Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Sebuah Hati


__ADS_3

Hari ini adalah minggu ke 4 Manda tidak sadarkan diri, si tampan sudah bertambah berat badannya. Para suster semakin sayang kepada si tampan karena semakin hari semakin mengemaskan. Setiap hari Indra selalu datang sekedar menjenguk Manda atau membawakan keperluan si tampan.


Hari ini ketika Indra datang setelah jam makan siang, dia mendengar tangisan si tampan yang cukup keras. Tidak biasanya si tampan rewel seperti hari ini, perawat sudah membuatkan susu, tapi si tampan tetap tidak berhenti menangis. Indra segera mengendong si tampan dan berusaha menenangkan dia tapi tidak berhasil, si tampan masih saja rewel.


" sebenarnya apa yang terjadi ? apa dia sakit ? " tanya Indra


" kami sudah mengeceknya mas... Tapi tidak ada yang salah, semua normal, tapi tidak tahu kenapa si tampan tetap saja rewel." kata suster


Indra masih mengayun-ayun kan si tampan dalam gendongnnya yang masih menangis. Tiba-tiba Intan berlari keluar dari ruangannya. Dia tidak menghiraukan tangisan si tampan dan terus berlari kecil menuju ruang igd.


Indra dan para suster terkejut dan binggung dengan apa yang terjadi, kenapa Intan terlihat begitu panik sampai-sampai tidak memperhatikan si tampan yang terus menangis dari tadi. Indra terus mengendong si tampan menuju ruang igd.


Terlihat dari sebuah kaca Intan dan para dokter yang lain sedang melakukan tindakan kepada Manda. Mereka semua terlihat begitu panik dan melakukan apa yang mereka bisa.


" ya ampun Manda... Apa yang terjadi ?" tanya Indra


" Tiba-tiba tanda-tanda vital mbak Manda menurun dengan drastis." kata suster yang ada disana


Si tampan yang berada dalam gendongan Indra menangis dengan kencang. Semua orang melihat kearahnya. Tapi mereka hanya diam, tidak tahu apa yang harus mereka lakukan termasuk Indra sendiri hanya terdiam.


" mungkin si tampan sedih, mamanya...." kata salah seorang suster

__ADS_1


" tidak akan terjadi apa-apa kepada mama kamu, jadi jangan menangis ya." kata Indra


Semua hanya terdiam mendengar perkataan Indra, air mata mereka mengalir melihat bayi mungil itu akan di tinggal oleh ibunya.


Indra masih saja menimang-nimang si tampan yang masih menangis sambil terus mengucapkan kata kalau Manda akan baik-baik saja.


Intan keluar dengan wajahnya yang lesu, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun dan langsung mencium si tampan yang masih menangis. Indra tahu artinya hal buruk telah terjadi kepada Manda. Indra membawa si tampan masuk dan melihat Manda telah berbaring tidak berdaya, salah seorang suster telah melepas peralatan yang menempek di tubuh Manda.


Indra berjalan mendekat, perlahan dia meletakkan si tampan yang masih menangis di samping Manda.


" Manda..... Bangun.... Lihatlah si tampan, dia ingin kamu mengendongnya. Kenapa kamu pergi... Kalau kamu pergi siapa yang akan menjaga anak kamu. Bangun Manda...." kata Indra


Indra mengubah posisi tangan Manda memeluk si tampan yang masih menangis.


" Manda.... lihat anakmu." kata Indra


Keajaiban tiba-tiba terjadi, jari-jari Manda tiba-tiba bergerak menyentuh tubuh anaknya. Indra menyadari itu lalu memanggil Intan untuk melihatnya.


Intan mendekat dan mengecek tanda-tanda vital Manda. Terasa detak jatung Manda walau lemah, Intan menyuruh suster kembali memasang alat-alat.


Dan ternyata benar, Manda kembali.

__ADS_1


Si tampan masih berada dalam pelukan Manda, tapi tidak lagi menangis, tangan kecilnya menyentuh tubub Manda yang masih berbaring tidak berdaya.


" Sebuah keajaaiban terjadi." kata salah seorang suster sambil menyeka air matanya


Semua orang disana merasa lega, air mata mereka berubah menjadi sebuah senyuman. Kali ini benar-benar ada keajaiban.


" kalian jangan senang dulu, Manda masih dalam masa kritis, Indra kamu keluar, bawa si tampan keluar dulu, dan semuanya tetap fokus pada pasien." kata Intan


Semuanya mengangguk dan mengerjakan tugas mereka masing-masing. Sedangkan Indra keluar sambil mengendong si tampan, kali ini tidak terdengar lagi tangisan, si tampan tertidur dalam dekapan Indra.


Beberapa jam berlalu, Manda keluar setelah memasang kembali alat-alat dan mengecek semuanya. Manda kembali, tapi dia masih belum sadarkan diri. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan, semuanya hanya menunggu sekali lagi keajaiban terjadi, yaitu ketika Manda membuka matanya.


Intan melihat si tampan yang tertidur disebuah ranjang kecil, dia menatap si tampan cukup lama. Dalam hati Intan berfikir, bayi kecil ini mungkin telah memanggil ibunya kembali, mungkin dia tidak ingin tinggal sendiri di dunia ini.


" hai tampan, kamu hebat hari, mama kamu selamat, semoga dia akan membuka matanya besok." Kata Intan


Indra dan salah seorang suster yang berdiri tidak jauh dari Intan heran dengan apa yang dia katakan. Mereka saling memandang dan bersamaan mengangguk, berharap apa yang dikatakan Intan akan menjadi kenyataan besok.


Jam kerja Intan telah berakhir hari ini, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang kecil kemudian tertunduk, air mata tiba-tiba jatuh. Dia teringat betapa dia sangat berusaha tadi untuk menyelamatkan Manda. Tapi ketika semua usahanya tidak berhasil dan Manda menghembuskan nafas terakhir tepat di hadapan Intan. Sungguh dia sangat tidak berdaya saat itu.


Dia tidak pernah menyangka kalau Manda akan kembali hidup dengan sentuhan darah dagingnya. Mungkin benar mereka mempunyai sebuah ikatan antara ibu dan anak. Entah sebuah keajaiban atau apa tapi hari ini dia benar-benar bersyukur hal buruk tidak terjadi kepada Manda.

__ADS_1


__ADS_2