
Rizki dan Manda berjalan menyusuri pantai. Mereka menuju keramaian yang tidak jauh dari situ.
" lihat siapa yang datang ?" kala Aldo
Rizki berjalan datang mendekati teman-temannya, tangannya masih menggenggam tangan Manda dengan erat.
" cie... Yang baru patah hati, sekarang udah ada yang baru." kata Tasya
" apa'an sih...." kata Rizki sambil melepaskan tangan Manda
Rizki meninggalkan Manda, dia mengajak Aldo kebelakang sebentar.
" kamu bisa nyiapin satu kamar gak untuk dia. " tanya Rizki
" bukan kah dia cewek baru kamu, kenapa harus tambah satu kamar lagi, kalian kan bisa berbagi kamar." kata Aldo
" ngomong apa sih, kenal aja baru. "
" iya...iya nanti aku tanya'in dulu, kamu nikmati aja dulu pesta nya."kata Aldo sambil menepuk pundak Rizki.
Rizki mencari Manda, ternya dia bersama tasya dan teman-temannya. Wajah sayu sudah tidak terlihat di wajah Manda. Dia sudah bisa berbaur dengan yang lain. Bahkan dia menari dengan angunnya.
Rizki tersenyum melihat Manda yang sedang menari dan senyuman terpancar dengan indahnya di wajah Manda.
" hei.... Apa yang kamu lihat." kata Aldo
Rizki duduk dan tersenyum, dia terus memperhatikan Manda dari kejauhan.
" kamu tahu do....kita memiliki nasip yang sama hari ini. Pria yang menikah dengan Lia hari ini adalah pacar wanita itu." kata Rizki sambil menunjuk ke arah Manda
__ADS_1
" apa...! Wah...wah... Takdir macam apa ini ?, jangan-jangan kalian berjodoh." kata Aldo
" apa'an sih... Tadi aku ketemu dia di tebing."
" ngapain di tebing.... Dia mau bunuh diri ?" aldo kaget
" Awalnya sih aku pikir gitu, jadi aku ngikutin dia. Tapi ternyata tidak... Dia hanya ingin melihat langit senja."kata Rizki
Hari semakin malam, mereka berpesta tanpa henti. Rizki terus memperhatikan Manda. Dia melihat Manda sudah sangat mabuk.
" ayo kita pergi, kamu sudah sangat mabuk. " kata Rizki sambil menarik Manda menjauh
" aku masih ingin minum dengam yang lain..." kata Manda merenggek.
" Rizki biarkan Manda bersama kami sebentar lagi.. " kata Tasya.
" kalian juga, sebaiknya kalian berhenti sekarang." Mata Rizki tampak begitu galak.
Karna Manda terus melawan Rizki, Rizki menggendong Manda pergi.
" Do.... Dimana kamar yang aku suruh siapakan." Kata Rizki
" sorry bro... Kamar disini sudah penuh semua. Sebaiknya kamu bawa gadis itu ke kamar kamu saja." kata Aldo
" kamu gila...." kata Rizki
" Mau gimana lagi, kamu mau dia tidur diluar ?"kata Aldo
Rizki melihat Manda, dia sudah tidak sadarkan diri. Mana tega Rizki meninggalkan dia di luar bisa-bisa hal yang tidak diinginkan terjadi padanya.
__ADS_1
Rizki menghela nafas panjang, dia segera berjalan ke kamarnya sambil menggendong Manda.
" Semoga kamu beruntung malam ini bro... dengan hadirnya wanita itu kamu bisa melupakan kehadiran Lia. Dan kalian akan berjodoh nanti," kata Aldo
jadi sebenarnya ada banyak kamar yang masih kosong, tapi Aldo bilang tidak ada kamar lagi agar Rizki bisa melewati malam bersama wanita itu. Aldo bisa melihat dari mata Rizki kalau sebenarnya Rizki tertarik kepada Manda.
Rizki sudah sampai di kamar. Dia membaringkan Manda di atas kasur. Dan melepas sepatunya. Tiba-tiba Manda terbangun
" hentikan... Aku tidak terbiasa melepas sepatu di rumah orang lain." kata Manda sambil memegang kedua kakinya menyingkirkan tangan Rizki
Rizki menjauhkan tangannya, menunggu sampai Manda tertidur kembali dan dengan pelan melepas sepatu Manda. Menarik selimut dan menutupi tubuh Manda.
Tiba-tiba Manda kembali terbangun, dia membuang selimut melepas kemeja dan membuangnya.
Rizki mencoba menghentikan Manda tapi sudah terlanjut dilepas, untung saja Manda masih memakai daleman.
" gadis ini sungguh ceroboh." kata Rizki sambil melihat wajah Manda memastikan Manda kembali tertidur.
Tangan Manda menarik Rizki hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa cm saja.
" Sungguh gadis yang berani." gumam Rizki
Rizki mengamati wajah Manda, mata, hidung sampai di bibir Manda. Terlihat bibir Manda yang merah dan lembut. Rizki perlah mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka saling bersentuhan.
Ketika Rizki hendak menghentikan ciumannya, Manda malah memulainya. Dan mereka pun berciuman dengan panas.
Perlahan Rizki melepas kemeja kemudian celananya.
Malam itu menjadi malam yang bergairah untuk keduanya.
__ADS_1