
Manda terus melihat Rizki dengan tajam, banyak pertanyaan yang ada di kepala Manda tapi tidak bisa keluar karena takut Rizki akan marah.
Sampai diperkebunan sudah sangat larut, Rizki melihat ke arah Manda, terlihat wajah masah di wajah Manda. Rizki ingin turun lebih dulu untuk membukakan pintu untuk Manda, tapi Manda sudah membuka pintu lebih dulu.
Tanpa sepatah kata pun Manda berjalan masuk. Dia langsung menuju pondoknya tanpa berkata apa pun. Saat sampai di pondok, dia tidak melihat Rizki dibelakangnya. Manda keluar, dia mencari kemana Rizki pergi. Ternyata dia menuju ke pondok paling ujung yaitu kamar Aldo dan Tasya.
Tok....tok...tok....
" Do... buka pintunya ! Ini penting." kata Rizki
Aldo buru-buru bangun dan membukakan pintu. Rizki langsung masuk kedalam. Tasya yang mendengar Rizki datang langsung bangun. Mereka memang selalu was-was karena takut polisi sampai disana.
" Tadi aku ke kota, aku mempersiapkan semuanya. Semuanya sudah selesai. Tapi ada satu hal. Polisi sudah melacak kalian sampai disini. Aku lihat sebuah koran yang memajang foto kalian." kata Rizki
" hah.... trus bagaimana kita." kata Tasya
Aldo sudah mengira semua ini akan terjadi cepat atau lambat. Tapi dia tidak tahu akan secepat ini.
" Aku sudah menyiapkan semuanya. Ini ada visa ke autralia. Dua Ktp atas nama Wulan dan Bagas." Kata Rizki sambil memberikan berkas-berkas
" dan satu lagi, ini beberapa uang untuk kebutuhan kalian nanti."
Aldo melihat Rizki begitu perduli kepada mereka. Aldo memeluk Rizki, dia sangat berterima kasih untuk semua yang telah dilakukan Rizki kepada mereka.
" kalian bereskan barang-barang. Nanti jam 2 aku akan mengantar kalian pergi ke pelabuhan. Ada teman aku disana yang akan mengantar kalian." kata Rizki
Aldo dan Tasya segera bergegas merapikan barang-barangnya. Sedangkan Rizki kembali ke pondoknya.
Saat membuka pintu, Rizki kaget Manda sudah menunggu dia cukup lama.
__ADS_1
" kenapa belum tidur, hari sudah malam." kata Rizki sambil pergi ke kamar mandi.
Manda hanya melihat Rizki, dia menghela nafas panjang dan merapikan tempat tidur. Saat Rizki keluar dari kamar mandi Manda sudah tidur. Rizki berbaring disamping Manda sambil melihat ke langit-langit.
" Jadi benar... Ada yang kamu sembunyikan dariku ?" kata Manda yang membuat Rizki kaget
" kamu belum tidur ?"kata Rizki
" Istri mana yang bisa tidur kalau suaminya main sembunyi-sembunyi seperti itu."kata Manda yang langsung duduk menghadap Rizki
" sekarang ceritakan semua kepadaku, tanpa kurang satu pun."
Rizki duduk, perlahan dia menceritakan semuanya. Dari pekerjaannya yang menjadi seorang peretas, bengkel yang menjadi kedok pekerjaannya. Hingga akhirnya Aldo dan Tasya yang di kejar-kejar polisi.
" Dan kamu masih membantu mereka ?" tanya Manda
" Manda.... Mereka adalah teman-teman ku, dulu kami susah senang selalu bersama. Jadi aku mohon biarkan aku membantu mereka. Satu lagi, kalau mereka tertangkap aku pun akan terseret." kata Rizki
" Tetap saja, aku adalah kawanan mereka. Aku tidak ingin masuk penjara karena ingin melihat anak kita lahir ke dunia." kata Rizki
Manda tiba-tiba terdiam, benar yang dikatakan Rizki kalau sesuatu terjadi kepadanya bagaimana dengan dirinya dan anak yang ada dikandungannya.
"aku tidak ingin dia tidak memiliki seorang ayah." kata Rizki sambil mengelus perut Manda.
Manda menitikan air mata membayangkan kalau-kalau sesuatu terjadi kepada Rizki, Manda pun memeluk Rizki dengan erat.
"aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu, aku ingin anak ini tumbuh dengan kehadiran ayahnya." kata Manda.
" iya aku tahu.... Besok semua akan berakhir, setelah aku mangantar Aldo dan Tasya ke pelabuhan kita akan kembali hidup damai." kata Rizki sambil memeluk Manda
__ADS_1
Jam 2 pagi Rizki sudah bangun, dia menyiapkan segalanya. Sebelum pergi dia melihat Manda masih tertidur dengan lelap, lantas dia mencium kening Manda dan pergi.
Aldo dan Tasya sudah menunggu di luar, Rizki mengendari mobil dan langsung menuju ke dermaga, tempat yang sudah dijanjikan. Perjalanan cukup memakan waktu karena mereka harus melewati perbukitan. Mereka memilih jalur itu untuk menghidari kalau-kalau ada polisi.
Dari jauh sudah terlihat pelabuahan, disana sudah ada Gunawan yang menunggu di pelabuhan.
"Maaf menunggu lama." kata Rizki
" ini mereka." Rizki menunjuk Aldo dan Tasya.
" Sebaiknya kita segera berangkat, sebentar lagi polisi mungkin akan mengejar." kata Gunawan
Rizki mengantar mereka sampai didepan kapal. Kapal yang tampak usang tapi ada beberapa orang disana selain Aldo dan Tasya yang sedang berada dalam pelarian.
Aldo melambaikan tangannya. Dari jauh Rizki juga melihat Aldo menitikan air mata dan kata terima kasih. Rizki tersenyum dan melambaikan tangan.
" Semoga suatu saat nanti kita akan bertemu lagi." gumam Rizki
Setelah kapal terlihat menjauh, Rizki kembali ke mobil. Dia bergegas kembali ke perkebunan agar Manda tidak cemas lagi.
" Akhirnya semua sudah berakhir." kata Rizki pelan.
Dalam perjalanan pulang, Rizki melihat pencegatan di depan. Dari jauh dia melihat banyak polisi sedang berjaga.
"Selamat pagi.... Maaf mengganggu perjalanan bapak, kami sedang mencari buronan. Bisa kami periksa mobil bapak ?" kata pak polisi
" iya pak silahkan " kata Rizki
Beberapa polisi memeriksa mobil Rizki, mereka tidak menemukan apa pun. Untung saja Rizki sempat membeli satu kardus berisi ikan segar itu bisa dijadikan dia sebagai alibi.
__ADS_1
Setelah selesai pemeriksaan, Rizki segera kembali ke perkebunan. Dia menghela nafas lega. Untuk semua sudah berakhir sekarang terserah kepada Aldo dan Tasya bagaimana mereka lolos selanjutnya.