Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Rasa Apa Ini ?


__ADS_3

Manda terus berlari meninggalkan hotel tanpa tujuan. Dia tidak sanggup lagi menahan air matanya. Sambil berlari dan sesekali menyeka air matanya. Entah apa yang dirasakan Manda saat ini.


Rizki berlari mencari Manda.


" Manda......" teriak Rizki yang melihat Manda didepannya


Manda melihat kebelakang, dia melihat Rizki, tapi dia tidak sanggup bertemu Rizki saat ini. Hatinya sudah campur aduk tidak karu-karuan.


Tiba-tiba terdengar suara klason yang sangat kencang.


Rizki buru-buru menarik tangan Manda dan memeluknya.


" Apa kamu ingin mati.... Kalau kamu ingin mati setidaknya jangan merepotkan orang lain." kata Rizki


" apa perdulimu ? harusnya kamu tidak menghentikanku tadi, biarkan aku mati."kata Manda


" apa yang kamu katakan ? setidak berharganya kah dirimu ?" kata Rizki


Manda hanya diam, Rizki belum melepaskan pelukannya, dia melihat Rizki yang terus menatapnya. Mata mereka saling bertemu seketika dunia terasa milik mereka berdua.


" sepertinya aku ada rasa sama kamu ?" kata Rizki lalu mencium bibir Manda dengan lembut.


Manda hanya diam, dia tidak tahu harus menolak atau menerima ciuman itu. Akhirnya sebuah klason menyadarkan mereka.


Rizki menggandeng tangan Manda mengajaknya kembali ke hotel untuk mengambil barang-barangnya.

__ADS_1


" bagaimana ? Apa yang terjadi ?" kata tasya


" tolong obati dulu kening Manda !" kata Rizki


Tasya membawa Manda masuk kedalam, Tasya mengobati Manda dengan perlahan. Dia melihat sosok yang ada didepannya itu.


"wanita ini terlihat sangat rapuh, tapi apa yang disuka Rizki dari wanita ini.?" pikir Tasya


" apa aku boleh tanya sesuatu ? Sejak kapan kamu mengenal Rizki ?" tanya Tasya


" baru kemarin " kata Manda singkat


Manda binggung harus berbuat apa, dia juga tidak mengenal mereka semua. Sedangkan Rizki orang yang baru saja dia kenal. Tapi semalam mereka telah melakukan sebuah kesalahan.


Manda binggung harus dilupakan atau meminta pertanggung jawaban.


" maaf.... Apa sakit ?" tanya Tasya sambil menghentikan tangannya


" Tidak... Aku hanya memikirkan hal lain."kata Manda sambil tersenyum malu


" Ternyata gadis ini begitu manis ketika tersenyum." pikir Tasya


"Yang terakhir, tinggal menutup lukanya dengan kain perban... Nah... Beres." kata Tasya


Manda tersenyum, dia memegang keningnya yang sudah dibalut.

__ADS_1


Tasya membereskan perlengkapan, tiba-tiba Rizki datang.


" apa sudah selesai ?" tanya Rizki


" Sudah... lukanya tidak begitu lebar kok, jadi tidak akan meninggalkan bekas nanti."kata Tasya.


Rizki mendekat, melihat luka di kening Manda.


" kamu melakukan tugasmu dengan sangat baik." kata Rizki sambil menarik tangan Manda mengajaknya pergi.


" kita kemana ?" tanya Manda


" aku akan mengatarmu pulang, apa ada tempat lain yang ingin kamu tuju, atau kamu ingin tinggal dengan ku saja ?" kata Rizki sambil mendekatkan wajahnya di wajah Manda.


Wajah Manda memerah dia menghindari tatapan Rizki dan berjalan keluar.


" aku akan mengambil tas ku dulu."kata Manda


Rizki tersenyum, dia melihat Aldo dan Tasya berdiri tidak jauh darinya sambil terus menatapnya. Merasa malu, Rizki meninggalkan keduanya.


" sepertinya dia benar-benar pacar Rizki, aku tidak pernah melihat Rizki tersenyum seperti itu." kata Tasya sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Aldo agar Rizki tidak mendengarnya.


" entahlah...." kata Aldo


Aldo berjalan mengikuti Rizki pergi. Didepan hotel saat Manda datang, dia langsung membukakan pintu dan tidak lupa senyuman yang dikatakan Tasya baru saja dia lihat didepannya.

__ADS_1


"apa ini... Apa Rizki benar-benar menyukai gadis itu ? Tapi baguslah dia bisa dengan mudah melupakan Lia. Semoga gadis ini tidak akan menyakiti Rizki." kata Aldo


Aldo dan Tasya melihat mereka berdua meninggalkan hotel. Dilihatnya tangan Rizki dan menjulur keluar melambaikan tangannya yang membuat Aldo dan Tasya semakin heran, mengapa Rizki tampak begitu bahagia.


__ADS_2