Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Kota Jogja


__ADS_3

Kota Yogyakarta atau biasa di sebut dengan kota Jogja. Kota dengan beragam keistimewaan di dalamnya.


Kota dengan tradisi jawa yang begitu melekat, banyak bagian dari kota ini yang di hiasi dengan sentuhan budaya jawa. Ornamen-ornamen khas jawa bisa dengan mudah kita jumpai, misal pada lampu-lampu jalan dan bungunan atau gedung-gedung di sepanjang jalan yang membuat kota ini menjadi unik dan cantik. Itulah mengapa Jogja di sebut Culture City.


Selain itu kota Jogja juga dikenal dengan sebutan kota pelajar. Banyak sekali universitas-universitas di sini. Mahasiswa nya tidak hanya dari kota Jogja saja tapi juga dari luar kota, luar jawa bahkan ada yanv berasal dari luar Indonesia. Selain karena ingin belajar mereka juga menyukai budaya dan keramahan masyarakat di Jogja. Mungkin itu yang membuat mereka betah berlama-lama di kota istimewa ini.


Tidak hanya itu saja, kota Jogja juga di kenal dengan sebutan kota Wisata. Selain memiliki tempat-tempat yang indah seperti pantai, gunung dan beberapa candi warisan leluhur di jogja juga memiliki kuliner yang sangat terkenal. Banyak sekali yang di tawarkan di kota istimewa ini yang membuat semua orang terkesan dengan kota yang satu ini.


Manda dan Indra sudah sampai di bandara Adisutjipto. Dari sini masih harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dari tempat tujuan mereka.


Terlihat dari kejauhan seorang wanita melambaikan tangannya dengan senang. Dia berlari menuju kearah Manda dan Indra, Indra melambaikan tangannya pelan dan tersenyum. Manda sangat penasaran siapa wanita itu. Meskipun dari awal Indra sudah bilang di sini akan ada seorang teman yang membantunya, tapi dia tidak menyangka kalau teman yang dimaksud Indra adalah seorang wanita.


" hai.... Sudah lama sekali..." kata Sella sambil memeluk pelan Indra


Tatapan Sella tertuju kepada Manda dan Indra pun memperkenalkan Manda kepada Sella. Sella tidak begitu kaget karena dia sudah mendengar cerita dari Intan. Dia hanya tersenyum dan memandang Manda dari atas sampai bawah.


" cantik juga dia." gumam Sella pelan.


Setelah berkenalan Sella membawa Indra dan Manda keluar bandara. Sambil berjalan mereka saling menceritakan kabar masing-masing. Manda yang baru mengenal Sella terlihat canggung, tapi Sella membuat Manda nyaman bersama mereka. Manda melihat kehangatan dari sikap Sella dan keakrapan Sella dan Indra.


" harusnya tidak perlu menjemput kita sejauh ini." kata Indra.

__ADS_1


" gak papa lah... Aku cuma khawatir mungkin saja kamu lupa daerah sini." kata Sella sambil tertawa.


Mereka sampai di mobil, awalnya Indra menyuruh Manda duduk di depan. Tapi Manda menolaknya, dia lebih nyaman duduk di belakang karena khawatir Shaka akan bangun tiba-tiba. Indra juga menawarkan diri untuk menyetir tapi Sella menolaknya. Dia tahu kalau Indra juga capek di perjalanan apalagi mereka harus transit di Surabaya dulu.


Dalam perjalanan, Sella memperkenalkan kota Jogja kepada Manda. Disitu Manda baru tahu kalau Indra pernah berada di kota ini. Karna penasaran Manda bertanya kepada Sella bagaimana dia bisa mengenal Indra. Sella menjawab kalau dirinya dan Indra adalah teman semasa kuliah dulu. Dia juga menceritakan bagaimana Indra dulu. Indra tampak malu tapi juga tertawa mengenang masa-masa itu.


Akhirnya mereka sampai di rumah Sella. Meskipun tidak begitu mewah tapi cukup nyaman. Rumah itu memiliki halaman yang luas dan sebuah taman kecil di samping rumah.


" Rumah kamu baru ?" Tanya Indra


" Awalnya aku menyiapkan rumah ini untuk kita, tapi apalah daya kamu menolaknya." kata Sella.


Indra tidak menanggapi Sella, dia masuk sambil membawa barang-barang. Manda perlahan melangkahkan kakinya memasuki rumah. Dia melihat sekeliling dan memperhatikan siapa saja yang ada disana. Rumah yang terlihat hangat dan nyaman. ada seorang pembantu disana yang dengan ramah menghampiri Manda dan membawakan tas nya.


" Kak.... Apa tidak sebaiknya aku di bawah saja ?" tanya Manda


" loh kenapa ?.... padahal aku sudak mendekornya." kata Sella yang terlihat sedih


" maaf kak.... Bukan nya aku tidak menghargai kebaikan kak Sella, tapi kan aku ada Shaka. Lebih baik aku yang di bawah saja." kata Manda


Indra dan Sella sama-sama berfikir, memang kedengarannya itu yang terbaik untuk kedepan kalau Shaka tumbuh besar dia akan berlari-larian kalau di lantai dua susah untuk mengawasinya.

__ADS_1


" baiklah... Aku akan membantu mu meletak kan barang-barang." kata Sella.


Sella terlihat begitu baik, selain itu dia juga cantik dan ramah. Manda berharap mereka akan berteman baik. Ketika merapikan barang-barang Manda selalu melihat Sella dengan tajam.


" Ada apa ? Apa ada yang ingin kamu tanyakan ?" kata Sella, sambil duduk di samping Manda


" emmmmmm.... Aku tidak enak menanya kan kepada kak Sella." kata Manda


" Tanyakan saja.... Lebih baik dari pada kamu mati penasaran nanti." kata Sella sambil tertawa lalu menutup mulutnya karena melihat Shaka bergerak


" kamu jangan kaget ya... aku memang seperti ini orangnya." tambah Sella.


" Hubungan seperti apa antara kak Sella dan Mas Indra ?" tanya Manda


Sella sesaat terdiam sambil mengingat-ingat kembali pertama bertemu dengan Indra. Mereka bertemu saat sama-sama kuliah. Indra terlihat sangat tampan dan pintar tidak sedikit wanita yang menyukai Indra termasuk Sella sendiri. Awalnya dia mendekati Indra tapi tidak berani menyatakan perasaanya dan lebih nyaman berteman. Ketika mereka lulus dan masih berteman baik, sampai suatu ketika.... Cerita Sella berhenti disitu karena dia menyesali perbuatannya waktu itu.


" kenapa kak, apa yang terjadi, apa mas Indra tahu kalau kak Sella menyukainya ?" tanya Manda


Sella menunduk dan perlahan mengangguk, Manda merasakan kesedihan yang dirasakan Sella. Mungkin Indra menolak Sella waktu itu. Itulah yang di pikiran Manda. Dan benar saja, setelah kelulusan mereka. Indra kembali ke Lombok dan beberapa bulan kemudian, Sella datang menemui Indra bermaksud untuk menyatakan perasaannya. Tapi Sella kembali dengan kekecewaan. Setelah hari itu, Sella jarang menghubungi Indra. Sampai kemarin dia Intan menelpon dan meminta bantuan dia.


" Jika bukan karena kamu, mungkin aku dan Indra tidak akan pernah bertemu lagi." kata Sella

__ADS_1


" Takdirlah yang mempertemukan kalian kembali." kata Manda sambil memeluk Sella.


__ADS_2