Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Kasih Sayang Seorang Ayah


__ADS_3

Kardi meneteskan air mata, meskipun Rizki bukan darah dagingnya, Kardi tidak pernah sekalipun menganggapnya begitu. Dimata Kardi Rizki adalah anak sulung dari keluarganya.


Kardi membuka sebuah peti yang berisi sebuah kalung warisan dari keluarganya. Mungkin sudah saatnya kalung itu diberikan kepada pemiliknya.


Malam itu Kardi tidak bisa tidur sama sekali. Dia terus memikirkan bagaimana kedepannya dia mengurus Rizki dan Manda.


Pagi-pagi sekali Kardi pergi dari penginapan, dia menuju sebuah kota kecil dan meninggalkan mobil disana sedangkan dia bergegas pergi ke Jakarta menemui keluarga Manda.


Hari sudah siang, Safa melihat kamar ayahnya masih tertutup rapat. Dia mengecek kedalam untuk melihat apakah ayahnya baik-baik saja. Tapi Safa tidak menemukan apa pun. Hanya ada secerca kertas yang berada diatas meja sebuah alamat di Jakarta.


" Mas..... sini lihat ini....." teriak Safa


" Ada apa teriak-teriak." kata Rizki sambil mengambil kertas di tangan Safa


Rizki dan Manda melihat kertas itu, sebuah alamat dan sangat jauh dari sini. Sebuah alamat yang membuat Manda kaget dan terduduk.


" Dari mana kamu menemukan alamat ini ?" tanya Rizki.


" Aku melihatnya di meja kamar ayah, aku sedang mencari ayah tapi tidak menemukannya malah menemukan kertas ini." kata Safa


Rizki dan Manda saling menatap, mereka tidak tahu apa rencana Kardi, yang jelas alamat itu adalah alamat rumah Manda.


******


Sore hari Kardi sudah berada di Jakarta. Dia memang asing dengan kota besar itu. Ada seorang yang berbaik hati mengantarkannya sampai depan rumah Manda.


Rumah yang sangat besar, halaman yang sangat luas. Kardi berjalan menuju pintu dan mengetuknya.


" Iya siapa.... Bapak mau cari siapa ?" tanya bi Narti


" Benar ini rumah Manda Novitasari ? Apa bisa aku bertemu dengan orang tuanya ?" kata Kardi


Mendengar nama Manda, bi Narti sangat kaget. Dia melihat orang itu, hanya berpakaian sederhana dan memakai sandal jepit yang sudah lusuh.

__ADS_1


" Silahkah duduk dulu, saya akan memberitahu bapak." kata Narti


Kardi menunggu cukup lama, Narti memberikan teh hangat dan meletakkannya di atas meja. Dia masih berdiri tidak jauh dari ruang tamu untuk melihat siapa orang itu.


" Hayoooh.... Apa yang kamu lihat ?" kata Eko


" Kamu ini lo pak, ngagetin saja, aku sedang lihat orang itu, dia mengenal non Manda." kata Narti


" Mana-mana.... Berarti dia tahu dimana non Manda saat ini !" kata Eko


Hermansyah berjalan menuju ruang tamu, juga diikuti oleh Ayu di belakangnya, dia juga penasaran siapa yang datang.


Kardi berdiri ketika Hermansyah datang, sedangkan Hermansyah hanya mengerakkan tangannya menyuruh Kardi duduk kembali.


" Apa yang membawa kamu kesini, siapa kamu ? Mengapa bisa mengenal Manda ?" kata Hermansyah


" Nama saya adalah Kardi, saya adalah orang tua dari Rizki, saya kesini untuk mendiskusikan sesuatu." kata Kardi


Mendengar nama Rizki, semua orang terkejut, Hermansyah, Ayu bahkan kedua orang yang sedang mengintip.


" anak kita, apa maksudmu ?" kata Hermansyah


" aku datang kesini meminang Manda untuk putraku."


" Meminang.... Bahkan nama putramu saja tidak pantas berjejer dengan putriku." Hermansyah berdiri karna marah.


" Aku adalah seorang ayah, aku memang bukan ayah yang baik yang bisa mendidik putra ku, tapi setidaknya aku akan berusaha membuat Rizki menjadi ayah yang baik untuk anaknya." kata Kardi


" Ayah yang baik katamu, dia mengambil putri dari seorang ayah, apa dia bisa menjadi seorang ayah yang baik." kata Hermansyah


" Saat Manda pergi dengan anakmu, aku sudah tidak menganggap dia sebagai putriku. Aku sudah tidak punya putri bernama Manda." Hermansyah memalingkan wajahnya


" Jika kamu tidak bisa merawat putri mu, serahkan kepada ku, aku akan merawat dia dengan baik." kata Kardi sambil pergi meninggalkan rumah itu.

__ADS_1


Hermansyah melihat Kardi berjalan pergi meninggalkan rumah itu, ada sedikit penyesalan tapi tertutup oleh amarah. Ayu hanya berdiri sambil tersenyum, sedangkan Narti dan Eko sangat hancur mendengar perkataan Hermansyah barusan. Dira yang berada di tangga pun juga sangat terpukul.


Dira berlari keluar, dia mengejar Kardi dan menghentikannya.


" Maaf pak... Nama saya Dira, saya adalah adik Manda... Apa Manda baik-baik saja ?" kata Dira


" Dia baik-baik saja, aku akan memastikan kalau dia selalu akan baik-baik saja." kata Kardi


Mendengar itu Dira sedikit lega, setidaknya Manda baik-baik saja. Dira mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dan memberikannya kepada Kardi untuk diberikan kepada Manda.


Dira tidak bisa memberikan uang, setidaknya beberapa perhiasaan itu bisa dijual nanti jika Manda membutuhkannya.


Kardi menerimanya dan dia segera kembali ke Lombok, sebuah perjalanan yang sangat panjang. Hati Kardi campur aduk antara kecewa dan marah, dia tidak tahu apa yang dialami Manda selama ini, Hermansyah orang yang begitu keras.


Pagi hari Kardi seudah kembali ke rumah. Dia terlihat sangat lelah dan lesu. Wajahnya berubah ketika melihat Rizki didepan rumah.


" apa yang kamu lakukan disini, Safa kamu masuklah.... Kalian berdua ikut aku." kata Kardi


Rizki dan Manda mengikuti Kardi, mereka terlihat cemas karena melihat Kardi begitu marah.


" Yah.... Apa yang kamu lakukan di Jakarta." kata Rizki


Kardi masih diam, dia berbalik melihat Rizki dengan mata penuh amarah.


" Yah.... Apa Hermansyah melakukan sesuatu kepada ayah." kata Rizki


" Orang tua mana yang hanya diam saja melihat putrinya di noda'i oleh seorang pria sepertimu." kata Kardi


Manda kaget, akhirnya papa nya tahu kalau dia sedang hamil dan melarikan diri bersama Rizki


" kamu tahu apa yang dia katakan, dia tidak lagi menganggap Manda sebagai putrinya." kata Kardi suara semakin pelan


Mendengar itu, Manda begitu syok. Dia kaget dan menitikan air mata. Dia tidak percaya kalau papanya begitu tega kepadanya.

__ADS_1


" Dan ini dari adikmu, dia bilang semoga bermanfaat." kata Kardi sambil pergi meninggalkan mereka.


Manda melihat isi kotak itu, beberapa perhiasan dan sebuah buku tabungan. Manda tidak dapat menahan tangisannya.


__ADS_2