Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Kepercayaan


__ADS_3

Manda terdiam, dia melihat semua orang sedang tidak berdaya. Semua tergantung kepadanya, baik keluarga maupun pekerja. Sebenarnya dia sudah tidak sanggup lagi menyetir jauh ke kota, tapi dia juga tidak tega, nasib dari keluarga tergantung kepadanya. Bukan hanya keluarga dia tapi juga keluarga semua pekerja disana.


Kardi sebenarnya juga tidak tega, melihat perut Manda yang sudah sangat besar. Tapi semua tergantung hanya kepada Manda saat ini. Dengan berat hati Kardi menyerahkan kunci mobil kepada Manda. Manda perlahan berjalan menghampiri Kardi sambil tersenyum.


" Jangan cemas ayah... Manda akan segera kembali." kata Manda


Safa mengambilkan tas Manda, dia mengantar Manda sampai kedepan mobil. Sebelum Manda pergi dia menahan tangan Manda, mengingatkan Manda untuk berhati-hati, jika terjadi apa-apa segera hubungi rumah. Manda tersenyum dan masuk kedalam kedalam mobil, perasaannya tidak enak tapi dia tetap saja pergi.


Manda melajukan mobilnya perlahan, mengingat perutnya yang sudah besar jan perjalanan cukup jauh, dia membuat dirinya nyaman dalam perjalanan. Manda melihat jalan sekeliling, dia ingat jalan ini pernah menjadi kenangan dia bersama Rizki. Manda terlihat sedih, tapi dia sudah cukup tegar dan menerima keadaan kalau Rizki sudah tidak ada didunia ini lagi.


Hari sudah siang, matahari bersinar dengan teriknya. Manda sudah sampai di kota, dia langsung menuju bank untuk mengambil uang. Langkahnya terlihat berat, mungkin karena perut yang besar dan matahari yang terik. Sejenak Manda duduk didepan bank untuk beristirahat, Manda melihat dua orang yang terus memperhatikan dia dari tadi. Ketika Manda melihat dua pria itu memalingkan wajahnya.


Manda mencoba berfikir positif dan mengabaikan mereka. Manda sudah merasa baikkan, dia kembali melanjutkan langkahnya memasuki bank dan mengambil nomer antrian.


Dia cukup beruntung, tidak banyak orang yang antri, seseorang melihat Manda sedang berdiri dia segera bergeser memberikan Manda duduk.


" Ayo duduk sini... Kamu pasti capek." kata salah seorang wanita.


"Terima kasih..." kata Manda sambil duduk dan tersenyum.


Tidak lama mengantri, kini tiba giliran Manda. Dia segera berdiri dan memberitahu maksud tujuan dia datang ke bank. Setelah teller mengecek Manda kembali duduk menunggu. Segebok uang di berikan teller kepada Manda, dia sudah mempersiapkan diri, tapi kini dia sedikit khawatir. Sekarang ada sedikit ketakutan, dia harus kembali membawa uang sebanyak itu.

__ADS_1


" Semoga tidak akan terjadi hal yang buruk." kata Manda pelan.


Manda perlahan berjalan meninggalkan bank menuju mobilnya, dia sempat melihat sekeliling memastikan semuanya baik-baik saja. Manda meletakkan tas disamping, dan perlahan melajukan mobilnya. Terdengar suara hela'an lega.


Susana kota sangat ramai hari ini, mungkin karna ada karnaval. ketika sore hari banyak jalan yang ditutup dan dialihkan. Manda sempat binggung tapi dia berhasih melewati kemacetan.


"akhirnya keluar juga."kata Manda pelan.


Manda meninggalkan kota, dia ingin segera kembali ke rumah sebelum matahari terbenam, apa lagi dalam keadaan dia membawa uang yang cukup banyak.


Dalam perjalanan, hati Manda terasa tidak enak. Beberapa kali dia melihat kebelakang dengan kaca sepionnya. Tidak ada apa-apa, tapi tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Manda mengerem sekuat tenaga karena tidak tahu. Manda melihat keluar, tidak ada siapapun. Mobil itu menutup seluruh jalan, Manda tidak dapat melajukan mobilnya. Beberapa kali Manda membunyikan klakson, tetap saja tidak ada respon. Manda menelan ludah dan memberanikan diri keluar melihat mobil itu.


Langakah kaki Manda terlihat ragu, dia juga sedikit gemetar apa lagi dalam keadaan mengandung besar. Manda mendekati mobil itu, tidak ada satu orang pun di dalam. Manda binggung, dia juga tidak dapat pergi dari tempat itu karena mobil ini menghalangi mobilnya. Beberapa saat Manda berdiri melihat sekeliling. Dua orang pria bertubuh kekar mendekati Manda, Manda kaget dan mundur beberapa langkah kemudian berlali menuju mobilnya. Ada salah satu orang lagi yang sudah mencegat Manda di depan pintu mobil.


Ketiga pria itu hanya tertawa sambil melihat tubuh Manda dari atas hingga bawah. Melihat tatapan mereka Manda mundur. Salah seorang dari mereka meraih tangan Manda. Manda berteriak sekencang mungkin tapi tidak ada yang mendengar, yang terdengar hanya gelak tawa dari para preman itu.


" wanita hamil mungkin sangat nikmat." kata salah seorang preman sambil mengerayai tubuh Manda.


Manda mencoba menepis tangan preman itu dan mundur, tapi preman itu tetap berusaha meraih Manda. Saat hendak melepaskan diri salah seorang preman melihat liontin yang dipakai oleh Manda.


" Liontin itu, bukan kah itu milik Rizki." kata salah seorang preman dalam hati sambil melepaskan genggamannya.

__ADS_1


" Hentikan....lepaskan dia, kita harus buru-buru." lanjut preman itu


Kedua preman terlihat binggung, tapi mereka melapaskan Manda, Salah satu dari mereka mengambil tas yang berisi uang dalam mobil kemudian meninggalkan Manda. Tapi salah seorang preman melihat ke arah Manda dan kembali berjalan mendekati Manda. Kaki Manda tergilir karena kaget melihat preman itu mendekatinya.


Manda duduk sambil memegang perutnya, dia memejamkan mata karena takut. Preman itu mengeluarkan kain yang sudah di beri obat bius dan menutup hidung Manda dengan kain itu. Manda pun tidak sadarkan diri.


Tidak lama setelah itu beberapa polisi datang kr tempat Manda. Manda masih tidak sadarkan diri. Tapi dia sudah berada di dalam mobil tidak berada diluar lagi. Tidak hanya polisi tapi juga Kardi dan Safa yang datang ketempat itu karena mendapat laporan dari polisi.


Suara khawatir Kardi dan isak tangis Safa membangunkan Manda. Melihat Manda membuka matanya semua terlihat senang dan lega.


" Syukurlah... Kamu baik-baik saja ?" tanya Kardi


" Ayah....." Manda menatap ayah mertuanya dengan rasa bersalah, air matanya menetes perlahan


" Ada apa.... Apa ada yang sakit." tanya Kardi


Manda menggeleng, dia tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun karena menahan tangisnya. Dia begitu menyesal hal ini terjadi.


Seakan mengarti arti tangisan Manda, Kardi mengelus perlahan kepala Manda. Dia tidak menyalahkan semua yang terjadi kepada Manda, tapi dalam hati dia sedikit cemas. Kardi cemas karna uang yang hilang cukup banyak, selain untuk kebutuhan harian mereka. Yang lebih penting uang itu adalah gaji para pekerja.


Kardi mengehela nafas dan meninggalkan Manda dengan Safa, lalu dia menemui para polisi untuk mencari tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


Polisi memberitahu Kardi, seseorang telah melaporkan sebuah kecelakaan di sana, dan ketika polisi datang, mereka menemukan Manda tidak sadarkan diri. Kemudia mereka melihat rekaman di mobil Manda, bahwa benar terjadi pembegalan, wajah pelaku sempat terekam. Tapi polisi butuh waktu untuk mengkonfirmasi siapa pelakunya.


Kardi melihat ke arah Manda, dia bersyukur tidak terjadi hal buruk kepada Manda. Tapi dia harus bersiap pulang dan memberitahu kepada yang lain, dia juga harus menyelesaikan masalah keuangan mereka.


__ADS_2