
Setelah hari itu Manda terihat murung, dia hanya berjalan menyusuri perkebunan dengan hati yang tidak karu-karuan.
" Apa yang kamu lakukan disini ?" tanya Rizki
" Aku hanya melihat bunga-bunga yang indah." kata Manda
Rizki duduk disamping Manda, dia tahu saat ini Manda begitu hancur, dia ingin menghiburnya tapi tidak tahu harus berkata apa.
" apa aku terlihat begitu menyedihkan, aku tidak tahu harus bagaimana lagi sekarang. Aku punya tempat tinggal 6-7 bulan kedepan, tapi setelah itu aku tidak tahu kemana aku akan pergi." kata Manda.
Rizki menggenggam tangan Manda
" kamu bisa terus tinggal disini." kata Rizki
Manda menatap Rizki dengan ragu.
"Mengapa kamu menatapku seperti itu, aku serius mengatakannya." kata Rizki
" Jika kamu mau, kamu bisa tinggal disini, menjadi ibu dari anakku, dan juga....
" Dan juga......" Manda menatap Rizki
" istriku... Istri yang sesungguhnya. Itu pun kalau kamu mau." kata Rizki
Melihat Manda ragu, Rizki melepaskan tangannya.
" Kamu bisa memikirkannya lebih dulu, aku tidak memaksamu, aku hanya memberikan solusi saja." kata Rizki sambil pergi meninggalkan Manda.
" Tunggu... " Manda mendekati Rizki
__ADS_1
" Aku tidak bisa dengan mudah menjadi istri yang sesungguhnya untukmu, tapi biarkan aku belajar menjadi seorang istri untuk mu." kata Manda
Rizki berbalik, dia melihat Manda masih menitikan air matanya. Rizki mengusap pipi Manda, mengeringkan semua air mata Manda dan memeluknya. Dia tahu apa yang dirasakan Manda saat ini, mungkin dia sangat hancur mendengar keluarga yang dia sayangi telah membuangnya.
" kamu jangan takut.... Mulai sekarang, kamu dan anak kita adalah tanggung jawabku, aku akan menjaga kalian berdua dengan nyawaku." kata Rizki.
Sebuah pernikahan pun di persiapan untuk Manda dan Rizki. Tidak begitu mewah hanya dihadiri oleh keluarga dan pekerja perkebunan.
" besok kamu akan benar-benar menjadi istriku." Kata Rizki sambil memeluk Manda dari belakang yang menatap bintang-bintang di langit yang begitu banyak.
Manda terdiam dan tersenyum, dia membayangkan betapa bahagianya dia kalau saja keluarga dia ada disini besok. Meskipun itu tidak mungkin, tapi dia berharap suatu saat nanti keluarga nya akan memaafkan Manda
" apa yang sedang kamu pikirkan ?" kata Rizki
" Aku memikirkan bagaimana kita membangun keluarga kita nanti, bagaimana kita akan membesarkan anak kita nanti." kata Manda
" kamu lihat halaman yang luas itu, anak-anak kita akan berlarian disana. Aku akan bekerja di kebun dan kamu akan memasak makanan untuk kita." kata Rizki
" ehemmm....ehemmm.... Maaf mengganggu, tapi kata ayah, aku harus tidur disini dengan kak Manda, kalian tidak boleh tidur disatu ruangan sebelum menikah." kata Safa sambil membawa boneka kesayangannya.
" Kenapa kamu mengganggu sekali... Sana keluar." kata Rizki
" Sebaiknya kamu yang keluar." Kata Manda sambil mendorong tubuh Rizki
Rizki menatap Manda dengan kecewa, tapi dia hanya pasrah dan pergi meninggalkah pondok itu menuju rumah.
Dirumah sudah ada Kardi yang menunggu Rizki
" apa yang ayah lakukan disini ?" tanya Rizki
__ADS_1
" masuklah.... ada yang ingin aku bicara kan denganmu." kata Kardi
Mereka duduk diruang belajar, Kardi duduk membelakangi Rizki dan melihat langit yang gelap.
" setelah kamu menikah besok, beban mu akan bertambah, tanggung jawab mu akan bertambah. Kamu mengerti ?" kata Kardi
" iya ayah...."
" jangan cuma iya.... Pikirkan lagi masa depan mu nanti harus bagaimana, kamu tidak lagi hidup sendiri, ada 2 orang yang harus kamu nafkahi." kata Kardi
Rizki diam, dia berdiri disamping Kardi.
" Ayah.... Apa bisa aku menjadi ayah seperti ayah...?" Kata Rizki
" kamu tidak hurus menjadi seperti aku, kamu hanya harus menjadi ayah yang baik untuk anakmu dan istrimu." kata Kardi.
Esok hari pun telah tiba, matahari bersinar dengan hangat, Safa berlari menuju pondok Manda.
" wah... Cantik selali..." kata Safa melihat Manda sedang dirias.
" Pengantin perempuan benar-benar sangat cantik." kata Perias
Manda tersenyum, dia melihat gambar dirinya dicermin, begitu cantik tapi, tidak ada keluarganya disini. Manda pun sedih.
" kak... Jangan sedih, mulai sekarang dan seterusnya kak Manda adalah kakak Safa keluarga dari perkebunan Kardi." kata Safa yang mengerti kesedihan Manda.
Acara pernikahan pun segera dimulai, Rizki pun sudah menunggu dengan setelan jas yang sangat tampan. Dari kejauhan Manda datang memakai gaun putih berjalan dengan anggun menuju ke tempat dimana Rizki berada.
Suasana hening sesaat, ketika ijab khobul dimulai menjadikan Manda sebagai istri sah Rizki, menjadikan Rizki imam baginya dan pelindung bagi keluarga nya.
__ADS_1
Suara sah dari penghulu dan saksi serta sorak gembira dari para tamu undangan menjadikan mereka sepasang suami istri yang sesungguhnya.