
Dira kembali ke kamarnya, dia duduk diatas ranjangnya termenung memikirkan apa yang baru saja Manda ceritakan. Dira sedikit menyalahkan takdir, mengapa pria itu harus Rizki. Mengapa takdir tidak pernah mempertemukan dia dan Rizki dalam sebuah rasa. Mengapa harus Manda.
Dira menghela nafas panjang. Dia mencoba berfikir positif, Mungkin memang sudah menjadi takdir kalau Manda yang harus bertemu dengan Rizki.
" apa yang harus aku lakukan selanjutnya ?"pikir Dira
Dira tidak ingin memberitahu keluarganya, mungkin nanti Manda akan mendapat lebih banyak masalah. Dan entah apa yang akan dilakukan Hermansyah kalau dia mendengar kabar ini.
Semalaman Dira terus memikirkan hal-hal yang harus dilakukan, pagi-pagi sekali Dira menemui Manda.
" ganti bajumu, ikut denganku !" kata Dira
" kita mau kemana ?" tanya Manda
" aku akan menceritakan nanti sambil jalan, sekarang kita keluar dulu dari rumah selagi semuanya masih tidur." kata Dira
Manda hanya mengikuti apa yang Dira katakan, dia sedikit lega, Dira kembali menjadi Dira yang dikenalnya dulu. Dira yang selalu berada disampingnya.
" kenapa kita kesini, bukankah ini bengkel Rizki ?" tanya Manda
__ADS_1
" Kamu temui Rizki dulu, beritahu dia kalau didalam rahim kamu telah tumbuh darah daging dia, dan cari tahu apa yang akan dia lakukan setelah mengetahui kalau kamu hamil. Setidaknya dia harus tahu kalau dia telah membuat nyawa ditubuh kamu" kata Dira
Manda turun, dia sedikit ragu. Tapi Dira menatapnya dengan tanjam dan memberi semangat kepada Manda kalau dia bisa melakukannya.
" aku akan tunggu disini."kata Dira
Manda melihat kedalam, jalan masuk tidak dikunci, dilihatnya Rizki sedang memperbaiki sebuah mobil.
Rizki melihat sepasang sepatu mendekati mobilnya, dia keluar dan melihat siapa yang datang.
" kamu.... Ada apa datang kemari ?sudah sangat lama aku pikir kamu sudah lupa denganku !" kata Rizki
Melihat Manda terus terdiam Rizki mengajaknya duduk.
" Maafkan aku....." kata Manda sambil menunduk
" Kenapa kamu minta maaf lagi, kan aku sudah bilang aku sudah memaafkanmu." kata Rizki sambil melihat wajah Manda yang sedari tadi menunduk.
Dilihatnya Manda sedang menangis, Rizki kemudian berjongkok didepan Manda.
__ADS_1
" apa aku membuat kesalahan ? Aku minta maaf, kamu jangan menangis, kalau aku salah kamu bisa langsung memukulku." kata Rizki sambil memegang tangan Manda untuk memukul kepalanya.
" hentikan... Aku yang salah, bukan kamu, aku yang selalu membuat masalah untukmu, kali ini masalah kita cukup besar, aku akan menyelesaikannya, tapi aku ingin kamu tahu terlebih dulu." kata Manda
" katakan...." Rizki tampak penasaran
" aku hamil......." kata Manda singkat
Rizki terdiam beberapa saat, seakan dia ingin mencerna terlebih dulu apa yang dia dengarkan. Dia pun berdiri, berjalan kesana kesini tanpa sepatah katapun. Rizki juga tidak tahu harus berbuat apa.
Dari luar Dira mulai masuk, dia sedikit khawatir karena Manda terlalu lama berada didalam
" Aku akan membantu Manda, tapi aku juga butuh bantuan kamu." kata Dira yang tiba-tiba datang
" caranya ?" kata Rizki
" kamu harus atur jadwal bertemu dengan dokter kandungan, aku akan membantu Manda keluar rumah dan mencoba mengalihkan pergerakan om Joko, aku yakin om Joko yang berada dibelakang semua ini." kata Dira
Rizki melihat Manda, dia tampan sangat tertekan dengan masalah ini. Dan semua ini karena dia. Jadi sudah menjadi keharusan kalau Rizki bertanggung jawab atas masalah ini.
__ADS_1
" kamu jangan khawatir, kita pasti bisa melewatinya." kata Rizki
Rizki menggenggam tangan Manda, meyakinkan Manda kalau semua ini bisa mereka lewati bersama.