
Manda merasa sangat bosan berada dirumah, dia ingin belajar pergi ke kantor, tapi Hermansyah melarangnya.
" Seharian dirumah terus, aku bosan." kata Manda sambil mengambil makanan di meja dapur.
" kalau nona bosan, coba pikirkan apa yang nona lakukan ?" kata Narti
" Bi... aku ingin keluar jalan-jalan." kata Manda
Manda berangan-angan kemana dia ingin pergi dan apa yang ingin dia lakukan. Tiba-tiba perutnya merasa tidak enak, Manda segera berlari ke wastafel. Terdengar suara Manda muntah-muntah
" non.... Non Manda tidak apa-apa ?" tanya Narti sambil memijit leher Manda
Manda terdiam, dia berfikir apa yang terjadi kepadanya, Manda kaget dia mengingat-ingat kembali kapan terakhir dia menstruasi. Manda pergi ke kamar, dia melihat kalender
" Sudah tanggal sekian, aku tidak menstruasi." gumam Manda
" bulan lalu aku juga tidak menstruasi, aku pikir karna banyak beban pikiran tapi, kalau bulan ini aku tidak menstruasi, jangan-jangan." gumam Manda, dia segera mengambil jaket dan keluar
Manda menghentikan sebuah taksi, dia pergi ke sebuah apotik membeli sebuah tespek. Sampai dirumah Manda berdebar-debar. Dia berada di toilet ingin mengetes air seninya.
Manda memejamkan matanya dan mulai mengetes. perlahan Manda membuka mata melihat hasilnya. Sebuah hasil yang membuat Manda terkejut
" Dua garis merah....." kata Manda sambil kemudian menutup mulutnya.
Manda tidak percaya, dia merasa sedikit pusing dan terduduk didalam toilet. Air mata mengalir di pipi Manda, dia takut membayangkan bagaimana reaksi keluarganya nanti.
__ADS_1
Beberapa hari setelah Manda mengetahui kalau dia hamil sudah berlalu, Manda banyak mengurung diri di dalam kamarnya. Dia hanya keluar untuk makan atau sekedar mengambil air minum.
Dira melewati kamar Manda, dia berhenti sebentar, kembali mundur dan mengetuk kamar Manda
Tok...tok...tok...
" Manda... Apa kamu baik-baik saja." tanya Dira
Tidak ada jawaban dari dalam, Dira mulai merasa cemas.
" Manda..... Apa kamu didalam, apa kamu baik-baik saja." Dira berbicara lebih keras
" Man....."
Tiba-tiba pintu terbuka, dari dalam terlihat Manda yang sedikit lesu, tidak bersemangat.
" Apa kamu baik-baik saja ? Apa yang terjadi ?apa kamu sedang sakit ?" tanya Dira
Manda terus saja diam, dia tidak ingin menjawab semua pertanyaan Dira karena takut dan binggung apa yang harus dia katakan.
" Manda... Aku sedang bertanya kepadamu, kenapa kamu tidak memperdulikan aku ?" kata Dira sangat kesal
" Apa yang kamu perdulikan, apa kamu punya sedikit saja perduli kepadaku, apa kamu tahu bagaimana perasaanku ?" kata Manda
Dira terdiam, dia melihat Manda sedang menangis didepannya, benar yang dikatakan Manda, sejak Manda pulang Dira terus saja mengabaikan Manda. Sakit hatinya telah membuat hubungan Dira dan Manda kian menjauh.
__ADS_1
"Aku tahu...aku minta maaf... Aku yang salah." kata Dira sambil mendekap Manda dalam pelukannya.
" Sekarang katakan kepadaku apa yang terjadi ?" tanya Dira
Manda terus saja menangis dalam pelukan Dira
"Baiklah... Kalau kamu tidak ingin cerita hari ini, nanti kamu harus cerita sama aku ya."kata Dira
Manda semakin erat memeluk Dira, tangisnya semakin pecah. Manda sudah tidak tahan lagi. Dia tidak tahu harus cerita kepada siapa lagi, Manda juga tidak tahu harus minta tolong kepada siapa lagi kalau bukan Dira.
" Lihatlah...." kata Manda sambil menunjukan sebuah alat tes kehamilan kepada Dira
" Apa ini...." Dira melihat ke arah Manda
" Manda.... Ini punya siapa....?" Dira menegakkan tubuh Manda dan bertanya sekali lagi
" Manda jangan bilang ini punya kamu !" kata Dira
Manda diam dan terus meneteskan air matanya sambil mengangguk, mengisyaratkan kalau alat itu adalah punya dia.
Dira menghela nafas panjang dan lemas, dia juga kaget dan binggung.
" katakan padaku, bayi ini milik Rizki ?" tanya Dira
Manda terus diam.
__ADS_1
" Jangan hanya diam, katakan kepadaku, ceritakan kepadaku semuanya." kata Dira
Malam itu Manda menceritakan semua yang terjadi antara Manda dan Rizki, hingga hal yang tak terduga terjadi antara Manda dan Rizki malam itu sampai-sampai seorang bayi hidup di rahim nya saat ini.