
Manda dan Maya semakin hari semakin dekat, mereka hampir seperti saudara, atau itu memang pembawaan dari Manda yang selalu menganggap orang-orang disekitarnya baik, sehingga dia juga selalu berbuat baik.
" hai... Apa kelasmu sudah selesai ?" tanya Manda sambil menggagetkan Maya yang duduk ditaman.
" ini...." memberikan minuman dingin
"terima kasih, hari ini mungkin aku akan sibuk, banyak sekali tugas yang diberikan pak Jhon kepadaku." kata Maya dengan nada mengeluh
" coba aku mengerti, aku pasti akan membantumu, tapi sepertinya dosenku belum mengajarkan aku sampai bab itu."kata Manda sambil melihat leptop Maya
Setelah beberapa saat, mereka pun pergi. Menghabiskan waktu bersama, main di cafe, berbelanja, atau hanya sekedar jalan-jalan. Manda mulai melupakan waktu yang dia janjikan kepada Dira.
Disisi lain dira juga sudah masuk kuliah dan berteman dengan banyak orang disana. Di banding dengan Manda, Dira lebih gampang bergaul. Jadi temannya lebih banyak, tidak hanya perempuan tapi sebagian banyak yang laki-laki juga.
Satu lagi waktu yang dilupakan Manda, waktu dia dan Yuda. Saat di awal-awal Manda memang sering berkomunikasi dengan Yuda lewat telepon, vidio call, terkadang dia juga menulis surat lewat email kepada Yuda.
__ADS_1
Belakangan ini Manda lebih sering menghabiskan waktu bersama Maya. Tidak hanya kehidupannya sehari-hari bahkan juga saat dikampus. Maya yang mengajari Manda. Mungkin itu yang membuat Manda perlahan meninggalkan kebiasaanya berkabar dengan orang dirumah.
Sedah lama sejak Manda telpon, Dira merasa ada yang berbeda, atau mungkin karna kesibukan mereka masing-masing jadi tidak sempat untuk saling bertukar kabar.
" apa aku yang menelpon dia dulu ya."pikir Dira.
Saat Dira menggenggam ponsel, ponselnya tiba-tiba berbunyi.
" Manda....." kata Dira yang buru-buru mengangkat telpon
Setelah hari itu, Dira melewati hari-hari dengan gembira. Dia sudah merasa baik-baik saja. Tidak lagi memikirkan Manda yang ada disana.
Suatu hari saat Dira berjalan bersama temannya, tidak sengaja melihat Yuda sedang bersama wanita lain.
" Hai Yuda... Apa-apain ini, siapa wanita ini.?" kata Dira sambil berdiri di depan Yuda dengan sangat marah.
__ADS_1
" Dia.... Dia Dinda,dia pacar baruku."kata Yuda
" Pacar baru, bagaimana dengan Manda ? Dasar kau laki-laki brengsek." Dira semakin marah dia ingin menghubungi Manda sekarang juga.
" Aku tidak akan diam saja menunggu Manda kembali, anggap saja aku sedang brack dengan dia saat ini, lagi pula Manda jarang menghubungi ku." kata Yuda sambil merebut ponsel Dira
" Kalau kamu ingin mengadu, mengadu saja,tapi liat di posisiku, laki-laki mana yang kuat LDR' an begitu lama." tambah Yuda
" Kembalikan ponselku, aku akan memberitahu Manda." tegas Dira
" Coba kamu pikirkan lagi, kalau kamu beritahu dia, kamu akan merusak study nya. Dia akan kembali dengan patah hati."kata Yuda sambil tersenyum
Dira tertegun sebentar, sudah hampir setahun lebih Manda berada di London, jika dia kembali, studynya akan berantakan, satu tahun yang berlalu akan menjadi sia-sia.
Akhirnya Dira pergi meninggalkan Yuda dengan kesal. Dia merasa bersalah, tapi dia tidak ada cara lain selain menunggu Manda selesai dengan studynya dan kembali ke indonesia
__ADS_1