Ayah Kandung Atau Sambung

Ayah Kandung Atau Sambung
Bersalah


__ADS_3

Manda masuk kedalam rumah, dia melihat sekeliling. Tidak ada yang berubah dari rumah itu. Hanya saja dia merasa ayahnya berubah, dia tidak lagi hangat seperti dulu.


"nona.... Kamu sudah pulang, bibi kangen sekali, lihatlah kamu begitu kotor, bibi akan menyiapkan air, mandilah dulu." kata bi Narti


Manda berjalan menuju kamarnya, kamarnya tampak bersih terawat, dia juga melihat beberapa kenangan didepan meja belajarnya. Beberapa foto bersama keluarganya.


" non... Airnya sudah siap, non Manda mandi dulu, bibi akan membantu nona."kata bi Narti.


Manda memeluk bi Narti sambil menangis.


" non Manda kenapa, jangan menangis, bibi kan bersama nona, bapak memang banyak berubah semenjak non Manda pergi tapi itu tidak akan mempengaruhi keberadaan nona disini."kata Bi Narti


Manda melepaskan pelukannya


" bi... Apa yang terjadi selama ini ?"tanya Manda


Terlihat bi Narti masih ragu untuk memberitahu Manda tapi melihat Manda yang menatapnya penuh harap, akhirnya bi Narti membuka mulut.


" sejak non Manda pergi ke Londen, nama non Indira diubah menjadi Indira Hermansyah, dan bu Lia menjadi Lia Hermansyah. Tapi tidak dengan nona. ibu terus membujuk bapak agar menempatkan non Dira diperusahaan. non Dira mendapat 30 persen saham perusahan bapak. Dan juga rumah ini, sudah atas nama ibu Lia." kata bi Narti.


Dira duduk tertegun,

__ADS_1


" sebenarnya apa yang direncanakan mama ?" tanya Manda.


Setelah selesai mandi Manda turun kebawah menuju meja makan, semua sudah menunggu Manda disana.


" kenapa lama sekali sih, kami sudah kelaparan." kata Lia dengan ketus


" Maaf ma...."kata Manda sambil duduk


Manda melihat sekeliling, dia melihat papanya yang sudah sangat berubah, dia juga melihat Dira yang duduk disampingnya, tampak begitu asing.


" Dira... Aku ingin tidur denganmu malam ini." kata Manda


" Aku tidak bisa, aku harus mengerjakan tugas. Lagi pula kita kan sudah besar gak enak ah kalau tidur sama-sama " kata Dira


" Pa... Manda ingin membicarakan sesuatu."kata Manda


" ini meja makan, tempat untuk makan, jika ada yang ingin kamu katakan, nanti setelah makan pergilah ke ruang kerjaku."kata Hermansyah


" Baik pa...." kata Manda sedikit sedih


Setelah makan malam Manda pergi ke ruang kerja papanya, tidak ada siapapun disana hanya sang papa yang terlihat begitu sibuk.

__ADS_1


tok....tok...tok


"apa boleh aku masuk ?" kata Manda


" Masuklah...."


" apa yang ingin kamu katakan ?" kata Hermansyah


" Pa... Manda baru saja pulang, jangan begitu asing dengan Manda, papa seperti bukan papa yang Manda kenal lagi. Dan tetang Rizki, Manda akan menjelaskan semuanya." kata Manda


" tidak ada yang perlu kamu jelaskan, papa sudah tahu semuanya. Rizki pacar kamu kan, dia bukan pria baik-baik Manda... Buka mata kamu, dia hanya menginginkan harta kamu." kata Hermansyah


" tidak pa... Rizki bukan orang yang seperti itu, meskipun Manda baru mengenalnya. Aku yakin Rizki pria yang baik." kata Manda


" pria yang baik.... Pria yang menghabiskan malam bersama wanita-wanita malam itu pria yang baik ?" tanya Hermansyah.


Manda ingin menjelaskan kalau Rizki bukan orang yang seperti itu. Tapi Hermansyah sudah terlebih dulu mengangkat tangannya. Mengisyaratkan Manda untuk berhenti.


" Manda.... papa sungguh sangat kecewa kepadamu, apa ini yang kamu peroleh sekolah diluar negeri ?" kata Hermansyah sambil memalingkan tubuhnya.


" sudah sangat malam, tidurlah."tambah Hermansyah

__ADS_1


Manda ingin mendekat tapi dia melihat Hermansyah begitu marah. Jadi Manda membali ke kamar.


Ternyata dari tadi Ayu berada diluar ruangan untuk mendengarkan apa yang sedang Manda dan Hermansyah bicarakan. Ayu tampak tersenyum puas dengan apa yang didengarnya.


__ADS_2