
Meskipun Kardi menyembunyikan masalah ini dari Manda, tapi Manda sangat peka. Dia tahu apa yang disembunyikan dari dia. Manda berjalan meluar padangan para pekerja masih saja tajam.
" Safa... Ada yang ingin aku bicarakan." kata Manda
Surti yang berdiri disebelah Safa kaget dia melihat Manda dengan tatapan khawatir. Eko berjalan mendekati Surti dan mengagetkannya dengan menepuk pundak Surti.
" Ngagetin aja." kata Surti sambil membalas pukulan Eko di pundaknya.
" Lihatlah.... Aku kasihan pada mbak Manda, padahal semua ini hanya musibah. Semua ini gara-gara si rubah Bella." kata Surti lagi
" Tenang aja, mbak Manda orang yang kuat kok, semua akan dilalui dengan mudah. Dan lagi ada juga juga kok yang tidak percaya kepada Bella." kata Eko
Sampai di kamar, Manda mengeluarkan buku tabungan dan beberapa perhiasan. Dia menyerahkan semuanya kepada Safa. Safa melihat Manda dengan binggung.
" Aku sudah tahu semuanya, sekarang ini yang terpenting adalah kelangsungan perkebunan dan keluarga para pekerja." kata Manda
"Tapi kak.... Ini adalah tabungan kak Manda untuk melahirkan dan membesarkan anak kakak." kata Safa sambil memberikan kembali kotak itu
Manda tersenyum, dan kembali memberikan kotak itu. Dia sudah cukup melihat Kardi dan Safa menderita pontang panting kesana kemari mencari pinjaman. Nanti kalau sudah waktunya Manda percaya kalau si kecil juga akan membawa rejekinya sendiri.
__ADS_1
Safa duduk terdiam didepan Manda, matanya berlinang. Saat ini Safa tahu mungkin Manda sudah tahu apa yang sedang pekerja bicarakan. Tapi keluarga tidak bisa menghentikan mulut mereka untuk berbicara. Beberapa kali Safa minta maaf, Manda memeluk Safa dengan hangat. Terlihat Manda begitu sayang kepada Safa, begitu pula dengan Safa.
Sedangkan di luar, Bella terus saja mempengaruhi para pekerja. Menjelek-jelekan Manda dan membuat mereka semakin membenci Manda. Feri dan Eko sedang berjalan, dia melihat Bella sedang berbicara dengan dua orang pria dari luar, tampak seperti preman. Mereka sempat berhenti untuk mendengarkan apa yang sedang Bella bicarakan dengan kedua pria itu, tapi mereka tidak bisa mendengarkan apa pun dan kedua orang itu pun pergi meninggalkan perkebunan. Bella berbalik, dia melihat Feri dan Eko sedang memperhatikan dia, Bella sedikit takut tapi dia malah mendekat dan membentak Feri dan Eko.
Meskipun ada kecurigaan, Feri dan Eko tidak bisa mengira-ngira siapa dan apa yang dilakukan kedua orang itu tadi, yang jelas kedua orang itu sangat mencurigakan.
Bella masuk, dia mulai melakukan pekerjaannya. Dia mengotak-atik komputer untuk mempromosikan perkebunan dan penginapan agar kembali ramai seperti sebelumnya. Setidaknya itulah yang orang lain ketahui. Sedangkan yang sebenarnya, Bella membuat akun palsu untuk memperburuk perkebunan dan penginapan agar tidak ada yang datang kesana. Dia berencana membuat perkebunan bangkrut dan menyalahkan semua itu kepada Manda.
Hari-hari berlalu, hasil panen cukup bagus. Eko dan Kardi membawa beberapa ke kota untuk di jual. Meskipun mendapatkan hasil yang cukup banyak tapi masih belum bisa menutupi pengeluaran untuk para pekerja maupun kebutuhan perkebunan dan penginapan.
Dalam perjalanan pulang, Eko bercerita kepada Kardi kalau para pekerja mengeluh karna gaji mereka belum juga dibayar, meskipun kebutuhan pangan mereka sudah disiapkan oleh Perkebunan tapi masih banyak kepeluan keluarga para pekerja.
Kardi hanya mendengarkan, dia sebenarnya apa yang sedang dialami oleh para pekerjanya. Tapi apa boleh buat, saat ini hanya itu yang bisa dia lakukan.
" Siapa orang itu Ko....." tanya Kardi
Sejenak Eko diam, dia juga tidak begitu berani. Apa lagi sebenarnya itu bukanlah hak dia untuk menceritakan semua nya. Tapi dia merasa sudah cukup parah dan mungkin juga akan menekan mental Manda, apa lagi Manda sedang hamil. Tentu itu tidak baik untuk janin yang dikandungnya.
Meskipun ragu akhirnya Eko memberi tahu orang itu adalah Bella, selama ini Bella terus mempengarui para pekerja.
__ADS_1
Sampai di rumah Kardi menemui Manda yang sedang membaca buku di sebuah taman.
" Ayah.... Ada apa?" tanya Manda yang kaget melihat Kardi datang.
" Apa yang sedang kamu lakukan ? Ayah datang membawakan makanan untukmu." kata Kardi sambil duduk disebelah Manda.
"Ayah.... terima kasih." kata Manda sambil mengambil bungkusan yang di bawa ayah mertuanya itu.
Manda tersenyum melihat isi kotak, dia juga terharu. Meskipun dia tidak terlalu dekat dengan ayah mertuanya itu, tapi Kardi tahu apa yang disukai Manda. Hanya sebuah kue yang terbuat dari beras berisi gula merah yang dijajarkan dipingir jalan. Dulu ketika Rizki masih ada mereka selalu membelinya.
Kardi senang melihat Manda menyukai apa yang dibawanya. Melihat Manda memakan kue itu dengan sangat senang, air mata Kardi menetes.
" Ayah....apa yang terjadi ?" kata Manda
" Maafkan ayah.....ayah tidak dapat melindungi mu dari omongan orang-orang itu." kata Kardi
Manda tersenyum, meskipun dia sangat terluka. Seakan tidak dapat menerima perkataan mereka tapi Manda sadar, memang semua ini adalah salah dia. Dia yang menyebabkan semua ini terjadi jadi dia dengan lapang menerima apa saja yang mereka katakan tentang dia.
Kardi berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini, lagi pula hasil perkebunan cukup baik. Selain sayur mereka juga bisa mengirim bunga dan kerajinan yang dibuat anak-anak disana. Kardi percaya dengan sedikit lagi usaha mereka akan segera mengatasi masalah keuangan mereka.
__ADS_1
" Kamu jangan berfikir apa pun, percaya pada ayah.... Ayah pasti akan segera menyelesaikannya." kata Kardi sambil pergi meninggalkan Manda.
Manda tersenyum, tapi dia juga merasa khawatir meskipun dia bilang dia sedang baik-baik saja tapi yang sebenarnya tidak. Hampir setiap malam dia tidak bisa tidur memikirkan masalah itu.