Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Bekerja


__ADS_3

Manda terbangun oleh cahaya matahari yang menyinari wajahnya, dia membuka mata dan melihat Rizki masih tertidur disampingnya. Manda menatap Rizki dengan senyuman. Dia melihat sosok yang sekarang telah menjadi suaminya itu.


Perlahan tangan mungilnya menyentuh mata, hidung dan berakhir pada bibir Rizki. Saat akan menjauhkan tangannya, tangan Rizki menangkap tangan Manda dan membuka matanya.


" sudah membangunkanku, tapi tidak mau bertanggung jawab." kata Rizki


Manda menatap Rizki tidak mengerti perkataan Rizki. Rizki memiringkan tubuhnya, dia meletakkan tangan Manda dipipinya kemudian menariknya kebawah dan mencium tangan mungil itu.


" apa yang kamu lakukan ? " tanya Manda sambil berusaha menghindar


Saat berusaha menjauh, Rizki menarik tubuh Manda dan memeluknya erat.


" bukankah usia kandunganmu sudah 4 bulan lebih, harusnya kita sudah bisa melakukannya." kata Rizki


Wajah Manda merah, dia tahu apa yang dimaksud Rizki tapi berpura-pura bodoh dan terus menghindar. Rizki menindih dada Manda dengan tangannya, lalu mendekatkan wajahnya perlahan tangan itu mulai mengerayai tubuh Manda. Tangan Rizki berhenti di bagian perut Manda yang sedikit buncit lalu menurunkan kepalanya dan berbicara dekat perut Manda.


" Sayang.... Ayah sedang berusaha merayu mamamu, Ayah janji akan melakukannya dengan lembut." bisik Rizki


Manda mendengarnya dan tersenyum malu, Dia tidak bisa lagi menolak gerakan tubuh Rizki. Meskipun penuh dengan gairah tetap Rizki melakukannya dengan pelan.

__ADS_1


Pagi itu menjadi hari yang melelahkan untuk Rizki dan Manda, mereka masih terlelap diranjang sambil berpelukan. Manda menyadari hari akan semakin siang, sewaktu-waktu Safa akan datang. Manda bergegas pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.


Benar saja, setelah selesai mandi terdengar suara ketukan. Terdengar jelas suara Safa yang sedang berteriak memanggil namanya dan Rizki untuk sarapan.


" Kak Manda.... Mas Rizki, semuanya sudah menunggu kalian. Cepat keluar." kata Safa


Manda buru-buru membuka pintu untuk menenangkan Safa. Dia hampir lupa kalau Rizki sedang berbaring diranjang tanpa busana. Belum sempat Safa melihatnya Manda buru-buru menutupi Rizki dengan selimut.


" Mas Rizki masih tidur, memangnya semalam dia bergadang kah ? " tanya Safa


" Entahlah, mungkin dia lelah. Aku akan segera membagunkannya, kamu tunggu saja di meja makan." kata Manda sambil mendorong Safa meninggalkan kamar.


" Hentikan cepat pergi mandi, semua orang sudah menunggu untuk sarapan." kata Manda


Setelah beberapa saat, Manda dan Rizki sudah menemui yang lain dan bergabung untuk makan. Disela-sela makan Rizki ingin membicarakan sesuatu kepada ayahnya. Rizki ingin bekerja keluar, mengikuti proyek yang ada di pulang sebrang. Manda melihat Rizki dengan kaget.


" kenapa ? Apa masih kurang disini ? kalau kamu pergi bagaimana dengan Manda ? " tanya Kardi


Rizki melihat Manda dan menggenggam tanganya.

__ADS_1


" Ini semua demi Manda dan calon anakku, aku ingin menghasilkan banyak uang agar bisa membahagiakan Manda dan anak ku." kata Rizki


Kardi melihat ke arah Manda, benar yang dikatakan Rizki. Meskipun disini kebutuhan sehari- hari tercukupi tapi mereka juga butuh uang untuk masa depan Manda dan anaknya.


" Semua aku serahkan kepada Manda, bagaimana baiknya saja." kata Kardi


Rizki berbicara dengan Manda, awalnya Manda tidak setuju. Tapi Rizki terus meyakinkan Manda kalau dia akan baik-baik saja. Mereka juga akan membutuhkan banyak uang nanti untuk persalinan Manda. Rizki tidak ingin Manda melahirkan dengan seorang dukun anak.


Akhirnya Manda memberi ijin kepada Rizki untuk bekerja di pulau sebrang. Tapi dengan sebuah syarat, dia harus sering-sering memberi kabar dan pulang sebulan sekali untuk mengantarnya melakukan pemeriksaan rutin. Rizki mengangguk pelan dan memeluk istrinya yang masih merasa sedih.


Setelah mendapat ijin, Rizki menemui mandor yang memimpin proyek itu untuk mendaftar. Rizki disuruh bersiap-siap, besok mereka akan berangkat. Rizki pun menyanggupinya.


Dipondok Rizki merapikan barang-barangnya dibantu oleh Manda. Masih ada kebimbangan di hati Manda, selama ini Rizki yang selalu menguatkan Manda, kalau Rizki pergi bagimana dengannya.


" Jangan cemas, aku akan sering-sering memberi kabar. Hanya Tiga bulan, setelah itu kita akan berkumpul kembali." kata Rizki sambil memeluk Manda


Matahari sudah terbit, Rizki berpamitan kepada semua yang ada disana. Dan terakhir Manda berjalan bersama Rizki sampai depan sambil terus menggandeng tangan Rizki. Begitu berat Manda melepas kepergian Rizki, tapi itu demi masa depan mereka jadi Manda harus ikhlas.


Sebuah kecupan mendarat di kening Manda, Rizki perlahan melepas tangan Manda dan melambai kecil. Dia masih melihat Manda berdiri ketika mobil yang membawa Rizki berjalan maju. Rizki mengeluarkan kepalanya dan melambai kepada Manda.

__ADS_1


__ADS_2