Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Keluar Rumah Sakit


__ADS_3

Indra duduk disampaing Manda yang hanya terdiam sambil terus menatap Indra.


" oh ya... Kamu belum kenal aku, perkenalkan nama ku Indra Indra Wijaksana. Kamu bisa panggil aku Indra. Kamu pasti pernah dengar Intan punya adik kan, nah itu adalah aku." kata Indra sambil mengulurkan tangannya.


Manda menjabat tangan itu, tangan yang sedikit besar dari nya hangat menutup tangan Manda.


Setelah mengenalkan diri dan bercerita banyak hal yang terjadi ketika Manda koma, mereka terlihat sudah dekat.


Indra juga memberi tahu niatnya untuk menolong Manda dan Shaka, dia tidak ingin mereka terlantar, apa lagi Manda habis melahirkan butuh waktu untuk istirahat untuk memulihkan diri.


Manda memahami niat baik Indra, dia juga sadar kalau dia saat ini memang membutuhkan sosok yang membantunya. Meskipun demikian Manda masih ragu.


Tiba-tiba pintu terbuka, Intan masuk dan duduk diantara mereka, dia menggenggam tangan Manda dan menatapnya penuh kasih sayang.


" Manda.... Bukannya aku ikut campur dalam masalah pribadi kamu, tapi benar apa yang dikatakan Indra. Kamu butuh seseorang, seseorang yang bisa merawat kamu dan Shaka." kata Intan


Suasana hening sejenak, baik Indra maupun Intan tidak mengatakan sepatah kata pun, mereka menunggu Manda mengatakan sesuatu.


" aku tidak punya siapa-siapa lagi. Aku hanya punya Shaka." kata Manda


Indra dan Intan saling menatap, menunggu salah satu diantara mereka mengatakan sesuatu. Entah apa yang terjadi kepada Manda sebelum nya tapi terlihat jelas kesedihan memenuhi wajahnya.


" Manda kamu tidak sendiri, aku dan Indra di sini, bahkan semua yang ada di rumah sakit ini menganggap kamu dan shaka adalah keluarga." kata Intan

__ADS_1


Mereka pun berbincang, merencanakan kepulangan Manda dan kemana Manda dan Shaka akan pulang. Intan merekomendasikan rumahnya, meskipun dia jarang pulang tapi rumah itu masih cukup nyaman untuk Manda dan Shaka. Manda sempat akan setuju, tapi Indra memotong perkataan Intan. Dia tidak setuju karena rumah Intan cukup jauh dengan kota, apa lagi dia juga jarang pulang, kalau Manda sendiri hanya dengan Shaka siapa yang akan merawat mereka.


Indra merekomendasikan rumahnya, selain berada di dalam kota, rumah nya juga cukup dekat dengan minimarket dan juga penjagaan di sana cukup baik. Dia juga bisa sering-sering pulang karena pekerjaannya yang tidak penting.


" Mana bisa Manda tingga dirumah kamu, dua orang berlawan jenis tinggal dalam satu atap." kata salah seorang suster yang tiba-tiba masuk


Indra lantas terdiam, padahal dia sudah hampir berhasil meyakinkan Manda dan Intan. Tapi benar juga apa yang dikatakan suster itu, mereka tidak ada hubungan darah, dan juga bukan suami istri mana boleh tinggal serumah.


Walau pun niat Indra baik, tapi bukan solusi yang baik. Manda melihat sedikit tabungannya, dia berniat menyewa sebuah rumah atau semacamnya. Tapi dia tidak yakin akan tetap tinggal di kota ini.


" Sebenarnya aku ingin meninggalkan tempat ini." kata Manda


Semua yang ada disana sama-sama terkejut mendengar perkataan Manda. Selain kaget mereka juga sedih, mereka tidak akan bisa lagi bertemu dengan Shaka. Terlihat jelas kekecewaan di wajah mereka.


Salah seorang suster langsung memeluk Manda dan berkata kalau dia sedih, mungkin dia tidak akan bertemu dengan Manda dan Shaka lagi. Tidak hanya dia, tapi juga semua orang disana merasa sedih dengan keputusan Manda.


" Tapi tidak sekarang, nanti kalau Shaka sudah sedikit lebih besar dan bisa naik pesawat." kata Manda


Setelah berdiskusi, mereka memutuskan membawa Manda ke rumah Indra, tapi Intan ikut tinggal disana. Selanjutnya jika Manda memutuskan pergi dan sana mereka akan dengan lapang menerima keputusan Manda.


Hari kepulangan pun tiba, Indra sudah menunggu di depan dengan mobilnya sedangakan Manda berjalan sambil mengendong Shaka.


Beberapa saat kemudian mereka sampai dirumah Indra. Suasana lingkungan memang cukup berisik karena berada di tengah kota, tapi rumah itu cukup nyaman untuk seorang bayi.

__ADS_1


Ternyata diam-diam Indra sudah merenofasi rumahnya agar Manda dan Shaka nyaman tinggal disana. Kamar Manda berdekatan dengan kamar Intan, jika Manda membutuhkan sesuatu dia bisa dengan mudah memanggil Intan.


Sedangkan semua perlengkapan sudah disiapakan Indra baik untuk Shaka maupun Manda.


Manda tersenyum sambil melihat kearah Indra.


" kapan kamu menyiapkan semua ini ?" tanya Manda sambil terus berjalan


Indra hanya tersenyum sambil menjelaskan tempat-tempat dan apa pun yang ada dirumah itu.


" kalau ada yang kamu butuhkan, kamu bisa bilang pada ku." kata Indra


" ini sudah cukup kok, terima kasih." kata Manda


Setelah menurunkan barang-barangnya Intan masuk kedalam menyusul Manda dan Indra. Betapa kagetnya Intan melihat seisi rumah yang sudah berbeda dengan terakhir dia datang kerumah ini. Dia seperti datang kerumah orang lain.


" Dra.... Kamu merubah dekorasi rumah ?" tanya Intan teriak-teriak


Indra mendengar teriakan Intan tapi mengabaiknnya dan pura-pura tidak mendengarnya. Sebenarnya Manda mendengarnya juga, tapi dia pura-pura tidak mendengarnya juga karena menghargai usaha Indra untuk kenyamanan dirinya dan anaknya.


Setelah berkeliling sejenak, Intan dan Indra menyuruh Manda untuk mandi dan beristirahat sedangkan Shaka biarkan mereka yang mengurusnya.


Ketika Manda berada di kamar mandi dia mengerakan tangan nya yang masih kaku, dia melamun sebentar kalau saja dia tidak siuman waktu itu mungkin dia akan bertemu dengan Rizki. Tapi kalau dia meninggal saat itu siapa yang akan menjaga Shaka.

__ADS_1


Setelah selesai Manda keluar, dia melihat Indra dan Intan sedang mengurus Shaka bersama-sama. Terlihat mereka sangat telaten, kalau Intan mungkin wajar saja karna dia seorang dokter. Tapi Indra, dia terlihat sangat dekat dengan Shaka, jelas sekali Shaka nyaman bersama Indra.


__ADS_2