
Hari berganti hari, Manda memang masih saja mengenang mendiang suami yang sangat dia cintai. Meskipun dia berharap suaminya berada disampingnya saat ini, dia sadar kalau semua itu hanya sebuah harapan. Dan harapan seperti itu tidak akan pernah terjadi.
Manda tersenyum sambil mengelus perutnya. Didepan semua orang sedang bekerja seperti biasa, mereka semua tersenyum dan tertawa bersama mencoba bangkit kembali. Safa melihat Manda yang sedang tersenyum bersama yang lain ait matanya menetes. Dalam lubuk hati yang paling dalam Safa bergarap yang terbaik untuk Manda. Semoga Manda bisa tersenyum seperti itu setiap hari.
" Apa yang sedang kakak lakukan, bukankan diluar sangat dingin ?" kata Safa sambil memberikan secangkir teh hangat.
Manda tersenyum sambil mengambil teh didepannya, perlahan dia menyeruput teh itu sambil memejamkan mata.
" Sungguh nikmat." kata Manda sambil tersenyum hangat kepada Safa.
Safa duduk disamping Manda dan bersandar pada bahu Manda. Perlahan Safa mengenggam erat tangan Manda. Dan Manda pun mendengar isak tangis Safa.
" Safa.... Kenapa kamu menangis ?" tanya Manda
" Maaf kak.... Safa tidak bisa menahannya. Safa sangat merindukan Mas Rizki."kata Safa sambil menyeka air matanya.
Manda tidak menjawab, dia hanya diam sambil sesekali menyeruput teh ditanganya. Dia tahu betul apa yang dirasakan Safa saat ini, dan dia juga tahu bagaimana rasanya rindu kepada orang yang sudah tidak mungkin kita temui.
" Safa.... Suatu saat nanti, mungkin tuhan akan mempertemukan kita dengan Rizki. Bagaimana pun caranya tuhan melakukannya." kata Manda
__ADS_1
Hanya tuhan yang bisa menjawab bagaimana mereka akan dipertemukan lagi, lewat sebuah mimpi atau Rizki akan menunggu mereka dipintu surga nanti.
" Satu hal yang mungkin diharapkan Rizki kepada kita, kita hanya perlu menjalani hidup dengan baik sampai saat itu tiba." kata Manda lagi.
Manda mengahabiskan teh ditangannya dan berdiri meninggalkan Safa yang masih mencoba memahami kata-kata Manda tadi. Manda terlihat tersenyum melihat adik iparnya itu kebinggungan.
Manda berjalan melewati kasir. Disana ada Bella yang sedang bersama dengan beberapa turis. Meskipun tidak seramai dulu, masih ada pengunjung yang ingin tinggal dan belajar berkebun disana. Manda mencoba tersenyum kepada Bella, tapi bilang mengacuhkan Manda dan malah membuang muka seolah tidak melihat Manda.
Manda melanjutkan langkahnya, dia merasa ada yang berbeda dari Bella. Meskipun dia tahu sejak awal Bella memang tidak menyukainya, tapi tapi hari ini berbeda sekali dengan saat pertama dia datang. Manda mencoba berfikir positif dan tidak memperdulikan Bella.
Bella melihat Manda berjalan meninggalkan dia, dia sempat melihat Manda berbicara dengan pekerja sambil tersenyum. Hal itu membuat Bella marah dan semakin membenci Manda.
" Dia masih bisa tersenyum seperti itu, ini tidak adil. Aku akan membalas semua perbuatanmu Manda." kata Bella lirih.
Bella membuat sebuah rencana, rencana yang akan membuat Manda pergi dari perkebunan ini. Dia ingin membuat Kardi mengusir Manda dari sana untuk selamanya. Dia tidak ingin melihat Manda hidup bahagia sedang kan Rizki meninggal dengan tidak wajar.
Bella melihat tanggal, disana tertera tanggal gajian para pekerja jatuh dalam waktu 2 minggu lagi. Disitu Bella menemukan sebuah rencana. Dia ingin membuat Manda dengan sengaja mengambil uang para pekerja.
Bella tersenyum, dia yakin rencananya akan membuat Kardi dan yang lain sangat kecewa kepada Manda, dan perlahan mereka akan membenci Manda.
__ADS_1
Rencana pun dilakukan, Bella mencari orang-orang yang akan membantunya. Dia menyewa dua orang preman untuk mencegat Manda nanti.
Hari yang ditunggu pun tiba, besok adalah hari mengaji para pekerja. Hari ini Bella bangun pagi sekali, dia menyiapkan sarapan untuk Kardi, Safa dan Manda. Dia dengan sengaja mencampurkan obat pencuci perut dalam makanan Kardi san Safa, tapi tidak dengan Manda.
Sesuai rencana, Bella ingin membuat Manda yang pergi mengambil uang di bank. Rencana pun berjalan dengan lancar, setelah makan Kardi ingin bergegas pergi ke kota untuk mengambil uang, tapi tiba-tiba perutnya merasa sakit. Dia memanggil Safa, berniat untuk menyuruh Safa yang pergi ke kota mengambil uang. Tapi sama dengan Kardi dia juga sakit perut. Safa tidak bisa pergi ke kota, Kardi melihat Bella tapi Bella juga pura-pura sakit perut juga.
Kardi melihat Manda tapi dia tidak tega meminta bantuan kepada Manda, usia kandungan Manda tidak memungkinkan Manda untuk pergi jauh.
" Yah... Biarkan Manda yang mengambil uangnya." kata Manda
Kardi dengan tegas menolak itu, dia sangat mencemaskan keadaan Manda, dia juga takut sesuatu akan terjadi kepada Manda nanti. Meskipun dia menolak Manda tetap ingin membantu Kardi selain itu dia juga tidak ingin para pekerja tidak digaji besok.
Akhirnya Kardi menyetujui permintaan Manda walau dengan berat hati. Kardi segera memanggil Eko untuk mengantar Manda. Eko datang sambil memegang perut dan pantatnya yang sudah tidak tahan lagi.
" Eko.... Apa yang terjadi." Tanya Kardi
" Maaf tuan, perut saya sakit, sudah bolak balik saya pergi ke kamar mandi pagi ini." kata Eko sambil menahan kentutnya.
Kardi terlihat sangat kecewa, karna melihat Eko juga sakit. Tidak ada yang bisa mengantar Manda kekota. Eko tidak tahan lagi, dia tidak mendengarkan Kardi yang sedang berbicara.
__ADS_1
" Maaf tuan sudah tidak tahan lagi...." kata Eko sambil berlari meninggalkan semuanya.
Bella tersenyum puas, untung saja dia tadi menyisakan sepiring makanan untuk Eko, jadi dia juga ikut sakit perut. Dan tidak ada lagi orang yang akan membantu Manda.