Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Senja Kala Itu


__ADS_3

Manda mengikuti Rizki,


" Mau apa lagi kamu ?" Tanya Rizki sambil melihat Manda


Manda hanya diam, dia menghentikan langkahnya dan tidak lagi mengikuti Rizki. Akhirnya Rizki pergi meninggalkan Manda dengan mobilnya.


Manda tidak tahu kemana selanjutnya dia akan pergi. Dia kembali ke dalam mengambil tasnya dikamar dan meninggalkan hotel. Dia memanggil taksi tanpa tujuan. Dia tidak tahu harus kemana lagi. Dia menuju sebuah pantai dipesisir Utara. Dia berjalan diantara hembasan ombak yang menabrak kakinya.


rambutnya terurai dihempas angin sore itu, wajahnya terlihat sayu.


Rizki sedang berada tidak jauh dari sana dengan teman-temannya yang sedang mengadakan sebuah pesta. Samar-samar dia melihat Manda. Dia berjalan mendekati Manda yang tidak memperhatikan kedatangan Rizki.


" Gadis yang tadi, mau kemana dia ?" Kata Rizki lirih


Manda terus berjalan menuju kesebuah tebing yang tidak jauh dari sana. Manda sampai diujung tebing, dia mendekap erat tubuhnya angin mulai menerpa tubuhnya, udara semakin dingin, hari semakin sore, dilihatnya matahari berwarna jingga menyorot dari ujung barat.


Dari kejauhan Rizki terus melihat Manda. Dia tidak berani mendekat, dia hanya mengawasi dari kejauhan jika nanti Manda melakukan hal bodoh.


" Apa yang dilakukan gadis itu ditempat seperti ini, ini sangat berbahaya." Kata Rizku lirih.

__ADS_1


Manda hendak berbalik, dia ingin meninggalkan tempat itu karna hari semakin sore. Tiba-tiba


" Aaaah...." Teriak Manda


Rizki segera berlari mendekat, Manda tergekincir dan sekarang dia tergantung diatas tebing sambil berpegangan sebuah kayu.


" Kamu tidak apa-apa, tenang aku akan segera menarikmu naik keatas." Kata Rizki sambil melihat kesekeliling mencari alat untuk membantu Manda naik.


Rizki tidak menemukan apapun, dia juga tidak melihat siapa pun disana. Akhirnya Rizki memberanikan diri turun, mencoba meraih tangan Manda. Mereka saling meraih tangan dengan hati-hati karena sedikit kesalahan saja akan membuat nyawa mereka berakhir disini.


" Ulurkan tanganmu...." Kata Rizki


Dengan susah payah Rizki dapat meraih tangan Manda, dan mereka bersama berusaha keluar dari tebing itu. Dan akhirnya mereka sampai diatas dan selamat.


" Apa sih yang kamu pikirkan, kamu ingin mengakhiri hidupmu disini."tanya Rizki dengan nada keras


" Siapa yang ingin mengakhiri hidup disini, aku hanya menenangkan disi sambil melihat matahari terbenam, itu saja. Kalau kamu tidak ikhlas menolongku, mengapa kamu tidak pergi saja tadi." Kata Manda


Mereka terdiam untuk beberapa saat, pemandangan yang indah berada didepan mereka sekarang, matahari terbenam dengan sangat indahnya. Mereka pun diam dan menikmatinya.

__ADS_1


" Jadi apa yang terjadi tadi dihotel..." Tanya Rizki


" Pembelai pria nya adalah pacarku, kami sudah berpacaran selama 5 tahun." Kata Manda


Rizki melihat Manda dengan tajam


" Jangan melihatku seperti itu, dan jangan mengasihani ku." Kata Manda


Rizki tersenyum


"Pembelai wanita disana adalah pacarku, kami sudah berencana untuk menikah tahun depan, bahkan aku sudah membelikan sebuah rumah meskipun dengan angsuran."kata Rizki


Manda melihat Rizki, dia berfikir mereka memiliki nasib yang sama.


" Ayo kita pergi dari sini." Kata Rizki sambil berdiri dan menjulurkan tangannya.


Manda melihat tangan Rizki, sejenak dia melihat tangan itu, dan perlahan meraihnya.


Akhirnya mereka meninggalkan tebing itu, berjalan menyusuri pantai dan bergabung dengan teman-teman Rizki. Tidak jauh dari sana ada sekelompok orang sedang merayakan sebuah pesta ulang tahun. Awalnya Rizki menghadiri acara itu, tapi karna melihat Manda dia meninggalkan teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2