
Indra terlihat sangat marah, dia tidak bisa menerima kalau Manda ingin pergi dari rumahnya. Terdengar suara tangisan Shaka, Indra ingin keluar tapi ketika tangannya memegang gagang pintu dia terhenti. Dia tidak ingin bertemu dengan Manda saat ini.
" ada apa sayang... Kenapa nangis terus ?" kata Intan yang baru saja memasuki rumah.
" gak tau kak... Dari tadi rewel terus ?" kata Manda
" coba aku lihat... Apa dia panas ?" intan memeriksa dahi Shaka dengan tangannya.
" normal kok....ya udah sini tante gendong.... Indra gak di ruman Man ?" tanya Intan
" ada kok kak... Dia di kamar." kata Manda
Intan melirik ke arah kamar Indra, dia penasaran mengapa Indra tidak keluar padahal Shaka menangis begitu kerasnya. Biasanya dia yang paling duluan keluar.
Setelah Shaka tenang, perlahan Intan meletakkan nya di tempat tidur. Intan ingin sekali tanya apa yang terjadi kepada Manda. Tapi karena Manda terlihat sangat lelah dia mengurungkan niatnya.
Pagi-pagi sekali Manda bangun lebih awal dia memasak dan membereskan rumah, lalu kembali ke kamar untuk memandikan Shaka. Setelah selesai Manda keluar untuk sarapan bersama dengan Intan dan Indra.
Intan sudah bersiap menunggu di meja makan. Sebelum duduk Manda sempat menenggok ke arah kamar Indra tapi tidak terlihat tanda-tanda dia akan keluar.
" Duduklah... Aku akan memanggilnya." kata Intan
tok...tok...tok....
" Dra.... Cepat keluar kita sudah menunggumu untuk sarapan." teriak Intan
Karna tidak ada jawaban Intan mengetuk sekali lagi, tiba-tiba pintunya terbuka. Intan masuk kedalam untuk melihat Indra, tapi dia tidak ada didalam
" Dia gak ada tu... Apa dia keluar tadi pagi ?" kata Intan
__ADS_1
Manda kaget mendengar kata-kata Intan jelas-jelas tadi dia tidak melihat Indra keluar.
" emmmm... Apa kamu ingin bercerita kepadaku apa yang terjadi kemarin ? Soalnya tidak biasanya Indra seperti ini." kata Intan sambil duduk
Sejenak Manda terdiam, dia tidak tahu harus bercerita dari mana, dan bagian mana yang membuat Indra tidak senang dan bisa semarah ini.
" pelan-pelan saja... Ceritakan dari awal." kata intan sambil memegang tangan Manda yang terlihat sangat gugup
" Sebenarnya kemarin Manda bilang sama mas Indra kalau Manda ingin keluar dari rumah ini." kata Manda
" Apaaaa.... " Intan memutar matanya tidak percaya kalau Manda akan berkata seperti itu.
Pantas saja Indra sangat marah, Intan tahu betul perasaan Indra. Meskipun Manda tidak sadar, tapi Intan tahu kalau Indra menyukai Manda dan begitu menyayangi Shaka, dia tidak akan rela kalau Manda dan Shaka meninggalkan rumah ini.
" kenapa kamu ingin pergi dari rumah ini, apa kami bersalah kepadamu, apa Indra menekan mu, atau dia membuat kamu tidak nyaman tinggal di rumah ini ?" tanya Intan yang sedikit emosi
" Manda dengarkan aku baik-baik... Kalau kamu pergi dari rumah ini, apa kamu punya tempat tujuan ? Apa kamu punya rencana untuk masa depan Shaka ? Apa yang akan kamu lakukan di luar sana untuk membesarkan Shaka?" kata Intan
Manda terdiam, benar yang dikatakan Intan saat ini dia belum memikirkan apa pun untuk kedepannya. Di dalam pikiran Manda saat ini hanya dia tidak ingin merepotkan Intan dan Indra lebih dari ini. Sudah begitu banyak mereka membantu Manda sampai hari ini. bahkan dirumah ini dia bak seorang ratu, mana mungkin dia bisa menerima perlakuan ini terus-menerus.
Indra membuka pintu, entah dari mana pagi-pagi begini dia baru pulang. Melihat Indra begitu tidak semangat Manda merasa sangat bersalah. Apa lagi di tambah Intan yang marah kepadanya.
" Indra.... duduk sini mari kita bicara." kata Intan
Indra tidak menjawab, dia hanya berjalan dan duduk disamping Intan untuk mendengarkan apa yang akan Intan katakan, dia sudah bisa menduga arah pembicaraan ini pasti soal Manda yang ingin keluar dari rumah.
" Manda bilang sama aku kalau dia ingin keluar dari rumah ini, kamu tahu ?" tanya Intan
Tidak ada kata yang keluar dari mulut Indra hanya angguan pelan sebagai tanda kalau apa yang di katakan Intan benar.
__ADS_1
" kamu mengijinkan Manda keluar ?" tanya Intan lagi
Sejenak suasana menjadi hening, Indra tidak berani menahan atau pun membiarkan Manda pergi.
" Kalau itu yang terbaik buat Manda dan Shaka, aku tidak bisa menahan niat Manda." kata Indra.
" Sekarang Manda... Aku tanya sama kamu, apa kamu punya tujuan setelah keluar dari rumah ini ?" kata Intan
Manda juga tidak berani mengeluarkan kata-kata karena dia belum memiliki tujuan atau rencana apa pun. Perlahan Manda mengelengkan kepalanya.
" Sekarang ceritakan kepada ku dan Indra, apa yang membuat kamu ingin meninggalkan rumah ini ? Apa ada salah satu di antara kami yang membuatmu tidak nyaman. Atau ada hal yang mengganggu pikiranmu." Kata Intan
" tapi kak.... Ceritanya panjang, apa kak Intan tidak kerja, kita bisa membahas nya lagi nanti." kata Manda
" Jelaskan pada ku sekarang dari awal sampai akhir, aku mempunyai banyak waktu untuk mendengarnya." Kata intan yang terlihat sangat marah.
Manda tertunduk, perlahan dia berbicara, menceritakan awal mengapa dia ingin meninggalkan rumah ini. Bukan karena dia tidak nyaman, bahkan sebaliknya. Manda sangat nyaman tinggal dirumah itu, dia juga sudah mulai akrab dengan Intan, Indra bahkan tetangga-tetangganya.
Namun dari kenyamanan itu Manda berfikir, dia tidak kan berkembang kalau seperti ini terus. Dia tidak akan menjadi mama yang baik untuk Shaka nanti. Sedangakn semakin besar Shaka dia akan membutuhkan uang lebih banyak untuk kebutuhan mereka. Dia tidak ingin selalu meminta kepada Intan dan indra.
" kalau kamu pergi dari sini, kamu mau kemana ?" tanya Intan
" aku tidak tahu kak, tapi yang jelas aku ingin meninggalkan tempat ini untuk memulai sebuah awal yang baru dengan Shaka. Tempan ini selalu mengingatkan aku tentang Rizki." kata Manda
" Baiklah.... Kamu boleh pergi.... Tapi ada satu syarat. Kamu ajak Indra kemana pun kamu pergi." kata Intan
" Mas Indra.... Tapi kak.... Mas Indra pasti sibuk. Apa mas Indra tidak keberatan" kata Manda.
" Tidak kok.... Aku tidak sibuk dan tidak keberatan, aku hanya ingin selalu dekat dengan Shaka, aku sangat sayang padanya, aku tidak ingin berpisah dengan Shaka." kata Indra.
__ADS_1