
Manda yang pingsan akhirnya sadarkan diri. Dia membuka matanya perlahan, melihat sekeliling, ada Safa, Eko dan Surti disampingnya. Sedangkan Kardi masih berbicara dengan komandan tentang kabar terbaru dari hilangnya perahu yang ditumpangi Rizki.
Manda tiba-tiba terbangun karena sadar kalau hal buruk terjadi kepada Rizki. Dia segera berjalan menghampiri komandan menayakan apakah Rizki sudah ditemukan atau belum.
Safa, Eko dan Surti berusaha menengkan Manda khawatir hal buruk juga akan terjadi kepada Manda. Tapi Manda menepis tangan Safa. Hatinya sangat hancur hari ini, dia tidak menghiraukan yang lain dia terus mendesak komandan dengan air mata yabg terus berderai.
Safa dan yang lain hanya bisa melihat, tertegun tidak dapat melakukan apa pun. Mereka tahu betapa hancurnya hati Manda saat ini. Setelah Manda terlihat agak tenang, Safa berjalan mendekat, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Safa hanya mendekap Manda dengan erat. Dalam pelukan Safa, Manda menangis sejadi-jadinya. Semua yang melihat pun ikut sedih.
Hujan masih saja turun, tapi tidak sederas tadi. Tim penyelamat segera menuju ke TKP untuk melajutkan pencarian. Beberapa jam berlalu, tapi masih tidak ada titik terang dalam pencarian itu. Manda hanya menunggu di tenda darurat yang dibuat oleh tim penyelamat.
Manda terus melihat ke arah laut, berharap dari sana akan datang sebuah perahu penyelamat yang membawa kabar baik.
" kak.... Makanlah sesuatu dulu." kata Safa sambil memberikan sebungkus nasi kepada Manda
" aku tidak lapar." kata Manda singkat
Safa duduk dibelakang Manda, dia juga melihat laut yang luas. Sama dengan harapan Manda, Rizki akan ditemukan dengan selamat.
" kak.... Jangan egois.... Yang merasa kehilangan tidak hanya kakak, tapi juga aku, ayah, dan yang lain. Tapi kami kuat, karena kalau kami terpuruk dan jatuh sakit, aku yakin mas Rizki juga akan sedih. Apa lagi kakak sedang hamil. Kasihan anak dalam kandungan kakak." kata Safa
__ADS_1
Manda terdiam, dia mengelus perutnya yang besar sambil menitikan air mata. Baru saja kemarin dia membayangkan hidup bahagia bersama Rizki dan anaknya, kini semua hilang.
" apa yang harus aku lakukan Safa ? " kata Manda pelan
Safa berdiri mendekati Manda dan kembali memeluk Manda yang bersandar dibahunya. Dia tahu kepedihan yang dirasakan Manda saat ini. Apa lagi dia sedang hamil.
" Makan ya kak, kasihan bayi yang ada diperut kakak." kata Safa
Manda melihat Safa yang bertanya penuh harap, dia duduk dibangku dan diikuti Safa. Dengan lembut Safa menyuapi Manda dengan tangannya sendiri. Safa tidak bisa menahan air matanya yang menetes ke tangan Manda. Manda melihat Safa dan mengambil nasi ditangan Safa. Dengan lahap Manda memakan makanan itu. Setelah beberapa suap Manda meletakkan nasi itu dan memeluk Safa.
Seseorang berlari menghampiri Manda dan Safa memberitahu kalau tim penyelamat menemukan seorang penumpang, tapi dia sudah tidak bernyawa lagi. Polisi meminta keluarga memeriksa dan memastikan kalau orang itu Rizki atau bukan.
Manda segera berlari menuju perahu yang datang. Ada kantong jenazah diangkat dari sebuah perahu. Polisi meminta keluarga Kardi memeriksa itu Rizki atau bukan. Manda mengangkat tangannya dan akan membuka resleting, tangannya berhenti dan terlihat gemetar. Hatinya tidak sanggup melihat andai saja itu Rizki apa yang akan terjadi.
" Syukurlah aku berharap mas Rizki baik-baik saja." kata Safa sambil mengelus tangan Manda.
Sama Hal nya Safa, Manda juga berharap kalau Rizki akan ditemukan dengan selamat. Meskipun Rizki akan menjalani pemeriksaan dan terbukti bersalam Manda berjanji akan menunggu Rizki.
Hari sudah hampir gelap, tim menemukan 2 jenazah lagi. Tapi lagi-lagi itu bukan Rizki. Dikonfirmasi ada 6 penumpang dalam perahu itu, sekarang sudah ditemukan 3 Jenazah. Jadi tinggal 3 jenazah termasuk Rizki. Meskipun keluarga berharap Rizki akan ditemukan dengan selamat, tapi itu hal yang mustahil kata tim penyelamat.
__ADS_1
Ketika ditemukan kondisi kapal sangat menyedihkan, hancur berkeping-keping kecil kemungkinan ada yang selamat. Ombak juga sangat besar, kalau jenazah tidak ditemukan mungkin terseret arus.
Hati Manda begitu hancur ketika mendengar penjelasan dari Tim penyelam. Dia hanya pasrah berharap hal yang baik akan segera terjadi.
" kak, kamu harus kuat."kata Safa
Kardi hanya diam melihat Manda yang semakin tidak berdaya, dia mengelus rambut Manda dan pergi meninggalkan mereka.
Hari sudah gelap, Tim memutuskan menghentikan pencarian, pencarian akan dilakukan lagi besok saat fajar.
Semalaman Manda tidak bisa tidur, dia hanya melihat ke laut yang telah menelan suaminya. Sesekali Manda hanya mengusap air mata yang menetes dipipinya. Sebanyak apa pun air mata yang dia keluarkan tidak akan bisa mengembalikan suaminya itu. Dia mengelus perutnya yang bergerak, sang bayi mungkin tahu ibunya sedang bersedih saat ini. Mungkin dia ingin menenangkan ibunya.
Fajar telah datang, Tim kembali melajutkan pencarian. Manda masih menunggu dengan sabar, tidak lama ada sebuah kapal. Mereka kembali dan membawa dua kantong jenazah. Kardi melihat satu persatu kantong itu, tapi tidak ada Rizki di kantong itu. Manda semakin khawatir. Kalau benar Rizki sudah pergi meninggalkan dia untuk selamanya, setidaknya biarkan dia melihat jenazah Rizki untuk yang terakhir kalinya.
Sudah tiga hari, Tim pencari masih belum menemukan Rizki. Polisi kembali mengintrogasi pekerja di pulau sebrang, jika mereka benar-benar melihat Rizki menaiki perahu itu. Semua orang yang disana bersaksi kalau 2 orang polisi datang membawa Rizki kembali dengan menaiki perahu itu. Jadi kalau terjadi kecelakaan mereka yakin Rizki salah satu korbannya.
Manda sangat khawatir, dia semakin terlihat tidak sehat. Kardi meminta Eko dan Safa serta Surti membawa Manda kembali ke perkebunan. Dia khawatir kalau Manda terus berada disini hal buruk juga akan terjadi kepada Manda.
" Tapi Ayah.... Aku masih ingin berada disini." kata Manda
__ADS_1
" Manda.... Dengarkan ayah baik-baik, serahkan semua kepada ayah, jika mereka menemukan Rizki, aku akan segera membawanya ke perkebunan." kata Kardi
Semua orang juga berusaha meyakinkan Manda untuk mendengarkan dan mengikuti perintah Kardi. Jika ada kemajuan dia akan segera mengabari Manda secepatnya.