Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Sebuah Cara


__ADS_3

Rizki mengotak atik leptopnya, entah apa yang dia lakukan selama beberapa jam ini. Dia tidak makan dan tidak keluar sama sekali dari pondok.


Manda penasaran dan masuk kedalam.


" apa sih yang kamu lakukan dari tadi ? Kenapa sibuk sekali ?" tanya Manda


Suara Manda mengagetkan Rizki, dia buru-buru menutup leptopnya dan berdiri mendekati Manda.


" Tidak ada, hanya mengecek beberapa pekerjaan lamaku. Ada apa ada yang kamu butuhkan ?" tanya Rizki sambil mengeser leptopnya.


Manda melihat kebelakang, apa yang disembunyikan Rizki darinya. Sejak Aldo dan Tasya datang kesini dia tidak pernah ikut dalam kegiatan anak-anak. Dia selalu sibuk dengan mereka dan sesekali hanya berada di kamar saja.


" aku lapar... Ayo kita makan dulu." kata Rizki sambil mengajak Manda keluar, dia tidak ingin Manda tahu apa yang sedang dikerjakannya.


Sampai ditempat makan semua sudah berkumpul, termasuk Tasya dan Aldo. Karna mereka adalah tamu Rizki jadi berbeda dengan tamu lain, mereka makan bersama disini.


" Tasya... maaf nama kamu Tasya kan ? Kalian berencana berapa lama tinggal disini ?" tanya Manda


" iya... Aku Tasya... Kamu.... Bukankah kamu wanita yang waktu itu ?" tanya Tasya


" kamu disini......" Tasya melirik kepada Rizki


" Sekarang dia adalah istri ku." kata Rizki


" oooh.... Pantas saja, waktu itu Rizki terlihat sangat suka pada mu." kata Tasya


Manda melihat Rizki. Dia bertanya dengan tatapan matanya.


" Hahaaa.... dari mana kamu tahu, saat itu aku beluuumm...." Rizki melihat ke arah Ayahnya.


" Maksudku waktu itu aku sudah sangat menyukai Manda, itu kenapa akhirnya kita menikah kan ?" kata Rizki


Manda tersenyum pelan, dia tahu apa yang di katakan Rizki saat ini adalah kebohongan karna ada Kardi dan Safa.


****


Keesokan harinya Rizki masih saja sibuk dengan leptopnya, dia juga mengemasi beberapa barang kedalam tas. Setelah semuanya dirasa siap Rizki meninggalkan pondok menuju ke mobil.


Saat akan menjalankan mobilnya, Manda tiba-tiba masuk.

__ADS_1


" apa yang kamu lakukan, Manda aku ada urusan penting, jadi maaf aku tidak bisa mengajakmu." kata Rizki


Manda tetap saja diam, dia tidak bergerak sama sekali dari tempat duduknya.


" aku akan ikut kemanapun kamu pergi." kata Manda


" Tapi ini sangat jauh, nanti kamu capek gimana ?" kata Rizki


" Aku tidak akan capek, aku hanya akan duduk disini." kata Manda


Melihat Manda begitu kukuh, Rizki tidak ada jalan lain, hari ini dia harus menyelesaikan semuanya sebelum para polisi melacak keberadaan Aldo dan Tasya.


Rizki ingin mengendarai mobil lebih cepat, tapi dengan membawa Manda bersamanya sepertinya itu hal yang tidak mungkin, Manda sedang hamil, dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Manda.


Sampai dikota, Rizki berhenti didepan sebuah warnet. Dia membawa tasnya. Manda tidak bertanya banyak hal, dia hanya mengamati dari jauh apa yang dilakukan Rizki. Tidak lama Rizki keluar, dia langsung menjalankan mobilnya kesebuah bank. Disana sedikit lebih lama dari pada di warnet tadi. Manda menunggu sangat lama, akhirnya Rizki keluar dengan membawa tas yang berisi banyak uang.


" Uang sebanyak ini dari mana ? Untuk apa ?" tanya Manda


" uang ini adalah uang simpananku, dan ini untuk Aldo dan Tasya. Mereka sangat membutuhkannya saat ini." kata Rizki


Rizki melaju lagi ke sebuah rumah yang terlihat sepi, tapi banyak sekali yang keluar masuk ke sana.


Sudah sangat lama ketika Rizki masuk kedalam, Manda sangat takut karna orang-orang disana terus memperhatikannya. Bukan orang-orang biasa tapi sedikit galak atau mungkin mereka memang preman disana.


" hai cewek... Sedang apa kamu disini, apa ada yang bisa kami bantu ?" tanya salah seorang


" tidak terima kasih, aku sedang menunggu suamiku." kata Manda


" Dia bilang suami....hahaha.... Mungkin suaminya akan menjualnya atau semacamnya... Hahahah..." kata salah seorang lagi


" Tidak.... Hentikan suamiku bukan orang yang seperti itu, jauhkan tanganmu... Jangan coba-coba menyentuhku...."kata Manda dengan nada takut


Dia melihat ke arah rumah itu tapi tidak ada tanda-tanda Rizki keluar. Sementara para preman itu terus mendekati Manda, Manda terus mundur menghindari para preman itu tapi salah seorang preman berhasil menagkap Manda. Manda meronta-ronta. Akhirnya Rizki datang dia memberikan tinju kepada preman itu. Saat akan membalas preman itu berhenti ketika melihat pria didepannya adalah Rizki


" Rizki.....apa benar kamu Rizki...." kata preman itu.


" Gun... Gunawan....benar itu kamu ?" kata Rizki


Rizki dan Gunawan pun berpelukan, ternyata mereka adalah teman lama, tidak tahu sekarang sudah menjadi kepala preman di lingkungan itu. Gunawan juga menceritakan kalau dia yang mengamankan tempat itu. Sedangkan Rizki juga menceritakan tujuannya ke sana.

__ADS_1


Gunawan menawarkan sebuah bantuan, Besok pagi-pagi jam 3 dia menyuruh Rizki membawa Aldo dan Tasya ke dermaga dekat teluk. Dia akan menunggu disana. Setelah itu Rizki sedikit lega, akhirnya ada jalan keluar untuk Aldo dan Tasya.


Diperjalanan pulang Rizki tidak begitu cemas seperti ketika dia berangkat tadi. Dia sudah bernafas lega.


" apa kamu ingin makan sesuatu ?" tanya Rizki


" akhirnya kamu sadar kalau aku ada disini." kata Manda sedikit marah


Rizki tersenyum, dia melihat Manda marah malah dia semakin senang, Dia tertawa pelan


" bisa-bisanya kamu tersenyum seperti itu. " kata Manda


" kamu terlihat cantik saat marah." kata Rizki sambil menghentikan mobilnya.


" kita makan dulu ya."


Manda ingin marah, tapi tidak dengan perutnya. Dia sangat lapar. Mereka berjalan ke sebuah rumah makan, disana Manda memesan banyak sekali makanan.


" Kamu bisa makan ini semua ?" tanya Rizki


" aku sangat lapar, lagi pula sehari ini kamu tidak memperdulikan ku sama sekali." kata Manda


" apa pun yang kamu mau pesan lah, selagi kamu bisa memakannya." kata Rizki sambil mengusap pipi Manda.


Hari ini Manda makan begitu banyak, tidak seperti sebelumnya yang selalu saja mual dan muntah ketika melihat makanan ini itu. Rizki tersenyum dia berfikir anak yang ada dikandungan Manda sudah mau mencerna apa pun yang Manda makan.


Ketika akan pulang, Manda melihat selembar koran yang jatuh didepannya, ada sepasang foto pria dan wanita yang tidak asing olehnya.


" Riiz.... Ini bukannya foto Aldo dan Tasya ?" tanya Manda sambil memberikan selembar koran itu.


Rizki kaget melihatnya, tangal terbitnya koran itu pun ternyata sudah lama, sekitar satu minggu yang lalu. Berarti polisi sudah tau Aldo dan Tasya berada di sini.


Tanpa pikir panjang lagi, Rizki mengajak Manda pulang. Dia menginjal pedal gas begitu keras hingga mobilnya melaju begitu cepat. Rizki melakukan itu tidak sadar kalau Manda sedang bersamanya.


" Riiizzz.... Jangan ngebut.... Aku takut." kata Manda


Mendengar kata-kata Manda, Rizki baru sadar kalau dia membawa istrinya yang sedang hamil. Dengan cepat Rizki mengurangi laju mobilnya.


Melihat itu Manda bernafas lega.

__ADS_1


" maafkan aku, kamu baik-baik saja kan ?" tanya Rizki sambil mengelus pipi Manda. Sedangkan Manda hanya menggangguk pelan.


__ADS_2