Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Berubah


__ADS_3

Manda berjalan keluar dari cafe diantar Yuda, dia melihat ke sekeliling tapi tidak menemukan Dira. Manda segera menelpon Dira untuk menanyakan dimana dia sekarang. Bunyi ponsel mengagetkan Dira dalam lamunannya.


" siapa....?" tanya Dafa


" oh... Kakakku, aku harus segera pergi... Daaa " kata Dira sambil berlari meninggalkan Dafa, dia sempat memandang ke arah Rizki kemudian kembali fokus ke jalannya.


" Maaf... Maaf.... " kata Dira menghampiri Manda dengan nafas ngos-ngosan


" Dari mana saja sih kamu..." tanya Manda


" Jalan-jalan sebentar kesana... Apa kita pulang, atau mau jalan-jalan dulu ?" kata Dira sambil merangkul Manda.


Hari berlalu begitu cepat, tidak terasa Manda sudah begitu dekat dengan Yuda. Hampir setiap malam Yuda menelpon Manda. Hari ini pun begitu, ketika makan malam bersama keluarganya tiba-tiba ponsel Manda berdering. Manda segera mengambil dan mematikannya.


" Siapa....?" tanya Hermansyah


" Teman pa..." jawab Manda sedikit gugup


Dira menatap Manda, dia menduga-duga siapa yang baru saja menelpon. Dira mengangkat alis nya. Manda tersenyum melihat Dira, melihat Manda tersenyum dia sudah mengetahui jawabannya.


" Apa tadi Yuda..." kata Dira yang merangkul sambil berjalan menaiki tangga.

__ADS_1


Manda tidak menjawab, dia langsung berjalan menuju kamarnya. Dira terus membuntuti Manda berharap Manda akan menceritakan hal menarik kepadanya. Saat didepan pintu Manda menghentikan langkahnya, melihat ke arah Dira sambil menahan pintu.


" apa.... Jadi aku tidak boleh masuk ?"tanya Dira


" maafkan aku, aku harus menelpon ! " kata Manda


Dira yang sedikit kesal berbalik berjalan menuju kamarnya. Dia terus mengomel tanpa henti sampai dia lelah dan tertidur.


Dira merasa Manda semakin berubah, entah itu perasaannya saja atau memang benar Manda berubah, dia bahkan sudah tidak mempunyai banyak waktu untuk Dira, saat berangkat sekolah di dalam mobil dia hanya fokus pada ponselnya sambil terus tersenyum etah apa yang di lihatnya.


" sekarang kamu berubah..." kata Dira sambil menghela nafas dan mengeluh


"hemmm.... Apa maksud kamu ?" kata Manda dengan polosnya.


Manda ingin menghentikan Dira tapi dia terlanjur berjalan jauh.


" ada apa dengannya. " gumam Manda


Pak Eko melihat ke dua gadis itu, dia telah bersama dengan mereka selama bertahun-tahun, baru kali ini dia melihat kedua gadis itu berselisih. Dira memang terlihat dingin dan angkuh tapi dia tidak pernah bersikap seperti itu kepada Manda.


Diperjalanan Dira tidak menegur Manda, bahkan sampai dirumah Dira masih saja diam. Dia berjalan meninggalkan Manda, Manda menyadari sesuatu dia berlari mengejar Dira.

__ADS_1


" Dira.... Apa aku berbuat salah, mengapa kamu mengabaikan ku seharian ini ?" tanya Manda sambil menahan Dira.


" kamu pikir aja sendiri. " Dira berjalan masuk meninggalkan Manda


Manda hanya diam, dia mengingat-ingat kembali apa kah dia memiliki salah kepada Dira.


"Sepertinya tidak... "kata Manda sambil berlari mengejar Dira masuk kedalam


Pak Eko melihat dari kejauhan, dia tersenyum, dia telah melihat Dira dan Manda dari kecil. Dia tersenyum dan akhirnya mengerti mengapa mereka bertengkar.


" Ternyata mereka sudah sebesar ini." gumam pak Eko.


Manda langsung menuju kamar Dira, dia duduk di kasur Dira dan terus menatap Dira. Awalnya Dira mengabaikan Manda yang terus tersenyum kepadanya. Sampai akhirnya dia kalah.


" apa mau mu... kembalilah kekamarmu." kata Dira.


"aku tau aku salah, aku minta maaf, sudah jangan marah lagi, aku menyesal..." kata Manda sambil menatap Dira dengan sayu.


" aku tidak bisa... " kata Dira.


"Kenapa... Apa salahku begitu besar sampai kamu tidak bisa memaafkan ku."

__ADS_1


"aku tidak akan memaafkan mu kalau kamu tidak cerita semua dari awal sampai hari ini kepadaku."kata Dira


" oh... Jadi itu, sini aku akan menceritakan semua." kata Manda sambil menarik tangan Dira untuk duduk disampingnya.


__ADS_2