda, kita harus berfikir positif. lagi pula Rizki sudah tidak ada lagi di dunia ini, dan anak itu harus mempunyai sosok seorang ayah. Kalau itu yang terbaik untuk Manda kita harus berdoa semoga mereka bahagia." kata Kardi


Perkataan Kardi membuat semua terdiam, Manda memang sudah pergi dari perkebunan. Tapi sebagian kenangan membekas di hati para pekerja. Meskipun sebagian dari mereka hanya melihat keburukan Manda, tapi tidak sedikit dari mereka yang mengingat kebaikan Manda.


__ADS_2