Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Waktu Yang Berlalu Begitu Cepat


__ADS_3

Suara mobil membangunkan Safa dan Kardi yang sedang tidur sambil bersandar di sebuah kursi. Safa buru-buru membuka pintu karena khawatir kepada Manda. Betapa kagetnya dia ketika melihat Manda turun dari mobil bersama dengan seorang pria. Dari jauh Safa menguceng matanya karena tidak percaya kalau pria yang sedang bersama Manda adalah Rizki.


Safa berjalan menghampiri mereka sambil membawakan barang belanjaan Manda. Dia melihat Rizki sambil bertanya dengan isyarat mata.


" Kapan kamu kembali ?" tanya Kardi yang berjalan mendekat.


" Kemarin malam yah. pagi ini aku langsung mengantar Manda melakukan pemeriksaan." kata Rizki.


" Syukurlah kamu yang mengantar Manda." kata Kardi


Safa berbicara dengan mata kepada Rizki, seakan tidak percaya kalau dia benar-benar pulang tepat waktu ketika Manda harus pergi melakukan pemeriksan. Manda tersenyum melihat tingkah Rizki dan Safa, mungkin Safa juga sama rindunya kepada Rizki.


Manda kembali ke kamar, merapikan barang dan melihat-lihat lagi apa saja yang sudah dibelinya. Rizki berbaring diatas kasur sambil merentangkan tangannya. Matanya melihat ke arah Manda yang mengisyaratkan Manda untuk tidur disampingnya. Manda pun tidur disamping Rizki.


Mereka menatap langit-langit kamar, Rizki bercerita suatu saat nanti dia akan merubah kamar ini menjadi lebih baik.


" bukan tempat yang bagus atau lebih baik, kehadiran seseorang disuatu tempat itu jauh lebih penting, sebuah kebahgian kecil dalam kebersaman." kata Manda

__ADS_1


Rizki terdiam, dia melihat Manda yang sedang membayangkan entah apa yang ada dikepala wanita cantik itu. Dia sadar kalau dia belum bisa memberikan semua yang dibutuhkan Manda dengan baik. Tapi dia berjanji dalam hati suatu saat nanti dia akan berhasil dan membuat Manda menjadi wanita yang paling beruntung.


" maafkan aku." kata Rizki pelan


Manda tidak menjawab, dia hanya melihat Rizki tidak tahu apa dan mengapa Rizki minta maaf kepadanya.


" maaf karna belum bisa membuatmu bahagia, belum bisa memberikanmu apa-apa." kata Rizki lagi


Manda menatap Rizki, tangannya menyetuh kedua pipi Rizki dan menghadapkannya kepadanya.


Rizki tersenyum dan memeluk Manda, dibalik pelukan itu terlihat wajah Rizki yang sedikit sendu. Dia merasa dia belum memberikan apa pun kepada Manda.


Pagi telah tiba, mentari bersinar dengan hangat. Suara burung terdengar dengan merdu. Aroma embun pagi menyerbak ketika Manda membuka jendela kamarnya. Dari sana dia melihat beberapa pekerja sudah bersiap dengan pekerjaan mereka masing-masing. Rizki masih berbaring ditempat tidur, Manda mendekat dan mencium pipi Rizki lalu pergi keluar membantu yang lain. Rizki tersenyum dia masih menutup matanya tapi dia bisa merasakan kehangatan bibir Manda.


Ketika Manda sedang membatu para pekerja, Rizki melihat Manda dari balik jendela kamarnya. Terlihat Manda begitu terampil membantu perkerja disana. ada juga beberapa turis yang bertanya kepada Manda, Manda dengan lancar menjelaskan semuanya. melihat itu semua dia ingin cepat-cepet kembali bekerja agar proyeknya segera selesai, jadi dia bisa disini bersama Manda dan yang lain.


Ketika mentari sudah bersinar dengan terik, Rizki berjalan mendekati Manda yang sedang beristirahat di sebuah bangku yang berada diladang bunga. Rizki menyodorkan segelas jus kepada Manda. Manda tersenyum meraih gelas dan segera meminumnya.

__ADS_1


" apa kamu begitu lelah ?"tanya Rizki sambil mengelap keringat Manda.


Manda melanjutkan minumnya dan tersenyum sambil mengangguk. Mereka saling bersandar dan bercerita berangan-angan tentang hari-hari yang akan mereka lewati bersama. Sambil melihat pemandangan perkebunan, mereka membayangkan disitu berlarian seorang anak kecil. Sedangkan mereka sedang bekerja dikebun.


" hari-hari seperti itu akan datang suatu hari nanti." kata Rizki


Manda tersenyum bahagia, semua orang yang melihatnya pun ikut bahagia. Mereka juga menantikan sosok kecil yang akan mengusih mereka nanti. Dari kejauhan Kardi juga tersenyum melihat kebersamaan Manda dan Rizki semoga mereka selalu bahagia seperti hari ini.


Beberapa hari berlalu, kini saatnya Rizki harus kembali ke pulau sebrang untuk melanjutkan proyeknya. Bersama beberapa orang dari sana Rizki berjalan menuju mobil yang akan membawanya. Manda berjalan bersama Rizki untuk mengantarnya. Tangannya tidak pernah melepaskan tangan Rizki.


Sampai ketika langkah mereka berhenti, Rizki menatap Manda dengan sendu. Manda tidak rela melepas tangan Rizki, tapi mereka sudah harus berangkat. Rizki memeluk, mencium dan mengelus perut Manda untuk berpamitan. Manda secara tidak sengaja meneteskan air mata ketika Rizki berpamitan dengan anak mereka.


Rizki berdiri dan kembali memeluk Manda. Semua orang merasa terharu dan ikut terhanyut dalam kesedihan mereka. Manda mengeluarkan sepasang kaos kaki yang dibelinya kemarin. Dia memberikan kau kaki itu kepada Rizki sebagai penguat dan penyemangat untuknya.


Rizki mencium kaos kaki itu, dan menyimpannya. Dia masuk dan menutup pintu. Mobil perlahan jalan, Manda terus melambaikan tangannya, dia juga berlari kecil mengikuti laju mobil. Mobil terus berjalan meninggalkan Manda. Rizki menjulurkan kepalanya keluar.


" aku akan segera pulang.... Tunggu akuuu. !" kata Rizki.

__ADS_1


__ADS_2