
Karna tidak mendapat ijin dari ayahnya, Rizki hendak mengajak Manda pergi dari sana. Dia terus berusaha berbicara dengan Manda tapi selalu saja tidak ada kesempatan. Karna mengira Manda adalah tamu disana. Bella dan Kardi selalu bersama Manda.
Sore hari Manda pergi ke pondoknya, dari belakang Rizki mengikutinya diam-diam.
Manda merasa ada orang yang sedang mengikutinya dia menoleh tapi tidak ada orang.
" Sini cepat ikut aku !" kata Rizki sambil menarik tangan Manda
" astaga....kamu membuatku kaget, bagaimana kalau aku mati karena serangan jantung." kata Manda
" kalau kamu mati, kamu akan menjadi hantu wanita hamil disini." kata Rizki sambil terus menarik Manda masuk ke pondok.
Sampai didalam, Rizki melihat keluar memastikan kalau tidak ada yang mengikuti mereka.
" sepertinya kita tidak bisa tinggal disini." kata Rizki
" Kenapa... Aku mulai menyukai tempat ini." kata Manda sambil duduk di atas kasur
" kamu suka, tapi tidak dengan ayahku. Dia tidak akan memaafkanku."kata Rizki
" baiklah...baiklah... Kita akan mencari jalan keluar nanti, sebelumnya biarkan aku mandi dulu, aku sudah tidak tahan dengan bau keringatku. Apa lagi kamu, kamu tidak sadar kalau kamu benar-bebar bau." kata Manda sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Rizki mengendus tubuhnya sendiri, dari kemarin belum mandi tentu saja sangat bau.
Rizki melepas kaosnya, tapi tiba-tiba Kardi mengetuk pintu dan masuk kedalam pondok.
__ADS_1
"Dasar anak kurang ajar, apa yang kamu lakukan disini." kata Kardi sambil memukul Rizki dengan sapu.
Terdengar suara gaduh dari luar, Manda buru-buru keluar melihat apa yang sedang terjadi. Dia kaget ketika melihat Kardi sedang memukul Rizki dengan sapu, dia mencoba menghentikan Kardi.
" lepaskan.... Apa anak ini melecehkanmu, aku akan memberinya pelajaran."kata Kardi
"Ayah....hentikan.... Ayah salah sangka." kata Rizki
" salah sangkah.... Ayah melihat dengan mata ayah sendiri kamu melepas bajumu, dan apa yang kamu lakukan disini ? Jawab !" kata Kardi
" pak.... Anda benar-benar salah sangka... dia tidak melakukan apa pun kepadaku." kata Manda
"aku tidak percaya... Anak ini pasti punya niat tidak baik, kalau tidak apa yang dia lakukan dikamar mu, apalagi dengan melepas kaosnya." kata Kardi yang terus berusaha memukul Rizki
" Yah.... Hentikan apa yang salah, dia adalah istriku mengapa aku tidak boleh berada disini." kata Rizki sambil menahan sapu ditangan ayahnya
" apa itu benar?" tanya Kardi
Manda tidak menjawab, dia hanya diam karna malu. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi, kenyataannya diperutnya saat ini telah hidup anak dari Rizki.
Kardi membanting sapu ditanganya, dia melihat mereka berdua dengan tajam. Entah apa yang sedang dipikirkan Kardi, dia terlihat begitu marah lalu dia pun meninggalkan pondok mereka.
Tidak lama setelah Manda dan Rizki mebersihlan dirinya, safa datang.
" Mas... Ayah meminta kalian menemui dia di rumah." kata Safa
__ADS_1
Manda melihat ke arah Rizki, dia sedikit takut.
" Jangan takut.... Aku bersamamu." kata Rizki sambil mengandeng tangan Manda
Sampai dirumah utama, Kardi sudah menunggu mereka. Duduk di sebuah kursi yang menghadap lurus ke pintu utama.
Rizki dan Manda mendekat duduk didepan Kardi seperti orang sungkem.
" apa yang kamu lakukan... Duduk diatas."kata Kardi
" Kami akan duduk disini, maafkan kami ayah... Dan biarkan aku dan istriku tinggal disini, membesarkan anak kami." kata Rizki dengan kepala yang menunduk
Manda melihat Rizki, dia terharu dengan kata-kata Rizki jadi dia juga meminta rentu kepada Kardi
" Bagaimana denganmu ? " Tanya Kardi
" Aku akan mengikuti kemana pun suamiku pergi... Ayaah..." kata Manda
Kardi luluh dengan kata Ayah yang dikeluarkan oleh Manda, meskipun dia terlihat sangat galak, sebenarnya Kardi adalah orang yang baik, orang yang penuh kasih sayang.
" Bagaimana dengan orang tuamu ?" Tanya Kardi
" Mereka tidak akan rela, anak kesayangannya menikah dengan orang seperti dia." Kardi menunjuk Rizki
" Kami saling menjaga, Rizki bukan orang jahat, dia sangat baik kepadaku selama ini." kata Manda
__ADS_1
Perlahan amarah Kardi reda, dia melihat ketulusan dari kedua anak didepannya itu.
" Baiklah.... Mau bagaimana lagi, anak didalam perutmu harus mempunyai orang tua dan tempat tinggal." kata Kardi lalu pergi meninggalkan mereka masuk. Sebelum pergi, dia meletakkan tangannya di kepala Manda sebentar dan pergi