Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Sebuah Rasa


__ADS_3

Manda menceritakan semua kepada Dira, Dira tersenyum melihat Manda sedang berbahagia sekarang. Mereka melihat ke langit-langit kamar membayangkan betapa indahnya perasaan yang mereka rasakan.


Masa remaja telah tiba, kedepannya akan lebih menyenagkan. Fikir mereka berdua.


Dira juga membayangkan, nanti dia juga akan sebahagia ini kalau dia bisa menyatakan perasaannya kepada Rizki.


Dira melihat Manda, dia merasa bersalah karena tidak menceritakan perasaannya saat ini


" aku berjanji, jika ada kemajuan. Kamu orang pertama yang akan ku beritahu."gumam Dira lirih


" apa yang kamu katakan ?" tanya Manda


" tidak... Aku akan selalu berdoa untuk kebahagianmu." kata Dira sambil tersenyum dan memeluk Manda erat-erat.


Hari-hari yang indah saat ini telah dilalui Manda, setiap pagi dengan alasan mengantar Dira mereka bertemu dengan Yuda sebentar. Senyuman terlihat jelas diwajah Manda, dan sepertinya Yuda juga sangat menyukai Manda.


" Mereka terlihat bahagia, bukan begitu pak Eko ?" kata Dira sambil meletakkan dahu dijendela mobil dan menatap Yuda dan Manda.


" Bagaimana dengan mu non, bukankah non Dira juga bisa seperti non Manda."


" Maksudnya... Aku punya pacar ?. Aku tidak seberani Manda, dia bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan, tapi aku hanya bisa melihatnya dari jauh." kata Dira lirih.


Setelah beberapa bulan, ujian akhir sekolah telah tiba, Manda mencoba membatasi dirinya agar tidak bertemu dengan Yuda untuk lebih fokus dengan ujiannya kali ini. Manda mengincar sebuah universitas luar negeri yang sangat bergengsi.

__ADS_1


Setiap hari Manda dan Dira belajar bersama dikamarnya. Dira melihat Manda kembali kepada Manda yang dulu, Manda yang gila belajar.


" Lihat sekarang, siapa yang sedang belajar, dimana si Yuda yang selama ini menjadi prioritas ?" kata Dira


" Sekarang aku sedang fokus mendapatkan nilai terbaik. Kamu lihat artikel di meja, sebuah universitas yang sangat luar biasa. Aku ingin ke kuliah di sana." kata Manda


Dira melihat artikel yang di maksud Manda, membolak-balik halaman demi halaman. Dira terdiam dan sedikit sedih.


" kenapa ?" tanya Manda sambil mendekat


" apa tidak bagus ?"


" bagus... Bagus banget, kamu pasti bisa masuk kesana." kata Dira


"tapi... Kita akan terpisah."


"Tidak... Tidak... Aku tidak yakin aku bisa, disana hanya ada anak jenius sepertimu, anak sepertiku tidak akan bisa mengejar kalian. Lagi pula bahasa inggrisku tidak bagus, aku akan mencari universitas dalam negeri yang cocok untuk ku." kata Dira


Manda memeluk Dira, Manda tidak pernah berfikir bagaimana perasaan Dira kalau dia pergi kuliah diluar negeri. Dia sekarang tahu kalau Dira begitu menyayanginya.


" aku akan merindukanmu." kata Dira


" aku akan mengambil semua milikmu, aku akan mengambil semua kasih sayang papa dan mama. Aku akan tidur dikamar mu."

__ADS_1


Manda melepaskan Dira dan tersenyum, dia mengira Dira sedang bercanda sekarang tapi dia melihat air mata benar-benar mengalir di pipi Dira.


" apa yang kamu sedihkan... Aku bukan pergi untuk selamanya. Aku akan segera kembali. Dan disaat aku kembali aku akan merebut semuanya." kata Manda sambil mengusap air mata di pipi Dira.


Dibalik pintu ternyata Hermansyah sedang mendengarkan mereka, dia juga tersenyum melihat kedekatan dua anaknya. Tapi dia sedikit sedih karena Manda tidak pernah memberitahu semuanya kepada dia. Bahkan dia juga tahu dari orang kepercayaannya kalau sekarang Manda sedang berpacaran dengan seseorang.


Tiba-tiba suara pintu diketuk.


"apa boleh papa masuk ?" kata Hermansyah yang menjulurkan kepalanya masuk


Dira segera menyeka air matanya, sedangkan Manda mendekati papanya dan mengajaknya duduk diranjang.


" apa yang membuat papa kesini ?" tanya Manda


"apa tidak boleh papa kesini ?" kata Hermansyah


" papa dengar kamu ingin kuliah keluar negeri ?"


Manda melihat Dira, mereka binggung harua menjawab apa.


" apa boleh Manda kuliah diluar negeri, hanya 3-4 tahun, setelah itu Manda akan kembali ke rumah dan membantu papa." kata Manda


Hermansyah melihat ke arah Dira, sebenarnya perasaannya sama dengan Dira. Dia juga tidak ingin berpisah dengan anaknya.

__ADS_1


" Boleh... Kalau itu mimpi mu, papa hanya bisa mendoakan semoga mimpi-mimpi mu tercapai." kata Hermansyah sambil memeluk Manda, dia juga melihat Dira mengisyaratkan dia untuk mendekat dan memeluk Manda bersama.


" tidak ada yang akan bisa mengantikanmu, walaupun itu Dira, kamu tetap anak kandung ku." kata Hermansyah dalam hati


__ADS_2