Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Sebuah Harapan


__ADS_3

Rizki melepaskan pelukannya, dia kembali menyeka air mata Manda.


" ini semua demi masa depan kamu. Kamu harus tahu kalau ini adalah jalan terbaik." kata Rizki


Mereka pun keluar dari rumah sakit itu, sampai diluar, mereka melihat Joko dan beberapa orang sedang berjalan masuk. Sepertinya mereka sedang mencara Manda dan Rizki


" siapa mereka.... " kata Rizki sambil menarik tangan Manda untuk meninggalkan rumah sakit dari pintu belakang.


" kita harus bagaimana ? " tanya Manda


" kamu tenang saja, terus bersama ku." kata Rizki


Mereka terus berlari, sampai dibelakang ada sebuah rumah yang sedang renovasi. Banyak sekali bambu yang menghalangi jalan mereka, jalan keluar tidak jauh, tapi sangat berbahaya.


"aku tidak bisa..." kata Manda


" kamu pasti bisa, pegang tanganku." Rizki memeggang tangan Manda selangkah demi selangkah dia melewati jejeran batang bambu.


"jangan lihat ke bawah." tambah Rizki


Joko dan orang suruhannya sudah sangat dekat, Manda bisa melihat orang-orang itu berlari mengejar Mereka.


"Mereka sudah tahu keberadaan kita, kita harus cepat." kata Manda.


Mereka harus turun agar bisa ke jalan raya. Tapi tiba-tiba bambu yang mereka pijaki bergoyang, tali yang menyatukan bambu-bambu itu lepas.

__ADS_1


"kita harus bagaimana ? aku takut ! " kata Manda


Rizki melihat atap kain yang ada dibawah, kalau mereka jatuh ke kain itu mungkin mereka akan selamat.


" pegang tanganku, jangan sampai kamu lepaskan. Dan pejamkan matamu, percaya padaku." kata Rizki


Rizki pun menarik Manda untuk terjun kebawah.


" ya tuhan... Kalau kami selamat kali ini, aku akan mempertahankan anak kami." pikir Rizki


" aaaaaaah....." Manda berteriak


Mereka pun jatuh tepat di atap kain itu dan berguling ke bawah. Dari mereka melihat Joko dan orang suruhannya itu melihat Manda dan Rizki dari atas. Rizki tersenyum puas melihat mereka terlihat sangat marah.


"apa kamu baik-baik saja, apa perutmu sakit ? " tanya Rizki sambil melihat ke arah bagian bawah tubuh Manda.


Mereka menuju ketempat parkir dan pergi dari sana secepatnya agar Joko dan orang-orangnya tidak bisa mengejar mereka.


Sudah sangat jauh mereka melajukan mobilnya. Manda melihat ke belakang tidak ada tanda-tanda Joko dan orang-orangnya.


" apa rencana mu selanjutnya ?" tanya Rizki


" Entahlah....." kata Manda wajahnya telihat binggung dan cemas.


Tidak mungkin dia pulang, saat ini semua orang rumah pasti sudah tahu.

__ADS_1


" kalau kamu belum ada tujuan, kita ke rumahku saja dulu. Sepertinya mereka belum tahu dimana rumahku." kata Rizki sambil melajukan mobilnya dengan cepat.


Mereka sudah berada didepan rumah Rizki, Rizki melihat ke arah Manda. Manda tertidur dengan lelap, Rizki ingin membangunkannya tapi dia tidak tega.


Rizki membuka pintu dia keluar dan membuka pintu samping, dia melepaskan sabuk pengaman Mendekatkan tubuhnya untuk mengendong Manda. Saat akan mengangkat, Manda membuka matanya. Wajah mereka sangat dekat mata mereka saling bertemu.


"apa yang mau kamu lakukan ? " kata Manda


"sudah sampai.... Karna kamu terlihat sangat lelah, aku ingin mengendongmu kedalam." kata Rizki


" tidak usah.... Aku bisa sendiri kok." kata Manda sambil mendorong tubuh Rizki dan keluar dari mobil.


Rizki tersenyum melihat Manda yang bertingkah malu. Dia langsung membukakan pintu dan menyuruhnya masuk.


Manda masuk dan melihat sekeliling. Rumahnya tidak begitu besar, tapi sangat rapi.


" rapi sekali...." kata Manda sambil mengecek debu


" aku jarang pulang kesini, lebih banyak tidur di bengkel." kata Rizki sambil membuka pintu kamar


Manda melihat kedalam, kamarnya juga sangat rapi. Tapi dia tidak melihat ada kamar lain disana.


" kamu cari apa ? kamar mandi disana, dapur disana. Dan ini kamarnya." kata Rizki sambil menunjuk-nunjuk


" hanya ada satu kamar ? " tanya Manda

__ADS_1


" kamu tidur saja didalam malam ini, aku akan tidur disofa." kata Rizki


Manda diam, dia terus memperhatikan bagaimana Rizki hidup selama ini. Dari rumah dan barang-barang yang ada terlihat dia pria yang sederhan.


__ADS_2