Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Kangen


__ADS_3

Setelah kembali dari dokter kandungan, wajah Rizki tampak masih merah, mungkin dia sedang malu. Tapi tidak dengan Manda, Manda malah terus tersenyum melihat suaminya itu salah tingkah.


" Jangan melihatku seperti itu terus !" kata Rizki


" kenapa ? Apakah kamu malu." kata Manda sambil terus menggoda Rizki


" Manda aku sedang menyetir, jangan macam-macam." kata Rizki


" aku tidak ngapa-ngapain kok, aku cuma diam saja, kamu aja yang salah tingkah." kata Manda


Manda melihat kedepan tapi masih saja tersenyum, Rizki menginjak rem dan menepikan mobilnya.


" ada apa dengan mobilnya." tanya Manda khawatir


" Entahlah..." Rizki membuka sabuk pengamannya, tapi sedetik kemudian dia sudah ada didepan Manda. Wajah mereka hanya berjarak beberapa cm. Manda bisa dengan jelas melihat mata tajam Rizki.


" Jadi siapa tadi yang terus menggodaku ?" kata Rizki sambil terus mendekat dan menekan Manda.


" Riz.... Hentikan.... Tadi aku cuma bercanda." kata Manda yang berusaha mendorong Rizki menjauh darinya.


" kamu tidak dengar apa yang dokter katakan barusan ?" kata Manda


Rizki tidak perduli apa yang dikatakan Manda dia terus mendekat. Dan akhirnya mencium bibir Manda dengan bergairah. Manda masih membuka matanya karna tidak percaya tapi perlahan matanya tertutup. Mereka berciuman cukup lama. Hingga ketika Rizki sedikit lenggah, Manda mendorong tubuh Rizki. Dan ciuman pun berakhir.


Manda mengusap bibirnya dan tidak berani menatap Rizki lagi.

__ADS_1


" Sudah hampir malam, sebaiknya kita segera pulang." kata Manda dengan suara pelan


Rizki tersenyum melihat Manda yang tersipu malu, akhirnya semua terbalaskan.


" Kenapa kamu melakukan itu tadi ?" tanya Manda


" karna aku mencintaimu." kata Rizki sambil tidak memperhatikan Manda dan hanya fokus ke depan


" Tapi kata dokter...."


" Persetan apa yang dikatakan Dokter, dia mungkin cuma asal bicara saja, bukankah hal yang seperti ini wajah untuk pasangan suami istri." kata Rizki


" Kan demi anak kita." kata Manda


" Manda... Haruskah aku menjelaskan semua kepadamu, kalau hanya ciuman saja boleh, kalau itu tidak boleh." kata Rizki


Rizki tampak sedikit marah, harus menjelaskan sedetail itu kepada Manda.


" itu.... Hal yang kita lakukan saat membuat bayi yang ada diperutmu, mungkin dokter juga takut kalau ada bayi lain yang tumbuh dalam perutmu lagi." kata Rizki


" ha.....ha...ha..... Manda tertawa, aku tahu kok, aku hanya ngerjain kamu aja. Mana ada bayi lain yang tumbuh dalam perut ku, kalau ada seorang bayi berkembang disana." kata Manda


Rizki menatap Manda dengan tajam, sedangkan Manda terus saja tersenyum.


Sampai disebuah pasar, tiba-tiba Manda menyuruh Rizki menepi. Dia melihat seorang penjual soto.

__ADS_1


" Aku ingin makan soto !" kata Manda dengan nada Manja.


" Baiklah ayo kita makan, lagi pula aku juga sudah lapar." kata Rizki


Mereka berdua duduk di sebuah kedai pingir jalan menanti soto yang sudah dipesannya.


" Soto dan es teh.... Pasti enak sekali." kata Manda


" tapi kamu tidak boleh minum es...." kata Rizki sambil berdiri minta es dalam teh itu untuk dibuang, atau diganti saja dengan yang baru.


Ketika Rizki kembali, dia melihat Manda termenung melihat ke sekelompok orang yang duduk tidak jauh dari nya.


" Ada apa ?" tanya Rizki


" Dulu.... Saat aku dan keluarga ke bogor, kita sering makan soto diwarung pinggir jalan. Setiap kali aku minta es teh, gak pernah dikasih. Katanya udara disana aja udah dingin kenapa harus pakek es." kata Manda sambil tersenyum


" kamu kangen mereka ?" kata Rizki sambil duduk disamping Manda dan memeluk dengan satu tangan.


" Kangen sih.... Bagaimana pun mereka adalah keluarga aku, sampai kapan pun akan tetap seperti itu." kata Manda


Rizki diam saja, dia memeluk Manda semakin erat,


" Sekarang, ada aku, nanti ada anak kita, kita semua yang ada di perkebunan dan penginapan adalah keluarga kamu, kamu jangan sedih, ingat kamu gak sendiri." kata Rizki


Manda tersenyum, dia melihat Rizki, memang ada ketulusan di mata Rizki. Tapi tetap saja sebuah keluarga tidak bisa tergantikan oleh siapa pun, jika bertambah itu mungkin tapi keluarga sendiri tetap ada tempat tersendiri didalam hati. Manda tersenyum dan mengecup bibir Rizki dengan cepat.

__ADS_1


Rizki pun terkejut karna Manda mengecup bibirnya, dia melihat ke sekeliling jika ada seseorang yang melihat mereka.


" tidak ada yang lihat." kata Manda pelan sambil bersandar di bahu Rizki.


__ADS_2