Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Ikhlas


__ADS_3

Manda kembali keperkebunan, kabar sudah menyebar disana dengan cepat. Ketika Manda kembali semua orang terlihat bersusah hati, apa lagi melihat Manda yang lemas tidak berdaya.


Tiga hari berlalu, Manda terlihat masih lemas. Dia hanya makan sedikit, kadang hanya minum segelas susu saja. Itu membuat semua orang khawatir dengan kesehatan Manda dan bayi yang sedang dikandungnya.


Surti mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada jawaban, perlahan dia membuka pintu karna khawatir terjadi sesuatu kepada Manda.


" Mbak.... Mbak Manda...." kata Surti sambil mendekati Manda yang sedang berbaring.


Manda terlihat tertidur dengan mengenggam foto Rizki ditangannya, dilihat juga masih ada bekas air mata diujung mata Manda. Surti menutup mulutnya sambil menahan tangis. Dia merasa sangat kasihan kepada Manda yang harus ditinggal Rizki dengan tiba-tiba.


Perlahan Surti keluar meninggalkan kamar Manda, diluar ada beberapa pekerja yang menunggu keluarnya Surti untuk mencari tahu apa dan bagaimana keadaan Manda. Surti terdiam dan mengajak semuanya meninggalkan kamar Manda.


Tidak ada yang bisa dikatakan Surti, tidak ada yang bisa diceritakan Surti. Dengan diamnya Surti mungkin semua orang sudah dapat menduga apa yang sedang terjadi kepada Manda.


Sore hari Kardi kembali keperkebunan, ketika melihat Kardi kembali, semua orang berlari menghampiri Kardi. Wajahnya tampak lesu tidak bersemangat, semua orang melihat kebelakang tidak ada mobil iringan atau polisi yang mengawal Kardi jadi mereka binggung. Ingin sekali mereka bertanya kepada Kardi tapi melihat kondisi Kardi mereka hanya bisa mengikuti kemana Kardi pergi.

__ADS_1


Dengan langkah tertati Kardi menuju kamar Manda. Dia mengetuk pelan tapi tidak ada jawaban. Surti maju kedepan memberitahu kepada Kardi kalau Manda baru saja tertidur. Kardi mengangguk pelan, perlahan dia membuka pintu dan masuk kedalam kamar. Dilihatnya Manda yang sedang tertidur, kemudian dia mendekat dan mengusap kepala Manda dan menitikan air mata.


Melihat Kardi menitikan air mata, semua orang seakan mengerti apa yang terjadi kepada tuan muda mereka. Allah benar-benar telah mengambil Rizki dari kita semua.


Tangisan Kardi membuat Manda terbangun, dia kaget melihat ayah mertuanya duduk disampingnya. Apalagi dalam keadaan menangis.


" Ayah..... Apa yang terjadi ? Jangan membuat Manda takut." kata Manda


Kardi tidak bisa mengatakan sepatah kata pun, air matanya terus berderai didepan menantu perempuannya itu. Melihat sang mertua sedang menangis seperti itu Manda sudah bisa menebak apa yang terjadi. Beberapa hari ini dia sudah menguatkan diri untuk menerima ini semua tapi ketika hari itu datang Manda tidak sanggup menanggung gejolak dihatinya. Hatinya begitu hancur, separuh hatinya telah pergi untuk selamanya.


Akhirnya Kardi memberitahu Manda kalau jenazah Rizki tidak ditemukan. Polisi dan tim penyelam sudah menghentikan pencarian karena waktu yang begitu lama. Dengan itu dikonfirmasikan kepada seluruh keluarga kalau Rizki telah meninggal dunia tapi jenazah tidak dapat ditemukan.


Manda menangis sejadi-jadinya. Dia telah kehilangan suaminya untuk selamanya, satu keinginan terakhir untuk melihat jenazah suaminya pun juga tidak dapat terpenuhi. Safa mendekap Manda, mereka terlihat saling menguatkan satu sama lain.


Rumah menjadi sepi, hanya terdengar tangisan. Keluarga telah mengadakan doa bersama untuk almarhum Rizki agar bisa beristirahat dengan tenang. Tidak ada lagi air mata yang keluar dari mata Manda. Dia hanya terdiam seribu bahasa, duduk termenung disudut ruangan.

__ADS_1


Setelah hari itu tidak ada lagi senyumam diwajah Manda. Dia juga terlihat lemas dan malas untuk menjalani rutinitas. Semua pekerjaan Manda diambil alih oleh Bella dan dibantu oleh Safa.


Langit mendung setiap hari, seakan dia ikut sedih bersama dengan Manda. Manda berjalan menyusuri taman bunga, dilihatnya Rizki sedang tersenyum kepadanya disana. Tangan Rizki menjangkau Manda seakan mengajak Manda berjalan menyusuri taman bersamanya.


Ketika Manda sangat ingin memeluk Rizki tiba-tiba hilang, Manda tersadar itu semua hanya sebuah lamunan dia. Harapan Manda tentang kehadiran Rizki. Surti, Eko dan para pekerja lain menatap Manda dengan sendu.


" Semoga mbak Manda kuat menghadapi semua ini." kata Eko


Mendengar perkataan Eko semua orang disana mengangguk dan mengaminkannya. Mereka semua berharap yang terbaik untuk Manda dan bayi dalam kandungannya.


Setiap harinya Manda selalu terbayang sosok Rizki, baru-baru ini dia merasakan cintanya kepada Rizki begitu besar. Dia dapat memahami arti memberi dan menerima saling melengkapi ketika dia bersama Rizki. Kesederhanaan yang membuat mereka bahagia saling mengisi satu sama lain adalah sebuah anugrah.


Kini Rizki tidak lagi menemani Manda, tidak lagi menguatkan Manda. apa yang akan Manda lakukan kedepannya tanpa dukungan dan semangat dari Rizki. Meskipun disini banyak orang yang menyayangi Manda, rasanya tanpa Rizki semau terasa percuma.


Bayi dalam perut Manda menendang Manda dengan sangat keras sehingga Manda terkejut, dia mengelus perutnya yang semakin besar. Didalam tubuhnya tumbuh kehidupan, dari daging dari orang yang dia cintai. Mungkin sang bayi mengingatkan Manda kalau masih ada dia yang akan menguatkan dan menemani Manda nanti.

__ADS_1


Manda menitikan air mata sambil mengelus perutnya, dia berbicara kepada anak dalam perutnya, dia harus kuat dia harus bertahan sampai suatu hari nanti dia akan keluar dan menemani Manda, menjaga Manda mengantikan sang ayah.


__ADS_2