
Kardi masuk kedalam kanarnya, dia melihat foto almarhumah ibunya Rizki dan safa. Matanya berubah sayu hingga tidak sengaja mata orang sekeras itu mengeluarkan air mata.
" Rizki sudah kembali, kali ini dia akan tinggal lama disini, dia juga membawa seorang wanita. Dia bilang dia adalah istrinya. Aku tidak yakin Rizki akan menjadi ayah yang baik, jadi terus berkati dia dari atas sana." kata Kardi lalu meletakkan bingkai foto itu kembali ke meja
Kardi berjalan menuju jendela, dia melihat begitu banyak bintang malam ini. Dia mengingat kembali masa-masa ketika istrinya masih hidup dulu.
******
Suatu hari, disore ketika matahari masih menyinari sebagian perkebunan datang seorang wanita yang sedang hamil besar. Wanita itu duduk bersandar di sebuah pohon yang rindang karena kelelahan.
" apa kamu tidak apa-apa ?" tanya Kardi
Wanita itu tidak menjawab, dia hanya diam sambil sesekali merintih kesakitan.
Ketika akan berdiri wanita itu tidak sanggup lagi dan jatuh pingsan
Kardi segera membawa wanita itu ke penginapannya. Dia juga memangil dukun anak untuk membantu persalinan, karena ketika Kardi membawa wanita itu sudah mengeluarkan ketuban.
" Mbok tolong bantu wanita ini." kata Kardi
Kardi tidak sanggup mendengar rintihan dari wanita itu.
__ADS_1
" Kardi sebaiknya kamu keluar dulu, siapkan air hangat dalam baskom dan sebuah handuk, dan jangan lupa sebuah jarik untuk membungkus si bayi nanti." kata dukun bayi itu
Kardi segera menyiapkan apa pun yang dibutuhkan dukun anak itu, dia menunggu diluar dengan sangat cemas.
Tidak lama setelah dia keluar terdengar suara tangisan bayi, bayi itu telah lahir.
" anak mu telah lahir, seorang bayi laki-laki yang sangat tampan, kamu dan istrimu sangat beruntung." kata dukun bayi itu.
Kardi masuk kedalam, melihat bayi kecil yang sangat tampan terlelap di ranjangnya, dilihatnya wanita itu memejamkan mata karna sangat lelah. Melihat mereka berdua baik-baik saja Kardi berjalan keluar.
" Terima kasih atas bantuanmu...." kata wanita itu pelan
Kardi berbalik, dia melihat wanita itu berusaha duduk dengan susuah payah, dia langsung mendekat dan membantunya.
" Namaku Wulan, maaf sudah merepotkanmu." kata Wulan
" Bayi ini sangat tampan, dia akan membawa rejeki di sini jadi boleh aku beri nama dia Rizki" kata Kardi
Beberapa hari berlalu, mendengar ada seorang wanita yang melahirkan di penginapan keluarga Kardi, orang-orang mulai bergosip. Gosip itu tidak sengaja terdengar oleh Wulan, meskipun benar yang dikatakan orang-orang Wulan tidak mau Rizki menanggung akibatnya nanti kalau sudah dewasa.
Kardi mengerti kesulitan Wulan, Jadi dia memutuskan untuk menikahi Wulan. Sejak saat itu tidak ada gosip tetang Wulan dan Rizki. Seseorang mulai terbiasa dengan mereka.
__ADS_1
5 tahun setelah Rizki lahir, Wulan dan Kardi memiliki seorang lagi anak. Dan yang sekarang seorang bayi perempuan yang sangat imut bernama Safa.
Memang ada beberapa perbedaan antara Rizki dan Safa. Rizki berkulit putih bersih dan dia juga sangat tampan, sedangkan Safa berkulit sawo mantang. Meskipun begitu Safa juga cantik, setidaknya begitulah pemikiran keluarga. Tapi berbeda dengan teman-teman Rizki.
Suatu hari Rizki sedang berjalan dengan ayahnya menuju pasar menjual sayuran yang dihasilkan dari perkebunannya. Ada salah seorang teman Rizki mengolok-olok Rizki
" Lihatlah siapa yang berjalan didepan kita ?" kata Edo teman Rizki
" Seorang anak haram berjalan dengan ayah angkatnya, kemana ibunya.... Dia pasti sedang berselingkuh....." Edo tertawa dengan keras bersama temannya
Rizki sudah berusaha menahan, tapi kesabarannya sudah berada dibatas kemampuannya. Rizki menghampiri Edo dan mendorongnya ke sebuah dinding.
" Jaga mulut busukmu itu, kalau tidak kamu akan mati ditanganku." kata Rizki sambil mencengkram kerah Edo
Edo hanya diam, matanya terus melotot melihat Rizki, Kardi menghentikan tindakan Rizki dan mengajaknya pergi. Baru dua langkah mereka meninggalkan Edo tiba-tiba terjatuh.
Edo tidak sadarkan diri, beberapa orang membawa Edo kerumah sakit tapi karena jarak yang begitu jauh Edo meninggal dalam perjalanan. Edo mengalami gagal jantung.
Setelah kematian Edo, beberapa polisi mencoba mencari tahu kasus itu. Tapi semua orang diam, mereka tahu kalau itu hanya sebuah kecelakaan. Tapi Kardi dan Wulan selalu dihantui ketakutan. Akhirnya Kardi minta tolong kepada saudara jauh nya untuk membawa Rizki bersamanya keluar dari desa dan meninggalkan kota itu untuk menghindari polisi. Mereka menuju kota Jakarta
Setelah Rizki pergi, Wulan mulai sakit-sakitan. Sesekali Rizki memang mengirim surat tapi dia tidak bisa kembali karna sebuah kendala. Saat lulus SMA Rizki memutuskan kembali, tapi betapa kagetnya dia karna Wulan ibu Rizki telah meninggal beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
Rizki pun kembali ke Jakarta. Dia memulai usaha disana sampai insiden mempertemukan Rizki dan Manda yang membuat mereka kembali ke kota kecil itu lagi.