
Beberapa hari setelah kejadian itu pun berlalu, Dira merasa bersalah tidak menceritakan semua kepada Manda. Dia terus menyesali sikapnya. Dan ponselnya berbunyi, Dira sangat kaget itu Manda.
" iya Manda.... Ada apa ?" tanya Dira
" apa lagi, tentu saja aku kangen." kata Manda manja.
Mereka bercerita kesana-kemari, apa yang dilakukan Dira dan Manda dengan hari-harinya. Disela-sela percakapan Dira mencoba mencari tahu hubungan Manda dengan Yuda.
" emmm... Apa aku boleh tanya satu hal, bagaimana hubunganmu dengan Yuda." tanya Dira lirih
" tentu saja baik-baik saja, kita selalu bertukar kabar setiap hari. Dan kalau malam dia sering menelponku, aku bahkan semakin merindukannya." kata Manda bersemangat
" Apa... Mereka baik-baik saja, sungguh brengsek si Yuda itu." pikir Dira
" semoga hubungan kalian baik-baik saja."kata Dira sambil mencoba tersenyum di nada bicaranya.
Mereka berbicara banyak hal, bahkan kabar kalau pak Eko akan memiliki cucu pun di beritahu kepada Manda oleh Dira. Kabar tentang papa dan mamanya, meskipun Manda juga sering telpon dengan papanya mendengar cerita dari Dira dia merasa lebih bahagia.
" aku jadi ingin segera pulang." kata Manda
__ADS_1
" jangan khawatirkan yang ada disini, kami semua menunggu kamu kembali, kamu harus berhasil disana, jangan mengecewakan kami yang ada dirumah." kata Dira
" mungkin aku yang akan mengecewakanmu Manda." pikir Dira
Sudah sangat malam di indonesia, mereka memutuskan menutup telpon.
Dipagi hari, saat sarapan Dira bercerita kepada papa dan mamanya kalau semalam Manda menghubunginya,
" Dia sangat rindu rumah." kata Dira
Semua yang disana juga sangat merindukan Manda, bahkan bi Narti yang menyiapkan makan pun berhenti dan ikut mendengarkan perkataan Dira, dia sempat menitikan air mata
" bibi kangen sama non Manda. " kata bi Narti
Semua orang pun tersenyum, wajar kalau bi Narti sangat merindukan Manda sejak Manda kecil bi Nartilah yang merawat dan menjaga Manda, baru kali ini Manda pergi begitu lama dari rumah.
Setelah kuliah selesai Dira pergi jalan-jalan dengan teman-temannya, sesekali dia melihat kearah sebuah bengkel yang ada diujung jalan kampusnya. Bengkel milik Rizki, sejak lama Dira menyukai Rizki tapi dia sama sekali tidak berani mendekati Rizki. Tapi tiba-tiba pandangan Dira tertuju kesebuah cafe. Ada Yuda dan sekarang dia bersama wanita yang berbeda lagi.
" dasar laki-laki brengsek...."kata Dira
__ADS_1
" Ada apa Dira... Siapa laki-laki itu." tanya Intan
" dia adalah pacar kakakku, didepan kakak ku saja dia terlihat baik dan setia, tapi sekarang apa yang aku lihat, ini bukan yang pertama. Aku harus kesana." kata Dira terburu-buru
" tunggu Dira....lihat..." kata intan sambil menunjuk ke arah Yuda
Tiba-tiba datang satu wanita lagi, dia tampak sedang marah-marah kepada Yuda. Wanita itu adalah Dinda wanita yang dijumpainya dulu, wanita simpanan Yuda.
" wah... Wah... keren, bagus sekali." kata Dira sambil bertepuk tangan mendekati Yuda
" bukankah dulu kamu tahu, kalau kekasihmu ini adalah pacar kakak ku, harusnya kamu juga tahu. laki-laki seperti dia tidak akan setia kepada wanita seperti kamu." kata Dira sambil menunjuk kepada Dinda
Tiba-tiba wanita tadi yang bersama Yuda berdiri.
" Jadi bukan hanya dia, ada wanita ke tiga lainnya." kata sang wanita
" hei nona... Siapa yang wanita ketiga, kamu harusnya kamu sadar disini kamulah wanita ke tiga. Dia yang kedua kamu yang ketiga, dan yang pertama adalah kakak aku yg bodoh." kata Dira sambil mendekatkan wajahnya kepada Yuda.
"Yuda... Yuda... Lelaki sepertimu harusnya sukses dengan kepandaianmu, bukan hanya mengandalkan wajah tampan dan rayuan manismu. Aku sudah mempunyai banyak bukti, setidaknya cukup untuk diberikan kepada kakak ku saat dia kembali nanti." Dira pergi sambil melambaikan ponsel yang ada ditangannya.
__ADS_1
Yuda hanya terdiam, dari awal dia mengejar Manda hanya karena status keluarga Manda, dia tidak pernah mencintai Manda dengan tulus. Dia bahkan tidak pernah menyukai Manda dengan sikap lembutnya. Dia lebih menyukai wanita yang sedikit keras dan nakal.