Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Sebuah Firasat


__ADS_3

Rizki kembali keperkebunan, dia memarkir mobil dan menyuruh mas Edo mengambil ikan yang dibelinya tadi.


" mas Rizki dari mana kok bisa dapat ikan segar ?" tanya Edo


" Tadi dari pelabuhan, ada yang jual jadi aku beli, eh bilang sama Tini untuk masak itu buat Manda." kata Rizki


" Loh ngapain mas ke pelabuhan, pagi-pagi gini ?" tanya Edo lagi


"Tadi nganter temen aku."


" yang tinggal di ujung itu kah ?" tanya Edo


" iya...." Rizki sedikit kesal karena Edo banyak bertanya dia ingin buru-buru meninggalkannya


" eh mas tunggu... Jadi temen mas Rizki yang du ujung udah pergi kan, jadi bisa aku bersihkan nanti ya ?" kata Edo


" iyaaa..... Udah jangan banyak tanya lagi aku capek." kata Rizki buru-buru pergi.


Rizki masuk ke dalam pondok, dia melihat Manda masih tertidur dengan lelap. Lantas dengan pelan dia mengecup kening Manda lalu pergi ke kamar mandi.


Manda membuka matanya, mentari sudah muncul dengan hangat. Dia melihat kesekeliling, Rizki tidak ada tapi dia mendengar seseorang bersenandung di dalam kamar mandi. Manda tersenyum dia lega karna suaminya itu sudah kembali dengan selamat.


" loooh.... Apa aku membangunkanmu ? " kata Rizki yang melihat Manda sedang berdiri menunggunya keluar.


Manda hanya menggeleng, dia mendekat dan memeluk Rizki.


" Aku khawatir sekali tadi malam kamu pergi tanpa membangunkanku terlebih dulu." Kata Manda


" aku tidak tega... kamu terlihat sangat lelah." kata Rizki sambil mencium kening Manda

__ADS_1


" Apa semuanya sudah selesai ? " tanya Manda


" hemmm...." Rizki hanya menjawab dengan singkat


"kamu yakin ? " tanya Manda lagi


" semoga saja semua berakhir sampai disini."kata Rizki.


Tidak lama, terdengar ketukan. Itu Safa memangil Manda dan Rizki untuk segera bergabung dengan yang lain untuk sarapan.


Setelah membersihkan diri, Manda dan Rizki bergabung dengan yang lain. Banyak sekali hidangan yang ada di meja.


" Banyak sekali makanannya." kata Manda sambil melihat dari ujung ke ujung meja


" ini semua olahan dari ikan yang dibawa mas Rizki kak. Aku tadi ikut masak coba kak Manda cicipi" kata Safa sambil menyuapi Manda


" Kamu kenapa ? " Rizki langsung mengejar Manda


" Aduh.... Kapan sih mual nya hilang, padahal aku udah masak dengan susah payah. Ini enak lo kak." kata Safa


" Ya mau gimana lagi, orang hamil memang seperti itu." kata Kardi


Rizki memijat Manda, sambil memberinya minum.


" Sudah tidak apa-apa ? " tanya Rizki


" maaf.... Aku belum bisa makan makanan seperti itu. Padahal kamu bawa jauh-jauh dari pelabuhan." kata Manda.


Karna merasa tidak enak badan, Manda kembali ke pondok untuk istirahat. Masih sedikit mual, tapi sudah agak mendingan. Rizki membawakan sebuah minuman hangat yang terbuat dari herbal yang ada disana. Minuman itu disarankan oleh Tini dan yang lainnya untuk meredakan rasa mual ketika hamil.

__ADS_1


Setelah minum minuman herbal itu sepertinya Manda lebih mendingan, dia tertidur setelah. Setelah membelai kepala Manda, dan memastikan Manda tertidur Rizki pergi meninggalkan Manda sendiri agar dia bisa beristirahat.


Dalam mimpi Manda bertemu dengan Hermansyah. Dari jauh sang papa tampak melambai perlahan dan menghilang. Sontak mimpi itu membuat Manda terbangun.


" apa yang baru saja aku mimpikan" pikir Manda sambil melihat sekeliling.


Rasanya sungguh tidak enak, Manda pergi ke kamar Mandi mencuci muka agar segar. Setelah keluar Manda duduk di kasur dan terus memikirkan apa yang baru saja dia impikan. Apa karna dia sangat merindukan sang Papa atau ada suatu hal yang terjadi pada papanya.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, Itu adalah Rizki. Rizki datang dengan membawa sebuah bungkusan sekotak kue yang bernama serabi, dulu ketika Manda memakan ini dia suka. Jadi Rizki membelinya berharap Manda dapat memakannya.


" Terima kasih, kuenya enak aku suka." kata Manda


" baguslah kalau kamu suka, yang penting dia mau menerimanya." kata Rizki sambil mengelus perut Manda


" oh ya... Ada satu lagi yang ingin aku berikan kepadamu." Rizki memberi Manda sebuah bingkisan


" bukalah....." tambah Rizki


Perlahan Manda membukanya, sebuah kotak dan didalamnya ada sebuah ponsel. Manda melihat Rizki ragu. Dulu ponsel Manda hilang saat pelarian dan belum sempat membeli lagi yang baru. Meskipun Manda mengharapkannya tapi juga tidak begitu penting.


" apa ini ?" tanya Manda


" Ponsel kamu kan hilang, aku membelinya untukmu walau tidak sebagus ponsel lama kamu." kata Rizki


Manda melihat Rizki yang malu-malu, matanya berkaca kemudian memeluk Rizki dengan erat. Dalam pelukan sang suami Manda terus meneteskan air mata, kemudian dia bercerita kalau baru saja dia bermimpi bertemu dengan papanya. Belum sempat dia bertanya apa pun sang papa lantas meninggalkan Manda.


" Lihatlah... Di dalam kontak aku sudah menambahkan Indira. Itu kalau dia belum ganti nomer. Cobalah...!" kata Rizki


Mendengar perkataan Rizki, Manda semakin sedih. Tidak tahu apa yang harus dia katakan lagi selain terima kasih. Yang jelas Manda sangat senang.

__ADS_1


__ADS_2