Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Tidak Hanya Berdua


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, setelah insiden waktu itu suster sering membawa si tampan keruang icu tempat Manda di rawat. Kadang Intan atau Indra yang membawa si tampan keruangan itu sekedar berbincang, atau berbicara dengan Manda. Mereka berharap dengan kehadiran si tampan bisa membuat Manda membuka matanya.


" Manda... Lihatlah anak mu begitu tampan, tapi sayang dia belum memiliki nama, buka mata mu dan beri dia nama." kata Intan


Intan mengambil si tampan yang berbaring di samping Manda, tiba-tiba dia melihat tangan Manda bergerak. Intan tidak yakin lalu memegang tangan itu dan menatap Manda. Cukup lama Intan menatap Manda tapi tidak ada tanda-tanda Manda sadarkan diri.


" Mungkin aku terlalu berharap, ayo tampan kita keluar biarkan mama istirahat." kata Intan sambil berbalik meninggalkan Manda.


Ketika akan pergi meninggalkan Manda, langkah Intan terhenti, dia merasakan ada sebuah tangan menghentikan dia. Jantungnya berdebar kencang, dia sangat berharap tangan itu adalah tangan Manda.


Perlahan dia berbalik dan menatap Manda, antara tertawa senang dan sedih dia tidak bisa mengespresikan perasaannya, sampai-sampai air matanya menetes melihat Manda membuka matanya.


" Suster.... Suster.... Kesini... Cepat....." teriak Intan


Salah seorang suster langsung masuk kedalam takut terjadi hal yang tidak di inginkan kepada Manda.


" iya dokter... Ada apa ?"


langkahnya tiba-tiba menjadi pelan dan terhenti, suster itu menutup mulut dengan tanganya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Salah seorang suster yang menyusul masuk juga ingin tahu apa yang terjadi kepada Manda. Dia berdiri tidak jauh dari suster yang masuk tadi, sama dengan sebelumnya dia juga terkejut melihat Manda membuka matanya antara bahagia dan terharu mereka sama-sama tersenyum tapi menitikan air mata.


" Mbak Manda... Akhirnya...." kata salah seorang suster sambil menyeka air matanya.

__ADS_1


" kemari... Bawa si tampan keluar... Dan kamu bantu aku memeriksa keadaan Manda." kata Intan


Mereka segera menuruti perkataan Intan, di kuar suster yang membawa si tampan sangat bahagia, sesekali dia mencium si tampan dan terus bersyukur. Tidak jauh Indra datang, dia tersenyum dan sedikir heran melihat tingkah suster tersebut.


" kenapa hari ini kamu senang sekali ?" tanya Indra


" mas Indra... Kamu datang tepat waktu, mbak Manda.... Anu mbak Manda.... Dia sadar, akhirnya dia membuka matanya." kata suster tersebut.


Indra langsung memberikan barang bawaan nya kepada suster tersebut dan langsung pergi ke ruang igd untuk melihat keadaan Manda. Disana Intan sedang mengecek kondisi Manda. Indra melihat Manda benar-benar membuka matanya, dia menghela nafas panjang dan bersyukur, hal baik akan terjadi setelah ini, pikir Indra.


Kondisi Manda masih lemah, meskipun dia sudah sadar tapi masih harus menjalani beberapa pemeriksaan, meskipun begitu semua senang akhirnya Manda sadar.


Intan beberapa kali berkomunikasi dengan Manda, meskipun belum bisa mengeluarkan suara, tapi Manda mengerti apa yang dikatakan Intan. Begitu juga Intan.


" ada satu hal yang harus kamu lakukan." kata Intan


Manda melihat Intan dengan penasaran, apa yang harus dia lakukan pikirnya.


" usia anak mu sudah hampir 2 bulan, kamu harus memberi nama dia agar kami tidak memanggilnya si tampan lagi." kata Intan


" anak ku memang tampan."kata Manda sambil mengambil anak nya.


Sesaat Manda terhanyut dalam lamunan, melihat anaknya yang masih tertidur dengan lelap. Air matanya menetes, dia melewatkan waktu bersama anaknya hampir 2 bulan, tidak terasa anaknya sudah sebesar ini.

__ADS_1


" aku beri nama dia Arshaka....Arshaka Firmansyah. Arshaka yang artinya bersyukur atas kebahagian ini. Dan Firmansyah yang di bawa dari nama ayahnya."kata Manda.


Semua orang disana sangat bahagia, akhirnya si tampan kini telah memiliki nama, nama yang begitu bagus.


" oh ya... Terima kasih untuk kalian semua telah menjaga dan merawat Shaka selama ini." kata Manda


Semua tersenyum dan kebahagiaan terlihat jelas disana. Semua yang berada di ruangan itu adalah orang-orang yang selama ini menjaga dan merawat Shaka dan juga Manda. Semua nya berharap hal baik akan terjadi kepada mereka. Dan akhirnya semua itu terwujud. Meskipun sesekali ada yang menitikan air mata, air mata itu adalah air mata kebahagiaan.


Sepulang kerja, seperti biasa Indra membeli beberapa perlengkapan Shaka, kali ini dia juga membeli beberapa perlengkapan Manda. Setelah Manda sadar waktu itu Indra belum sempat menyapa dan bertemu Manda. Dia ingin memberi beberapa hadiah dan juga kebutuhan Manda.


Di ruangan Manda mencari beberapa barang pribadinya dulu, dia senang barang-barang nya masih tertata rapi dan terjaga. Dia mengambil ponselnya, mengecek keadaannya di luar sana. Ada beberapa panggilan atas nama Safa dan Eko. Ada juga pesan yang ditinggalkan Safa. Tangan Manda gemetar ketika akan membuka pesan itu.


Pesan itu bertuliskan kekecewaan safa dan keluarganya atas kepergian Manda. Dia sangat kecewa karena Manda pergi begitu saja tanpa memberitahu dia dan menjelaskan apa pun kepada nya. Terlebih lagi ada beberapa gosip tentang Manda yang melarikan diri bersama seorang lelaki.


Manda hanya bisa menitikan air matanya sambil terus mengecek pesan-pesan yang masuk. Disana juga ada pesan dari Dira yang mengatakan bahwa dia akan pergi ke inggris untuk melanjutkan study S2 nya. Air mata kembali mengalir di pipi Manda. Dia merasa kalau semua orang telah meninggalkan dia.


Rencana nya dia akan kembali ke Jakarta untuk menemui keluarga dan meminta maaf kepada mereka, untuk kembali memdapatkan kepercayaan dan maaf dari keluarga tentu saja Manda membutuhkan bantuan Dira. Tapi Dira pergi, dia tidak mungkin dapat membujuk ayah nya seorang diri.


" Sayang maafkan mama... Ternyata sekarang kita hanya berdua saja." kata Manda


" Siapa yang bilang kalian hanya berdua ?, ada aku ada Mbak Intan dan semua orang disini bersama kalian." kata Indra sambil meletakkan barang bawaannya.


Manda menyeka air matanya dan menatap tajam Indra, dia tidak mengenal siapa kali-laki yang baru saja masuk, mengapa dia berkata seperti itu. Dia juga terlihat tidak asing dengan ruangan ini.

__ADS_1


__ADS_2