Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Manda sedikit prustasi, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Dia ingin pulang ke rumah tapi dia ingin memastikan terlebih dahulu tetang Yuda. Kalau dia kembali seperti ini, keluarga akan cemas.


"aku akan kembali setelah menyelesaikan semua ini." gumam Manda


Manda keluar meninggalkan kamarnya, semua pegawai hotel terlihat sangat sibuk.


Mungkin akan ada tamu penting. Pikir Manda


Manda turun ke bawah, dia melihat banyak bunga yang disusun rapi, banyak pegawai membawa meja dan kursi ke aula samping.


" oh...ternyata ada sebuah pernikahan " kata Manda pelan.


Manda berjalan ke lobi, dia ingin menanyakan sesuatu kepada resepsionis. Belum keluar pertanyaan, dia melihat sebuah undangan dengan sepasang foto pengantin.


" Yuda....." kata Manda sambil meraih undangan yang ada di meja.


" Ibu kenal dengan pak Yuda... Dia akan mengadakan acara pernikahannya di hotel kami ini, sebentar lagi acara mungkin akan segera dimulai." kata salah seorang resepsionis.


Manda tidak bisa berkata apa pun, dia berbalik dan mencari dimana acara itu di selenggarakan.


" ibu... Tunggu... Apa anda teman atau tamu undangan bapak Yuda, karna selain tamu undangan dilarang masuk." pegawai itu mencoba menahan Manda


Manda berbalik melihat pegawai itu, air mata sudah berlinang di wajah Manda tapi juga terlihat amarah diwajah Manda, perlahan pegawai itu melepaskan tangannya. Mungkin dia tahu apa yang dirasakan Manda saat ini.


"Aku akan mengantar ibu ke aula samping." kata pegawai itu.

__ADS_1


Manda diam, dia mengikuti sang pegawai dari belakang, dilihatnya foto-foto praweding yang berjejer rapi disepanjang jalan menunju aula.


Manda berbalik, dia merasa tidak sanggup untuk melihat mereka menikah dengan mata Manda sendiri. Tiba-tiba datang seorang lelaki yang sedang marah-marah. Dia memecahkan semua foto yang tadi berjejer rapi.


" pak satpam.... Hentikan pria itu, kata salah seorang pegawai disana.


Dua orang satpam mencoba menghentikan pria itu tapi mereka tetap tidak bisa, pria itu melewati Manda dia membuka pintu aula dan langsung masuk kedalam.


Dilihatnya dari cela pintu yang terbuka, akhat nikah telah selesai, pembelai wanita telah mencium tangan pembelai lelaki.


Dengan langkah goyah Manda masuk kedalam, dilihatnya tidak banyak tamu undangan disana. Mungkin hanya kerabat dan teman dekat. Dari kejauhan Manda melihat pria yang datang tadi mendekati pembelai wanita dan menariknya.


" Lia... Berani sekali kamu meninggalkan ku hanya demi seorang seperti dia." kata pria itu.


Pembelai lelaki berdiri, dia merapikan jasnya dan mendekati pria yang menarik istrinya itu.


" sebelum datang kemari lihatlah dirimu, aku bisa saja menjamu dirimu dengan baik disini, tapi lihat bajumu sangat kotor. kamu pikir apa pantas kamu duduk bersama tamu-tamu ku." kata Yuda


Pria itu memukul Yuda dengan sangat keras, membuat Yuda terjatuh dan berbalik. Dia melihat Manda berdiri tidak jauh darinya. Dengan jelas dia dapat melihat air mata yang keluar dari matanya. Manda hanya berdiri, tidak separah kata pun keluar dari mulutnya. Dia ingin pergi tapi lakinya tidak dapat digerakkan.


Tiba-tiba dua orang satpam masuk memaksa pria pembuat onar itu keluar. Manda melihat Yuda merapikan pakaiannya di bantu Lia, dia sama sekali tidak memperhatikan Manda. Pria pembuat rusuh itu diseret satpam keluar dan menabrak Manda.


Mata mereka saling bertemu, Manda mengingat-ingat kembali sepertinya dia pernah bertemu dengan pria itu disuatu tempat.


" iya.... Bandara... Pria ini adalah pria yang menyelamatkan ku dibandara, dan wanita itu, wanita yang bersamanya kemarin." pikit Manda sambil melihat ke arah dua pembelai

__ADS_1


Kedua satpam menyeret pria itu keluar. Manda mengejarnya. Satpam ingin membawa pria itu ke kantor polisi tiba-tiba Manda menahannya.


" Pak... Maafkanlah kami... Kami hanya mencari barang kami yang hilang. Kami tidak dapat menemukanya, kami akan pergi. Jadi lepaskan kami." kata Manda


Kedua satpam itu saling melihat, perlahan melepaskan pria itu.


" tapi begini nona... Hotel kami mengalami banyak kerugian akibat ulah yang dibuat bapak ini." kata satpam


" baik apa ini cukup..." Manda mengeluarkan sejumplah uang dan diberikan kepada satpam


Setelah selesai Manda dan pria itu keluar dari hotel.


" siapa namamu. " tanya Manda


" terima kasih untuk hari ini, nama ku Rizki."


Dia masih terlihat sangat marah


" tidak apa, bukan kah kamu yang menolongku kemarin. " kata Manda


Rizki melihat ke arah Manda dia mengingat-ingat lagi kejadian kemarin.


" ternyata kamu orang kaya," kata Rizki sambil berjalan keluar.


Manda melihat Rizki melangkah pergi dia mengejarnya, dia ingin tahu kemana pria itu pergi dan apa yang akan dilakukannya selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2